Indonesia:

Sekelompok Preman Berjubah Hentikan Peringatan Asyura di Makassar

  • News Code : 367472
  • Source : www.abna.ir
Peringatan Asyura yang diadakan oleh komunitas pecinta Ahlul Bait di Makassar dihentikan oleh aksi garang sekelompok orang berpakaian putih-putih. Alasan penyerangan mereka, karena MUI tahun 2005 telah memfatwakan Syiah sesat.

Menurut Kantor Berita ABNA, setelah sebelumnya gagal menghentikan peringatan Asyura yang diadakan IJABI dan beberapa yayasan Ahlul Bait di Makassar Jum'at (23/11), sekelompok massa yang menolak disebut dari Front Pembela Islam (FPI) menyerang komunitas pecinta Ahlul Bait yang sedang melakukan peringatan Asyura di Gedung Pusat Penelitian Universitas Hasanuddin Makassar Ahad (25/11). Peringatan Asyura tersebut merupakan lanjutan dari aksi solidaritas Makassar untuk Palestina yang diadakan di Fly Over Graha Pena dengan tema "Derita Tanpa Ujung dari Karbala ke Gaza". Acara yang dimulai pukul sembilan pagi hingga pukul sebelas tersebut berjalan lancar tanpa gangguan.

Setelah melakukan aksi solidaritas dukung Palestina, rombongan bergerak ke kampus UNHAS untuk menyelenggarakan peringatan Asyura. Namun tanpa diduga, gedung yang semalam suntuk telah dipersiapkan panitia bahkan telah dilunasi biaya penyewaannya tersebut ternyata telah disegel dan mereka dilarang masuk. Pihak Rektorat UNHAS secara sepihak melakukan pembatalan dengan alasan ada ancaman dari ormas yang tidak menyukai penyelenggaraan peringatan Asyura dilakukan di tempat itu.

Tanpa kejelasan, pantia akhirnya memutuskan melakukan acara di depan gedung meskipun pegawai gedung meminta acaranya harus cepat atau sebaiknya ditiadakan karena akan ada berita penyerangan dari FPI atau Ormas Islam. Meskipun diadakan di depan gedung yang tanpa kursi sehingga jama'ah yang hadir hanya bisa berdiri, acara peringatan Asyura tersebutpun berlangsung, dibuka dengan lantunan paduan suara dari anak-anak Bahrain yang menyenandungkan syair-syair al Husaini di altar gedung. Lantunan lagu yang penuh haru itu diiringi isak tangis jama'ah yang betapa tidak, untuk sekedar memperingati kesyahidan Imam Husain cucu nabi di padang Karbala mereka harus melakukannya dalam kondisi terancam.

Acara selanjutnya, Ust. Rusli Malik didaulat untuk menyampaikan ceramah Asyura. Dalam ceramahnya, muballigh nasional tersebut memesankan jama'ah yang hadir untuk memiliki kesabaran yang kuat dalam menghadapi cobaan, sebab kesabaran adalah diantara ciri orang-orang beriman. Ketika giliran ust. Husain Sahab hendak menyampaikan ceramahnya, datanglah berbondong-bondong sekelompok massa yang berpakaian putih-putih dan celana di atas mata kaki. "Mereka adalah saudara-saudara kita, mari kita sambut mereka.." ucap ust. Husain Sahab, namun kelompok yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut malah berbuat gaduh meneriakkan takbir sambil memekikkan "Bubarkan Syiah!". Bahkan diantara mereka ada yang berteriak, "Syiah sesat berdasarkan fatwa MUI 2005!". Sementara MUI tidak sekalipun mengeluarkan fatwa yang menyatakan Syiah sesat apalagi itu tahun 2005.

Menghindari bentrok dan ekses negatif yang tidak diinginkan, terlebih lagi puluhan preman berjubah tersebut semakin garang meneriakkan ancaman, "Nanti kami akan Sampangkan kalian!!!" akhirnya panitia mengakhiri peringatan Asyura yang baru berlangsung 25 menit tersebut.

"Sangat kami sayangkan, Polisi datang terlambat untuk memberi pengamanan. Kami bisa saja menghalau mereka karena hanya 30 orang, tetapi kami diminta untuk bersabar dibanding membalas perlakuan buruk mereka. " Ujar salah seorang panitia.  

Download FILES


کنگره جریان‏های تکفیری