Indonesia:

Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Tahun 2017

  • News Code : 804124
  • Source : Kemlu RI
Brief


Secara umum, diplomasi Indonesia terus bekerja, terus memperjuangkan kepentingan nasional dan memberikan kontribusi bagi stabilitas dan perdamaian dunia. Langkah-langkah diplomasi Indonesia dilakukan secara konstruktif, tanpa kegaduhan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, menyampaikan pernyataan pers tahunan (PPTM) di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (10/1). Dalam pernyataannya, Menlu Retno sampaikan kilas balik dan perspektif politik luar negeri Indonesia selama tahun 2016.

Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, menyampaikan pernyataan pers tahunan (PPTM) di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (10/1). Dalam pernyataannya, Menlu Retno sampaikan kilas balik dan perspektif politik luar negeri Indonesia selama tahun 2016.

Acara PPTM 2017 tersebut dihadiri oleh undangan yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari insan pers, akademisi, think-tank, K/L lainnya, Komisi I DPR RI, hingga duta besar negara-negara sahabat dan para pejabat di Kemlu.

Sesuai dengan tradisi penyelenggaraan PPTM, tahun ini turut pula disampaikan Penghargaan Adam Malik yang diberikan bagi insan pers yang dinilai memiliki peran signifikan dalam pemberitaan maupun diseminasi informasi serta hasil capaian diplomasi Indonesia. Kelima penerima Adam Malik Awards tersebut adalah Harian Kompas (media cetak), Antara.com (media online), MetroTV (televisi), Elshinta (radio), dan Tama Salim (jurnalis).

Menlu Retno kembali menekankan pentingnya perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI), terutama dengan dinamika dan mobilitas WNI di luar negeri yang semakin meningkat menjadikan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan dan perlindungan WNI sebagai sebuah keniscayaan.

Sejumlah terobosan telah dilakukan, seperti integrasi penuh database WNI di luar negeri (e-perlindungan) dengan database BNP2TKI dan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Secara proaktif, 8 Perwakilan RI sudah menerapkan pelayanan dan perlindungan berbasis teknologi dan aplikasi bergerak (mobile application), yaitu di KBRI Den Haag, Seoul, Bangkok, Brussel, Singapura, dan KJRI Jeddah, Hongkong, serta KRI Tawau. Sejumlah perwakilan RI lainnya akan menyusul tahun ini.

Hari ini Kemlu telah meluncurkan beta version aplikasi SafeTravel yang dapat diunduh ke ponsel. Dengan aplikasi ini, WNI dapat memperoleh informasi mengenai lokasi Perwakilan RI di luar negeri, informasi mengenai negara yang dikunjungi serta WNI dapat segera menerima informasi jika terjadi situasi darurat di negara tersebut.

Secara umum, diplomasi Indonesia terus bekerja, terus memperjuangkan kepentingan nasional dan memberikan kontribusi bagi stabilitas dan perdamaian dunia. Langkah-langkah diplomasi Indonesia dilakukan secara konstruktif, tanpa kegaduhan.

Berikut cuplikan pidato Menlu Retno pada PPTM 2017 :

Yang terhormat Duta Besar Negara Sahabat dan Pimpinan Organisasi Internasional,

Pimpinan Komisi I dan para anggota DPR yang kami hormati,

Para pendahulu kami: Pak Alwi Shihab dan Pak Hassan Wirajuda,

Sesepuh serta seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, baik di Tanah Air maupun di luar negeri,

Pimpinan media massa dan hadirin yang terhormat,

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat sore dan Salam Sejahtera bagi kita semua,

Atas nama seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri, ijinkan saya mengucapkan "Selamat Tahun Baru 2017".

Semoga tahun 2017 menjadi tahun yang lebih baik, tidak saja bagi Indonesia, namun bagi dunia.

Kerja keras masih harus terus dilakukan. Kerja sama internasional harus terus ditingkatkan, agar stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan dunia menjadi lebih baik.

None of us, I repeat, none of us can afford to have an unstable and unpeaceful world.

 

Hadirin yang saya hormati,

Tahun 2016 baru saja berakhir.

Ancaman terhadap stabilitas dan keamanan dunia tidak menyurut. Konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia, konflik yang selalu berakibat pada tragedi kemanusiaan.

Tidak terhitung berapa banyak jumlah orang meninggal karena konflik di Suriah, Yemen, Irak, Afghanistan, Sudan, Mali dan Republik Afrika Tengah.

Tidak terbilang, berapa banyak orang yang harus meninggalkan negaranya karena konflik dan influx pengungsi masih terus terjadi.

Tidak terbilang, berapa banyak orang yang kehilangan masa depannya karena konflik.

Konflik-konflik ini juga menciptakan trauma psikologis, termasuk kepada anak-anak. Anak-anak tumpuan harapan masa depan dunia.

Selain konflik, ancaman terorisme masih terus berlangsung. Lebih dari 150 serangan teroris terjadi di berbagai belahan dunia di tahun 2016.

Sejak bom Thamrin 13 Januari 2016 hingga serangan di Berlin 19 Desember 2016 menunjukkan ancaman terorisme dan militansi ekstremisme/radikalisme justru mengalami peningkatan. Bahkan tahun 2017 dibuka dengan serangan teroris di Istanbul 1 Januari lalu.

Pemerintah Indonesia mengecam peristiwa tersebut dan menyampaikan duka cita kepada para korban dan keluarga korban.

 

Hadirin yang saya hormati,

Kecenderungan munculnya politik populisme dan pragmatisme juga mewarnai tahun 2016.

Ekonomi dunia masih belum pulih. Sesuai koreksi Bank Dunia, selama tiga tahun berturut-turut, perekonomian global tumbuh lebih rendah dari prediksi sebelumnya.

Kita patut mensyukuri bahwa perekonomian Indonesia masih tumbuh 5%. Menko Perekonomian Indonesia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pertumbuhan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan menurunnya angka ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran.

Kembali ke situasi dunia, harga komoditi masih rendah dan memberikan tantangan tersendiri bagi negara-negara berkembang penghasil komoditi.

Singkat kata, dunia semakin diwarnai ketidakpastian -- uncertainties have become more obvious.

 

Hadirin yang saya hormati,

Di tengah ketidakpastian tersebut, diplomasi Indonesia terus bekerja -- terus memperjuangkan kepentingan nasional dan memberikan kontribusi bagi stabilitas dan perdamaian dunia.

Di penghujung tahun 2016, diplomasi Indonesia bekerja secara intensif untuk membantu penyelesaian isu di Rakhine State.

Indonesia menyampaikan concern terhadap perkembangan kemanusiaan dan keamanan, terutama terkait minoritas Muslim di Rakhine State. Indonesia menekankan pentingnya pembangunan secara inklusif, penghormatan HAM dan proteksi terhadap semua komunitas; sekaligus pada saat yang sama menawarkan saran dan bantuan penyelesaian isu ini, serta menawarkan kerja sama yang tidak hanya bersifat immediate, namun juga untuk jangka menengah dan panjang.

Berbagai komunikasi dan pertemuan telah dilakukan Indonesia, antara lain dengan State Counsellor of Myanmar, Daw Aung San Suu Kyii; Ketua Rakhine Advisory Commission, Kofi Annan; Menlu dan PM Bangladesh;  serta berbagai stakeholders baik di Jakarta, Yangon dan Dhaka.

Sebagai bagian dari upaya shuttle diplomacy, saya juga melakukan kunjungan langsung ke kamp pengungsi Kutupalong di Cox Baza, di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Kepedulian Indonesia juga diwujudkan melalui pengiriman 10 kontainer bantuan kemanusiaan ke Rakhine State pada tanggal 29 Desember 2016.

Diplomacy for humanity has been continuously undertaken.

Semua langkah diplomasi Indonesia dilakukan secara konstruktif, tanpa kegaduhan.

Kita percaya bahwa "Actions Speak Louder Than Words."

 

Ibu dan Bapak yang saya hormati,

ASEAN tetap menjadi sokoguru politik luar negeri Indonesia.

Unity and Centrality of ASEAN harus tetap dijaga oleh setiap negara anggota ASEAN. Diplomasi Indonesia terus memastikan terjaganya unity dan centrality ASEAN.

Komitmen Indonesia dalam memperkuat unity and centrality ASEAN sangat terlihat selama berlangsungnya berbagai pertemuan ASEAN dan pertemuan terkait lainnya.

Dalam kaitan ini, Indonesia telah menginisiasi "Joint Statement of the Foreign Ministers of ASEAN Member States on the Maintenance of Peace, Security and Stability in the Region", dalam Pertemuan Tingkat Menlu ASEAN ke-49, 24-25 Juli 2016.

Kekhawatiran banyak pihak bahwa ASEAN tidak akan dapat mencapai konsensus dalam pertemuan tersebut, juga berhasil dipatahkan. Pertemuan dapat mengeluarkan sebuah "Joint Communique".

Pada bulan Desember 2016, Indonesia juga menjadi tuan rumah pertemuan SOM ASEAN untuk mengkokohkan unity and centralityASEAN dalam menghadapi tantangan baru kawasan dan dunia.

Guna menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan, khususnya di wilayah Laut China Selatan, penting bagi semua negara untuk menghormati hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

Posisi Indonesia di LCS tidak berubah dan bahkan semakin kokoh. Bahwa Indonesia memiliki overlapping batas maritim hanya dengan Malaysia dan Vietnam. Batas landas kontinen sudah diselesaikan dengan kedua negara tersebut, sedangkan batas ZEE sedang dirundingkan. Indonesia tidak memiliki batas maritim dengan negara lain.

Kegiatan ekonomi di Kepulauan Natuna terus digalakkan. Wilayah laut di sekitar Kepulauan Natuna akan terus dijaga. Demi perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, Indonesia terus mendorong agar negosiasi Code of Conduct dapat segera dilakukan antara ASEAN dan RRT.

Indonesia menghargai komitmen RRT untuk menyegerakan pembahasan mengenai CoC, sebagaimana disampaikan dalam KTT ASEAN di Vientiane bulan September 2016.

Atas usul Indonesia, pada KTT ASEAN-RRT September 2016 disepakati "Hotline of Communications" untuk merespon maritime emergencies dalam pelaksanaan Declaration of Conduct.

Hadirin yang saya hormati

Ada pepatah mengatakan "good fences make good neighbours".

Dalam konteks inilah konsultasi dan negosiasi Indonesia dengan negara tetangga mengenai batas negara, baik batas laut maupun darat, terus dilakukan.

Dalam tahun 2016, telah dilakukan 20 pertemuan/perundingan batas maritim dan 16 pertemuan/perundingan batas darat.

Salah satu capaian utama dalam masalah perbatasan adalah telah diratifikasinya Perjanjian Garis Batas Laut Wilayah RI-Singapura tanggal 15 Desember 2016. Rencananya dokumen ratifikasi ini akan dipertukarkan di Singapura pada Januari 2017.

Capaian-capaian lainnya dari pertemuan/perundingan, antara lain:

  • disepakatinya draft MOU Survey and Demarcation ke-20 antara Indonesia dan Malaysia untuk batas darat Kalimantan Utara dan Sabah,
  • penyelesaian tahap akhir dua unresolved segment batas darat Indonesia-Timor Leste.

Pemagaran integritas wilayah NKRI juga diintensifkan di tahun 2016. Indonesia menyampaikan terima kasih atas konsistensi dukungan negara-negara sahabat terhadap integritas wilayah NKRI. Bagi diplomat Indonesia, tidak ada kata mundur sedikitpun saat berbicara mengenai kedaulatan. Saya ulangi, tidak ada kata mundur se-inchi pun saat kita berbicara masalah kedaulatan NKRI.

Hadirin yang saya hormati,

Upaya perlindungan WNI di luar negeri terus diperbaiki dari waktu ke waktu.

Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat dengan maraknya kasus penculikan WNI, baik di wilayah perairan Sulu maupun perairan Malaysia.

Atas inisiatif Indonesia, telah dilangsungkan pertemuan trilateral Indonesia-Malaysia-Filipina.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menekankan pentingnya tiap negara menjaga keamanan wilayah perairannya.

Indonesia juga menegaskan pentingnya dibentuk kerja sama trilateral untuk meningkatkan keamanan perairan Sulu dan Sabah.

Kerja sama trilateral berhasil kita bentuk.

Dua puluh lima WNI berhasil dibebaskan dari penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayaf di Filipina Selatan.

Empat WNI lainnya telah pula dibebaskan dari Somalia, setelah 4½ tahun dalam penyanderaan.

Masih ada empat saudara kita yang masih harus dibebaskan di Filipina Selatan.

Pemerintah tidak akan pernah tinggal diam sampai mereka kembali dengan selamat kepada keluarganya masing-masing.

We will do whatever we can to release them.

Dalam konflik Suriah, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang terus menjalankan misi diplomatik, baik melalui KBRI Damaskus, maupun kantor konsuler di Aleppo dan Lattakia untuk penampungan WNI.

Bahkan di tahun 2016, diplomat Indonesia mampu menembus kota Raqqah, Suriah, untuk menyelamatkan WNI.  

Selain itu, Pemerintah juga berhasil menangani:

  • penyelesaian 11.065 kasus WNI di luar negeri;
  • membebaskan 71 WNI dari hukuman mati;
  • Menyelesaikan dan memberikan perlindungan kepada 399 korban TPPO;
  • memfasilitasi pemulangan 41.569 orang WNI;
  • mengembalikan dana lebih dari Rp 92 milyar kepada WNI melalui pembayaran diyat asuransi, gaji, dan kompensasi lainnya; dan
  • menangani 512 ABK yang menghadapi permasalahan di luar negeri. 
     

Kemampuan respon cepat (immediate response) dalam memberikan perlindungan kepada WNI di luar negeri diuji sepanjang tahun 2016. Namun dengan kerja sama yang baik antara Kemlu dan Perwakilan hal tersebut dapat ditangani dengan baik.

Ratusan WNI yang terjebak di berbagai airport di Turki pada saat terjadinya kudeta 15 Juli 2016 dapat diberikan bantuan secara cepat. 190 Mahasiswa di Turki yang kelangsungan studinya terancam pasca kudeta dapat dibantu. 4 Mahasiswa di Turki yang ditahan akibat krisis politik di Turki berhasil dibebaskan. 283 orang jemaah/calon jemaah haji Indonesia pengguna paspor Filipina dapat dipulangkan, dan dilepaskan dari tuntutan hukum karena status mereka sebagai korban. 34 WNI korban kapal pengangkut TKI yang tenggelam di perairan Johor, Malaysia dapat diselamatkan dan dipulangkan ke daerah asal.

Dinamika dan mobilitas WNI di luar negeri yang semakin meningkat menjadikan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan dan perlindungan WNI sebagai sebuah keniscayaan.

Sejumlah terobosan telah dilakukan, seperti integrasi penuh database WNI di luar negeri (e-perlindungan) dengan database BNP2TKI. Integrasi selanjutnya dengan database Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sudah mulai dipersiapkan.

Secara proaktif, 8 Perwakilan RI sudah menerapkan pelayanan dan perlindungan berbasis teknologi dan aplikasi bergerak (mobile application), yaitu di KBRI Den Haag, Seoul, Bangkok, Brussel, Singapura, dan KJRI Jeddah, Hongkong, serta KRI Tawau. Sejumlah perwakilan RI lainnya akan menyusul tahun ini.

Hari ini Kemlu telah meluncurkan beta version aplikasi SafeTravel. Dengan aplikasi ini, Kemlu dapat mengetahui sebaran, lokasi dan identitas WNI di luar negeri secara aktual serta memberikan bantuan cepat (quick response) dalam kondisi darurat.

Trend WNI yang menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri semakin meningkat. Merespon hal tersebut, Kemlu melakukan sejumlah langkah seperti  penandatanganan MoU tentang Penanganan WNI Korban TPPO di Luar Negeri dengan 6 Kementerian/Lembaga; menandatangani MoU bilateral di bidang penanggulangan TPPO dengan Persatuan Emirat Arab, serta menjajaki  MoU serupa dengan seluruh negara Gulf Cooperation Countries (GCC).

Perjuangan untuk melindungi buruh migran juga terus dilakukan, antara lain di ASEAN. Indonesia berhasil meyakinkan ASEAN untuk menyepakati Vientiane Declaration on Transition from Informal Employment to Formal Employment toward Decent Work  Promotions.

Hadirin yang saya hormati,

Penguatan Diplomasi Ekonomi juga terus digalakkan.

Dukungan diplomasi ekonomi terlihat nyata bagi 14 Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah. Kemlu merupakan bagian dari Kelompok Kerja I yang menangani Kampanye dan Diseminasi Kebijakan Ekonomi pada Satgas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi (PEPKE).

Sebanyak 149 perjanjian bilateral dan multilateral di bidang ekonomi disepakati sepanjang 2016.

Diplomat RI aktif menggalang partisipasi negara lain dalam Trade Expo Indonesia 2016 dimana 125 negara berpartisipasi dan membukukan transaksi USD 974,76 juta. Selain itu, 31 kontrak dagang ditandatangani dengan nilai USD 200 juta.

Tim Pokja Diplomasi Ekonomi maupun Perwakilan Indonesia telah memfasilitasi lebih dari 35.000 pelaku usaha Indonesia untuk melakukan kontak, menangani queriesmatch-making dengan potensi transaksi sebesar hampir USD 30 Milyar.

Beberapa catatan lain dalam bidang ekonomi adalah:

  • PT INKA berhasil mengekspor 150 gerbong kereta api senilai US$72,3 juta. Pembicaraan lanjutan penambahan ekspor sedang dibahas;
  • Ekspor pesawat CN 235 produksi PT DI ke Senegal dan Thailand;
  • Pembangunan pabrik mie instan Indonesia di Serbia senilai €11 juta untuk memenuhi pasar Eropa.

Tahun 2016 juga mencatat intensifikasi perundingan CEPA:

  • scoping paper Indonesia-UE CEPA telah selesai dilakukan dan kesepakatan dimulainya negosiasi pada 2017;
  • Dilakukannya 4 kali negosiasi Indonesia-Australia CEPA;
  • 6 kali negosiasi RCEP;
  • 2 kali perundingan Indonesia-EFTA CEPA; dan
  • 4 kali perundingan ASEAN-Hong Kong FTA.

Satu hal yang sangat patut disyukuri adalah pada penghujung 2016, Uni Eropa telah memberikan sertifikasi FLEGT-VPA untuk produk kayu Indonesia. Indonesia merupakan negara pertama yang mendapatkan sertifikasi tersebut akan memudahkan ekspor produk kayu Indonesia ke wilayah lain.

Pengakuan juga dicapai dengan diizinkannya tiga maskapai penerbangan Indonesia untuk kembali dapat terbang di Uni Eropa.

Maskapai Garuda juga melakukan penerbangan langsung ke dua destinasi baru, yaitu London Heathrow dan Mumbai.

Hadirin yang saya hormati,

Peran Indonesia di kawasan dan dunia internasional telah meningkat di tahun 2016.

Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan 3 negara, yakni Chad, Central African Republic, dan Equatorial Guinea. Kini Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan 190 dari 193 negara anggota PBB. 

Indonesia aktif berkontribusi melalui berbagai pertemuan. Tercatat Presiden melakukan 55 pertemuan bilateral dan internasional; Wakil Presiden 13 pertemuan; Menteri Luar Negeri 302 pertemuan; dan Wakil Menteri Luar Negeri 35 pertemuan.

Diplomasi Indonesia selalu diarahkan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas dunia. Diplomasi Indonesia terus bekerja menyampaikan pesan perdamaian kepada Iran dan Arab Saudi. Atas inisiatif Indonesia, telah disetujui pembentukan Contact Group on Peace and Reconciliation di OKI. Indonesia merupakan salah satu penyumbang terbesar pasukan perdamaian dunia. Indonesia telah mengirimkan 2.731 personel pada 9 misi PBB.

Melalui berbagai forum di PBB, OKI, ASEAN, G20, maupun MIKTA dan BDF, Indonesia selalu menyuarakan pentingnya mengedepankan kerja sama dan dialog serta meminimalisasi konfrontasi dan politisasi; pemberantasan terorisme melalui penegakan hukum yang diimbangi dengan pendekatan kultural dan keagamaan; mempromosikan Islam sebagai rahmatan lil'alamin sekaligus penghormatan bagi keberagaman; mendorong peran perempuan dalam mekanisme pengambilan keputusan, serta koherensi kebijakan dan tata ekonomi global yang adil.

Khusus untuk MIKTA, atas inisiatif Indonesia, interfaith dialogue telah dilakukan di Yogyakarta, bulan Oktober 2016.

Indonesia bersama Norwegia, Kolombia, Ethiopia, Ghana, Yordania dan Meksiko, telah menyerahkan masukan reformasi PBB kepada Sekretaris Jenderal baru PBB, Antonio Guteres, dalam bentuk UN 70: A New Agenda for the Next Secretary-General.

Khusus mengenai Palestina, kita memiliki dua pilihan, apakah kita akan pasif atau aktif --  do nothing or do somethingIndonesia chooses to do something.

Indonesia tidak akan mundur dalam membantu perjuangan kemerdekaan Palestina.

Indonesia telah menyelenggarakan KTT Luar Biasa mengenai Palestina, Al Quds Al Sharif di Jakarta, Maret 2016. KTT ini menghasilkanDeklarasi Jakarta yang mendukung kemerdekaan Palestina dengan berbagai terobosan dan aksi nyata.

Indonesia akan menggalang sebanyak mungkin dukungan agar penyelesaian "Two State Solution" dapat terealisasi. Namun kita menyadari bahwa terdapat jalan yang terjal di depan kita.

Untuk itu, Indonesia mendukung inisiatif Konferensi Internasional gagasan Perancis. Indonesia telah hadir dalam Pertemuan di Paris, Juni 2016 dan akan hadir dalam pertemuan Januari ini di Paris.

Sebagai terobosan diplomatik, Indonesia telah membuka Konsulat Kehormatan di Ramallah dan berencana membuka rumah Indonesia di Palestina.

Selanjutnya, di tengah keprihatinan dunia atas krisis pengungsi, Indonesia maju dengan inisiatif konkrit.

Melalui Bali Process, Indonesia menggalang persetujuan negara asal, transit dan tujuan bagi mekanisme konsultasi sebagai respon terhadap situasi darurat migrasi ireguler di kawasan.

Hadirin yang terhormat,

Sebagai negara maritim, sudah selayaknya Indonesia terus memajukan kerja sama maritim, antara lain melalui IORA.  

Indonesia bertekad menjadikan Samudera Hindia sebagai perekat antara Afrika dan Pasifik dan menjadikan IORA sebagai arsitektur kawasan yang mengisi "kekosongan" (hollowness) di Samudera Hindia, demi menjaga urat nadi perekonomian, keamanan dan stabilitas global.

Sebagai Ketua IORA, Indonesia telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain pertemuan tingkat Menlu IORA di bulan Oktober 2016; 2 kali pertemuan tingkat Pejabat Tinggi IORA; 3 kali pertemuan Ad hoc Committee Meeting on the IORA Concord dan 3rd Indian Ocean Dialogue di Padang, April 2016.

Tahun ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT IORA. Ijinkan saya untuk menyampaikan undangan Presiden Indonesia kepada para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan negara anggota IORA untuk dapat hadir dalam KTT tanggal 7 Maret 2017.

Masih di kerja sama maritim, 13 perjanjian kerja sama maritim telah ditandatangani, yakni dengan India, 4 dengan Belanda, AS, Palau, Selandia Baru, Rusia, Republik Korea, Inggris, Hongaria, Timor Leste. Indonesia menjadi koordinator Dewan Pengarah Kerja sama Maritim APEC, termasuk untuk mendorong pemberantasan IUU FishingIndonesia sedang memperjuangkan kejahatan perikanan agar dikategorikan sebagai transnational organised crimes. Indonesia bersama Norwegia berhasil meloloskan resolusi "Marine plastic litter and microplastics", guna penanggulangan sampah plastik dan mikroplastik di laut.

Indonesia juga telah menunjukkan leadership-nya dalam isu lingkungan hidup dan climate change dengan meratifikasi Paris Agreement pada November 2016. Indonesia terpilih sebagai anggota Paris Committee on Capacity Building (PCCB) --- untuk peningkatan kapasitas bagi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; menjadi tuan rumah bagi pertemuan PrepCom Konferensi Habitat III, di Surabaya, Juli 2016; serta inisiatif Indonesia mengenai kerja sama global pengelolaan terumbu karang juga diterima melalui resolusi PBB "Sustainable Coral Reefs Management".

Di bidang demokrasi, Indonesia menjadi tuan rumah Bali Democracy Forum (BDF) ke-9, di Bali, Desember 2016. Tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi sekarang, yaitu "Religion, Democracy and Pluralism". BDF ke-9 dihadiri oleh 237 delegasi dari 95 negara dan 6 organisasi internasional dan menjadi BDF dengan tingkat kehadiran tertinggi.

Kerja sama Indonesia dengan Liga Arab telah diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation di bulan September 2016 untuk memajukan kerja sama ekonomi, demokrasi, good governance, dan inter-faith dialogue.

Di bidang technical cooperation, Indonesia telah memberikan pelatihan di bidang pertanian, kelautan, administrasi pemerintahan maupun pariwisata dan media kepada 35 negara sahabat; memberikan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) bagi 60 peserta dari 43 negara, termasuk 3 negara baru yakni Moldova, Romania, dan Slovenia;  serta memberikan kerja sama pelatihan diplomatik bagi 30 diplomat asing dari 21 negara.

Hadirin yang saya hormati,

Tantangan dunia di tahun 2017 diperkirakan tidak akan lebih kecil dari tahun 2016.

Masyarakat internasional mengantisipasi perkembangan strategis hubungan antar major powers, serta dampaknya bagi tatanan internasional.

Semua negara menunggu kebijakan yang akan diambil administrasi baru AS.

Dunia juga menunggu hasil Pemilu di beberapa negara Eropa yang dapat mempengaruhi tatanan global.

Akankah konflik di Timur Tengah mereda?

Sementara itu, peredaran informasi lewat media sosial semakin tidak terkontrol.

Penyebaran berita bohong dan disinformasi membelah opini, bahkan menimbulkan perpecahan.

Walaupun kita memproyeksikan besarnya tantangan di tahun 2017, diplomasi akan bekerja lebih keras untuk berkontribusi serta menjadikan dunia lebih damai dan sejahtera, dimana setiap manusia dapat menikmatinya.

"Challenges and opportunities are two sides of the same coin."

Untuk tahun 2017, diplomasi Indonesia akan difokuskan antara lain pada:

1. Penguatan kontribusi Indonesia pada ASEAN. Tahun ini, kita akan memperingati ulang tahun ASEAN ke-50 dengan meneruskan perwujudan Visi Masyarakat ASEAN 2025 dan kontribusi konkrit ASEAN di kawasan; mendorong peran konstruktif EAS sebagai sebuahASEAN-led mechanism bagi keamanan dan stabilitas di kawasan; dan terus memperkokoh unity dan centrality ASEAN.

2. Indonesia akan memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Sekali lagi perundingan CoC akan menjadi penting artinya. 

3. IORA merupakan arsitektur kawasan yang sangat diperlukan oleh lingkar Samudera Hindia. Indonesia bertekad mensukseskan KTT IORA di Jakarta bulan Maret 2017 untuk memperingati 20 tahun IORA sekaligus penandatanganan IORA Concord yang menjadikan IORA sebagai organisasi kawasan yang responsif terhadap tantangan baru.

4.Mengoptimalkan dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB demi berkontribusi nyata bagi perdamaian global, sesuai amanat konstitusi. Indonesia akan sangat menghargai dukungan negara-negara sahabat untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

5. Mewujudkan Vision 4000 Peacekeepers tahun 2019, termasuk melalui pengiriman satu batalyon komposit berkekuatan 800 personel; 100 Individual Police Officers (IPOs) termasuk 40 Polisi Wanita, serta satu satgas Formed Police Unit (FPU) berkekuatan 140 anggota Polri.

6. Komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina terus dilanjutkan. Indonesia mendukung penuh Resolusi DK PBB 2334 agar Israel segera menghentikan pembangunan pemukiman ilegal, termasuk sebagai Wakil Ketua Biro dan anggota CEIRPP Komite Palestina PBB.  Indonesia akan terus menggalang tekanan internasional bagi pencapaian two-state solution.

7. Tahun ini, Bali Democracy Forum (BDF) akan memperingati ulang tahun ke-10. Untuk penguatan BDF sebagai forum untuk saling belajar tentang demokrasi, maka tahun ini telah direncanakan pembukaan BDF Chapter Tunisia, selain juga dimulai pembahasan BDF Chapter di negara lainnya.

8. Indonesia juga percaya bahwa penyelesaian perbatasan dengan negara tetangga akan memberi contoh bahwa klaim tumpang tindih dapat diselesaikan secara damai, tanpa ancaman kekerasan, dan dengan penghormatan sepenuhnya pada hukum internasional. Untuk itu, Indonesia akan mempercepat penyelesaian perundingan perbatasan, terutama:

  • batas darat dengan Timor Leste;
  • batas laut wilayah dan batas darat dengan Indonesia-Malaysia;
  • Selain itu, melalui mekanisme Utusan Khusus RI-Malaysia yang selama ini telah menghasilkan berbagai terobosan, akan memprioritaskan formalisasi batas laut wilayah sementara di Laut Sulawesi;
  • batas landas kontinen dengan Filipina;
  • delimitasi ZEE dengan Vietnam, Thailand, India dan Palau; dan
  • ratifikasi penetapan batas ZEE RI-Filipina.  

9. Mengintensifkan kerja sama pembangunan, perdagangan dan investasi dengan negara-negara pasar potensial, terutama dengan kawasan Afrika dan Amerika Latin. Tur Afrika dan Amerika Latin akan dilakukan tahun ini.

10. Mendorong percepatan perundingan kemitraan ekonomi yang sedang berjalan serta menjajaki kerja sama ekonomi lainnya, berdasarkan prinsip saling menguntungkan. 

11. Meluncurkan sebuah digital command centre guna mendukung dan memfasilitasi penggunaan digital diplomacy termasuk meluncurkan e-newslettervideo blog Kemlu maupun Kemlu TV. 

12. Di bidang perlindungan, Kemlu akan terus memastikan kehadiran negara bagi WNI di luar negeri antara lain dengan melanjutkan upaya perlindungan WNI yang preventif, termasuk penguatan database dan pembuatan mobile applications; mendorong perbaikan tata kelola dan perlindungan bagi WNI yang bekerja di sektor rentan, khususnya di kapal-kapal penangkap ikan asing; penguatan instrumen hukum terkait perlindungan WNI, termasuk perluasan kerja sama bilateral penanganan TPPO, dan pemberdayaan WNI di luar negeri, termasuk perluasan akses pendidikan bagi anak-anak TKI.

13. Counter-terrorism akan terus menjadi prioritas diplomasi Indonesia di tahun 2017. Indonesia akan terus memperkuat Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai sebuah centre of excellence dalam pelatihan penanggulangan terorisme. Kepemimpinan Indonesia pada tingkat global akan diteruskan… antara lain sebagai Ketua Bersama Pokja Detention and Reintegrationdalam kerangka Global Counter-Terrorism Forum (GCTF).

14. Diplomasi kita juga tidak akan meninggalkan komitmen global Indonesia di berbagai bidang. Komitmen kita dalam perlindungan dan pemajuan HAM akan kita tegaskan melalui pelaporan ketiga Universal Periodic Review di Dewan HAM PBB. Upaya perlucutan senjata dunia akan kita perkuat melalui ketuan-rumahan konsultasi regional NPT Prepcom awal Maret 2017. Dukungan bagi pembangunan berkelanjutan kita konkritkan melalui partisipasi pada voluntary national review (VNR) implementasi SDGs di bulan Juli 2017. Indonesia juga mendorong penguatan kemitraan global sebagai implementasi Paris Agreement. Indonesia juga akan terus aktif di Pasifik Selatan, baik melalui forum MSG, PIF maupun PIDF.

Hadirin yang kami hormati,

Di awal tahun ini, Kementerian Luar Negeri telah mengalami perubahan organisasi dan menampilkan wajah baru yang less structure more function, membentuk organisasi yang ramping, less bureaucratic dan fleksibel untuk lebih fokus dan cepat dalam menangani isu-isu prioritas diplomasi Indonesia.

Reorganisasi ini merupakan bagian dari komitmen reformasi birokrasi Kemlu.

Di tahun 2016, penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi sudah mencapai nilai 81,47 -- jauh meningkat dari nilai tahun 2015 sebesar 68.75.

Proses ini akan kami lanjutkan demi membentuk para diplomat Indonesia yang profesional, berintegritas, efektif, dan efisien, namun juga memiliki jiwa korsa dan we-feeling.

Insan Pers dan Hadirin yang terhormat,

Apa yang kami uraikan hanyalah sebagian kecil dari langkah diplomasi Indonesia. Agenda-agenda tahun ini akan dinamis sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Kemlu tetap mengedepankan diplomasi membumi yang nyata untuk kepentingan rakyat, yang berprinsip serta berkontribusi bagi perdamaian, keamanan dan kesejahteraan.

Melalui mimbar ini, kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama dari seluruh mitra kerja, terutama dari Komisi I DPR RI.

Peranan media massa juga sangat berpengaruh dalam mendukung keberhasilan diplomasi kita. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini.

Kepada seluruh mitra kerja lainnya, kami selalu mengharapkan dukungan dan kerja sama di masa mendatang.

Secara khusus, kami ingin berterima kasih kepada seluruh staf Kementerian Luar Negeri yang telah mengorbankan banyak waktu dan energi untuk berkontribusi bagi diplomasi Indonesia.

Kami juga mengenang jasa sejumlah rekan yang telah mendahului kita di tahun ini, baik para senior maupun diplomat muda yang telah memberikan dedikasi tinggi bagi Indonesia.

In the midst of uncertainties,

We must not lose hope,

Let us guard the spirit of cooperation,

For every day is an opportunity.

​Akhirnya, semoga Allah Subhanahuwata a'la, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberkati semua langkah pengabdian kita bagi bumi pertiwi, Indonesia.

Wassalammu'alaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh  ​


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram