Iran:

Pelajar Indonesia di Qom Merayakan Hari Ghadir

  • News Code : 361713
  • Source : www.abna.ir
Ustad Habib Hasyim al Habsyi dalam ceramah yang disampaikan dihadapan seratusan mahasiswa Indonesia di Qom menyebutkan, "Hal yang menarik lagi dalam terjadinya peristiwa Ghadir Khum adalah kejeniusan Nabi dalam memilih tempat untuk menyampaikan perintah penting Allah SWT tersebut, yaitu di Ghadir Khum yang merupakan lokasi persimpangan semua jalur. Tempat itu pada hakikatnya menggambarkan bahwa wilayah Imam Ali as adalah titik temu bagi semua aliran dalam Islam."

Menurut Kantor Berita ABNA, bertempat di Sekretariat Sura_e Manteqe Boulevard Amin kota Qom Republik Islam Iran Jum'at malam (2/11), sekitar seratusan warga Indonesia yang berada di Qom menyelenggarakan perayaan Hari Raya Ghadir 1433 H. Hadir sebagai pembawa hikmah hari Ghadir, ust. Habib Hasyim al Habsyi. Dalam ceramahnya yang diawali dengan nukilan ayat 67 surah al Maidah, "Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.", Habib al Habsyi menyatakan, bahwa panggilan yang paling disukai Nabi Muhammad Saw adalah "Yaayyuhar Rasul…", dan pada ayat tersebut Allah SWT memanggil nabi Muhammad Saw dengan panggilan kesukaaan nabi itu. Beliau berkata, "Muhammad hanya disebutkan sebanyak 4 kali dalam Al-Qur'an, namun sebutan beliau sebagai Rasul, Allah menyebutkan ratusan kali banyaknya dalam Al-Qur'an."

Pengasuh Pondok Pesantren YAPI Bangil tersebut lebih lanjut menyebutkan alasan Allah SWT menyebutkan Nabi dalam ayat tersebut dengan panggilan yang istimewa, "Perintah yang hendak disampaikan Allah SWT dalam ayat tersebut adalah sesuatu hal yang sangat urgen. Yakni menyebutkan sesuatu yang derajatnya sama dengan semua syariat yang telah disampaikan Rasulullah sebelumnya. Sebab dalam ayat tersebut Allah SWT mengingatkan, "Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya." Sempat timbul dalam diri Rasulullah kekhawatiran untuk menyampaikan perintah penting tersebut, sebab sebelumnya umat Yahudi telah menghembuskan fitnah dalam tubuh umat Islam bahwa Nabi kelak akan menunjuk pengganti dari kalangan keluarganya sendiri sebagaimana nabi-nabi sebelumnya yang selalu menetapkan washinya dari kalangan keluarganya sendiri. Perintah penting tersebut adalah menyampaikan kepada ummat bahwa pengganti beliau kelak sepeninggalnya adalah Imam Ali bin Abi Thalib as."

"Penetapan keimamahan Imam Ali as sama derajatnya dengan keseluruhan risalah yang telah disampaikan sebelumnya. Jadi pada dasarnya, menolak keimamahan Imam Ali as sama halnya menolak keseluruhan risalah sebelumnya sehingga akan ada risalah lain sebagai pengganti yang akan didapatkan bukan dari jalur Ahlul Bait." Tambahnya.

Ustad Habib Hasyim al Habsyi dalam lanjutan ceramahnya menyebutkan, "Hal yang menarik lagi dalam terjadinya peristiwa Ghadir Khum adalah kejeniusan Nabi dalam memilih tempat untuk menyampaikan perintah penting Allah SWT tersebut, yaitu di Ghadir Khum yang merupakan lokasi persimpangan semua jalur. Tempat itu pada hakikatnya menggambarkan bahwa wilayah Imam Ali as adalah titik temu bagi semua aliran dalam Islam."

Pada bagian lain ceramahnya, ustad murid Habib Husein al Habsyi tersebut menyampaikan kebahagiaan dan kegembiraan yang dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang menerima keimamahan Imam Ali as. Beliaupun menceritakan pengalaman dakwah beliau yang menemukan betapa berseri-serinya mereka yang datang menemuinya untuk menyatakan kesediaan untuk berpegang teguh dengan ajaran Ahlul Bait dan meyakini wilayah para Aimmah as. Dibagian penutup, beliau tidak lupa mengucapkan selamat kepada hadirin dan seluruh kaum muslimin dengan datangnya Hari Raya Ghadir. "Semoga Allah SWT memberikan keberkahan bagi kita semua di hari yang mulia ini." Ucapnya.

Selanjutnya, acara perayaan hari Ghadir tersebut dimeriahkan oleh Abdul Latief, Lc mahasiswa S2 jurusan Teologi Universitas al Mustafa Qom. Mahasiswa asal Pemalang Jawa Tengah tersebut melantunkan nasyid dan syair pujian yang ditujukan buat Amirul Mukminin as. Mengambil berkah dari perayaan Ghadir tersebut, pasangan Reza Yunarda dan Junda Zahra mengadakan syukuran atas pernikahan mereka. Hadir juga Ali Shahab ketua umum Himpunan Pelajar Indonesia (HPI-Iran) dalam acara yang ditutup dengan makan malam bersama tersebut.

Download FILES


6th conference
8th Conference of Imamia Medics Intrnational
کنگره جریان‏های تکفیری