Indonesia:

Makan Siang Bersama, Presiden Jokowi dan Ketua Umum PBNU Bahas Menguatnya Islam Radikal

  • News Code : 804297
  • Source : Setkab
Brief


Ketua Umum PBNU itu menyarankan, pemerintah harus melibatkan para kyai dalam ceramahnya untuk membimbing masyarakat kembali ke Islam moderat, toleran, beradab dan ramah.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) makan siang bersama dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/1) siang. Dalam kesempatan ini dibahas sejumlah permasalahan, di antaranya menguatnya Islam radikal akhir-akhir ini dan masalah intoleransi.

“Indikasi, fenomena menguatnya Islam radikal menjadi agenda kita. Bagaimana memperkuat kembali, terus memperkuat Islam moderat dibangun kembali,” kata Said kepada wartawan usai makan siang bersama yang berlangsung satu jam lebih itu.

Ketua Umum PBNU itu mengemukakan, dunia melihat mayoritas umat Islam Indonesia adalah moderat, toleran dan bermartabat. Namun akhir-akhir ini agak mulai mengendor dan gejala intoleransi mulai menguat.

“Bagaimana upaya intoleransi ini dapat diatasi dan kembali ke Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, yang bermartabat, Islam kultur bukan Islam yang doktrin, Islam ramah,” jelas Said

Ketua Umum PBNU itu menyarankan, pemerintah harus melibatkan para kyai dalam ceramahnya untuk membimbing masyarakat kembali ke Islam moderat, toleran, beradab dan ramah.

Ia menjamin, Kyai NU diminta atau tidak diminta harus menyuarakan akhlakul karimah (akhlak mulia sesuai ajaran Islam), ceramah yang rukun, bukan yang konflik. “Diperintah maupun tidak, akan menyuarakan itu, saya jamin,” tegas  Said Aqil. 


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram
IKHLAS

IKHLAS

SYUKUR

SYUKUR

IHSAN

IHSAN