Indonesia:

Penahanan Ustaz Tajul Muluk Dikecam

  • News Code : 312480
  • Source : Media Indonesia
"Uztaz Tajuk Muluk semestinya adalah korban. Sementara sangat jelas, pelaku pembakaran, aktor penyuruh dan penggerak pembakaran dan kekerasan selama ini cenderung dibiarkan. Jika ini terus terjadi dan negara abai, maka yang terjadi adalah penindasan, konflik yang konstan bahkan mungkin pembantaian," tulis siaran pers Aliansi Solidaritas Kasus Sampang yang diterima Kamis (19/4).

Menurut Kantor Berita ABNA, Aliansi Solidaritas Kasus Sampang mengecam Pemerintah Daerah Sampang, Kepolisian dan Kejaksaan Sampang yang terlihat jelas bersikap tidak adil dengan hanya mengkriminalisasi Ustaz Tajul Muluk terkait Tragedi Sampang belum lama ini. Seperti diberitakan sebelumnya, para ulama di Sampang menganggap ajaran Islam Syiah yang disampaikan Tajul Muluk sesat, sehingga pembawa ajaran itu perlu diproses hukum. Namun perkembangan yang terjadi justru memicu pembakaran kompleks pesantren keluarga Ustad Tajul Muluk, pengungsian ratusan warga muslim Syiah di Sampang Madura, hingga penetapan dan penahanan Ustaz Tajul Muluk pada Kamis (12/4) di LP Sampan. Uztaz Tajuk Muluk ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama oleh Kejaksaan Negeri Sampang dan perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sampang untuk menunggu penetapan jadual persidangan di PN Sampang. "Uztaz Tajuk Muluk semestinya adalah korban. Sementara sangat jelas, pelaku pembakaran, aktor penyuruh dan penggerak pembakaran dan kekerasan selama ini cenderung dibiarkan. Jika ini terus terjadi dan negara abai, maka yang terjadi adalah penindasan, konflik yang konstan bahkan mungkin pembantaian," tulis siaran pers Aliansi Solidaritas Kasus Sampang yang diterima Kamis (19/4). Aliansi Solidaritas Kasus Sampang terdiri dari berbagai elemen gerakan sipil dan lembaga swadaya masyarakat di Indonesia yaitu Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), LBH Jakarta, YLBH-Universalia, Kontras, Elsam, Sejuk, Aman Indonesia, ILRC, ANBTI, ICRP, Wahid Instititute, HRWG, dan Setara Institute. Disebutkan pula, Tim Kuasa Hukum Tajul Muluk menemukan kondisi-kondisi bahwa Bupati Sampang, Kepala Bakesbangpol, Plt Kementerian Agama berada di balik penahanan Tajul Muluk dengan tekanan begitu rupa dan juga dengan mendesak Bakorpakem Sampang secara serampangan menandatangani surat sesat-menyesatkan terhadap ajaran Syiah. "Bupati Sampang terlihat berkali-kali menjadikan sentimen anti-Syiah sebagai kampanye politiknya menjelang Pilkada di Sampang," kecam aliansi LSM ini. Aliansi Solidaritas Kasus Sampang telah melayangkan surat dan permohonan untuk audiensi kepada Ketua Mahkamah Agung RI dan tembusan kepada Kejaksaan Agung untuk memohon agar MA segera mengeluarkan SK pemindahan lokasi persidangan terhadap Tajul Muluk yang diagendakan di PN Sampang ke Jakarta atau ke tempat lain yang kondusif. Sebab, lanjutnya, kondisi sosial dan pengerahan sentimen kebencian di Sampang yang tergolong sangat tidak aman sehingga dapat menimbulkan gejolak dan pada gilirannya mengakibatkan proses peradilan berjalan tidak bebas dan adil dikarenakan kuasa hukum, jaksa, hakim, bahkan saksi berada dalam tekanan yang hebat. Aliansi juga ingin memberitahukan sekaligus melakukan pertemuan dengan Komisi Yudisial (KY) dan Kapolri. Dengan tujuan agar KY turut serta memonitor jalannya persidangan Tajul Muluk dan memastikan pelaksanaan sidang yang bebas dan adil. "Kepada Kapolri kita meminta jaminan perlindungan hukum terhadap Saudara Tajul Muluk, kuasa hukum dan saksi, serta dan terutama kepada warga muslim Syiah, pengikut Tajul Muluk di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, yang masih mendapatkan intimidasi dan sentimen kebencian hingga saat ini."

Download FILES


6th conference
8th Conference of Imamia Medics Intrnational
کنگره جریان‏های تکفیری