Arab Saudi:

Berita Terbaru Pergerakan Rakyat Arab Saudi

  • News Code : 230841
  • Source : www.abna.ir
Walaupun tidak harus berharap terlalu banyak untuk terjadinya revolusi di Arab Saudi dalam waktu dekat namun membangkitkan kesadaran politik rakyat, adalah langkah awal menuju kesana.

Menurut Kantor Berita ABNA, Masyarakat khususnya para pemuda Arab Saudi telah bersiap-siap untuk berdemonstrasi pada hari Jum’at.

Sebelumnya masyarakat Arab Saudi tidak memiliki pengalaman dalam kebebasan berpolitik di negara mereka. Bahkan hak untuk berbicara pun tidak mereka miliki. sekarang dengan bangunan yang dimulai oleh masyarakat Tunisia, Mesir, Libiya, Bahrain dan Yaman pada hari jumat akan melakukan demonstrasi bersama. Menuntut hak-hak yang sebelumnya telah hilang.

Arab Saudi bersiap untuk hari kemarahan.

Pemerintah kerajaan Arab Saudi sangat khawatir akan terjadi demonstrasi besar-besaran dan menyeluruh di negaranya. Minggu ini adalah pada hari yang dinamakan dengan hari kemarahan pada keluarga Ali Su’udi, degan alasan ini maka pemerintah memerintahkan pada angkatan darat, udara dan laut untuk mempersiapkan diri mereka.

Sumber berita menyampaikan pada sumber berita “Rasyid” berkata,” Pemerintahan kerajaan Arab Saudi memerintahkan pada angkatan darat, laut dan udara untuk tetap berada di pos mereka masing-masing dan dalam keadaan apapun jangan sampai meninggalkan tempat”.

Berdasarkan laporan ini maka permintaan cuti angkatan darat dibatalkan dan pihak-pihak yang sedang cuti dengan berbagai alasan mereka dipanggil untuk kembali bertugas.

Seperti yang disampaikan beberapa sumber berita bahwa kurang bisa diyakinkan bahwa dengan semakin dekatnya waktu yang ditetapkan untuk berdemonstrasi secara menyeluruh di Arab Saudi akan terjadi suatu hal yang tidak diduga-duga.

Arab Saudi bulan sebelumnya karena rasa ketakutan juga sudah mempersiapkan 50 % kekuatan angkatan bersenjatanya untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Kemungkinan akan diumumkan larangan untuk melakukan demonstrasi.

Kemungkinan untuk melarang masyakrakat hadir di demonstrasi pada hari jumat semakin kuat.

Pengkoordinasi demonstrasi melalui media FB mengumumkan bahwa demonstrasi kali ini disebut dengan “Hari kemarahan” dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan demonstrasi diberbagai penjuru negeri.

Ini terjadi setelah sebelumnya pihak menteri urusan dalam negeri Arab Saudi menyatakan pelarangannya untuk melakukan berbagai jenis demonstrasi secara damai. Dalam hal ini aparat keamanan diperintahkan untuk mengatasi segala gerak gerik masyarakat yang ingin melakukan gerakan semacam itu.

Para aktifis menyatakan bahwa demonstrasi secara damai sebagai salah satu hak asasi setiap manusia.

Pemerintah Arab Saudi membebaskan 27 orang warga Syiah.

Untuk membujuk masyarakat dan meredam kemarahan mereka serta ketakutan atas demonstrasi yang akan dilangsungkan dinegara ini membebaskan 27 orang aktifis syiah yang minggu sebelumnya ditangkap pada saat melakukan demonstrasi.

Kebijakan ini diambil setelah diadakan pertemuan dengan pembesar-pembesar Syiah dan pembesar kabilah kawasan timur dengan raja Arab Saudi Malik Abdullah.

Masyarakat syiah di kawasan timur Arab Saudi dua minggu yang lalu dengan menggelar demonstrasi damai meminta dibebaskannya 9 orang tahanan yang sudah dipenjara sejak 16 tahun yang lalu.

Kaki tangan Ali Su’ud tidak mampu membendung keinginan masyarkat.

Salah satu aktifis politik penentang pemerintah Arab Saudi terkait perlakuan kebijakan untuk masyarakat seperti pembunuhan dan penganiayaan pada para demonstran mengatakan,” Segala bentuk upaya yang mungkin untuk dilakukan pemerintah Arab Saudi tidak akan mampu menghentikan keinginan masyarakat.” Fuad Ibrahim menekankan,” Masyarakat setapak demi setapak bergerak menuju kesempurnaan dan keinginan mereka untuk dilakukan perbaikan secara nyata, hak untuk menentukan takdir bangsanya, hak untuk memilih pimpinan dan untuk menentukan hukum”.

Dia menambahkan bahwa sekarang ini masyarakat Arab Saudi memiliki kondisi seperti masyarakat Tunisia dan Mesir sebelum mereka melakukan revolusi dan kini masyarakat Arab Saudi sudah siap untuk mengambil pelajaran dari mereka.

Dialog sebagai jalan terbaik.

Salah satu aparat tinggi pemerintah  Arab Saudi menilai bahwa dialog merupakan jalan pemecahan terbaik.

Su’ud Fashil berkata,” Demonstrasi tidak akan menjadikan adanya perbaikan dalam Negara pemilik Minyak terbanyak ini”.

Dia dengan mengisyaratkan pada fatwa ulama pendukung pemerintah kerajaan yang menggunakan ayat dan riwayat untuk mengharamkan pergerakan masyarakat dalam melakukan demonstrasi melawan pemerintah Ali Su’udi menambahkan, “Para Agamawan Arab Saudi sudah mengharamkan demonstrasi di Negeri ini maka jalan terbaik untuk mencapai keinginan adalah dengan berdialog baik di kawasan timur, barat, utara maupun selatan.

Dia menekankan bahwa perbaikan dengan menggunakan demonstrasi tidak akan membuahkan hasil, "Setiap perubahan harus berasal dari masyarakat Arab Saudi sendiri. Dan kami tidak butuh turut campur dari pihak Asing. Kami akan memotong pihak manapun yang mengulurkan tangan dalam urusan ini." Tegasnya. (*)

Download FILES


6th conference
8th Conference of Imamia Medics Intrnational
کنگره جریان‏های تکفیری