Kajian Ilmiah:

Proses Penyebaran Syiah di Iran

  • News Code : 221516
  • Source : www.abna.ir
Tema yang akan dikupas disini adalah bagaimana ajaran Syiah tersebar luas di Iran?

Masa lalu Islam di Iran tidak terlepas dengan masa Nabi Muhammad saw ketika beliau mengirim surat pada raja Iran Khusru Parvis salah satu raja Iran tempo dulu. Masuknya agama Islam secara resmi ke Iran terjadi pada  tahun 16 H pada saat Umar Bin Khatab Khalifah kedua berkuasa.

Tetapi pertanyaan sesungguhnya adalah bagaimanakah masuknya agama Islam ke bangsa ini dimana pada zaman Khulafa begitu juga pada abad-abad pertama Islam kebanyakan yang datang adalah orang-orang Ahlu sunnah. Terus kenapa sekarang bangsa Iran lebih banyak yang menjadi Syiah?

Pada pembahasan kali ini tidak dibahas dari segi aqidah namun dilihat dari sisi sejarah sosial masyarakat terkait apa yang menyebabkan sehingga kebanyakan masyarakat Iran menjadi orang Syiah. Dalam hal ini ada dua jawaban.

1.       Pertama kami akan kemukakan jawaban yang dibuat-buat dan bantahan atas jawaban yang dikarang tersebut

2.       Kemudian baru kami sampaikan jawaban benar dan lebih dapat dipertanggung jawabkan.

Disini kami kemukakan jawaban yang dikarang-karang serta tanggapan atasnya

1.1   Pernikahan Imam Husain as dengan Syahr Banu putri ketiga kerajaan Sasani menjadikan orang Iran mencintai Ahlul Bait as dan akhirnya mereka menjadi orang-orang Syiah.

Tanggapan atas jawaban ini

Pertama, asas dasar cerita ini tidak benar.

Kedua, dengan cerita ini seharusnya menjadikan orang Iran mencintai Sasani sebelum mereka mencintai menantu kerajaan. Dimana oran Iran membiarkan silsilah Sasani dengan mudah hancur berantakan dan bahkan Yazidgard melarikan diri, tuna wisma ada diberbagai kota di Iran dan akhirnya dia terbunuh di Moro oleh seorang tukang giling Iran.

Ketiga, Syahid Muthahari dalam hal ini memberi jawaban yaitu bahwa beberapa Umawiyun (Dinasti Umayah) juga mengadakan kerjasama dengan Sasani dengan menikahkan anak keturunannya namun mengapa Orang Iran tidak mencintai Dinasti Umayah?

1.2 Pada awalnya Orang Iran adalah musuh orang Arab, Islam, maupun Umat Islam. Ketika Iran dikuasai orang-orang Islam secara lahir mereka terpaksa berkata bahwa kami sudah menjadi muslim kalau tidak begitu bisa jadi mereka sudah dibunuh atau setidaknya diwajibkan membayar denda. Karena alasan ini mereka berpura-pura menerima agama Islam tapi sejatinya mereka masih meyakini keyakinan Zoroaster atau keyakinan mereka sebelumnya serta menjalankan ibadah sesuai keyakinan mereka itu tetapi semua itu dijalankan dibawah teror pemerintahan Syiah. Dari sini diketahui bahwa Syiah adalah sebuah madzhab dimana awalnya memang dipaksakan pada bangsa Iran dan tidak ada hubungan apapun dengan Islam.

Sanggahan atas jawaban ini:

Pertama, pendapat ini bisa dibenarkan ketika pemimpin orang syiah adalah orang-orang  Iran dan kenyataannya para Imam Maksumin semuanya merupakan bangsa Arab.

Kedua, jika pendapat tersebut benar bahwa syiah pertama adalah orang-orang Iran kenyataannya orang-orang syiah pertama dari Iran hanya sedikit seperti Salman Farsi dan selainnya adalah orang dari bangsa Arab.

Ketiga, pendapat diatas ketika benar yang mana hal itu bertentangan dengan sumber-sumber asli sejarah maka semestinya dibedakan antara Syiah dan muslim yang lain dan itu harusnya memunculkan dampak-dampak sejarah di Iran. Padahal tidaklah demikian, sumber pertama umat Islam adalah Al- Quran yang diyakini orang Syiah maupun nonSyiah, sumber kedua adalah sunah Nabi saw. Ijma pun pada dasarnya kembali pada dua sumber itu. Akal secara mandiri juga kembali pada dua sumber itu dimana hal ini tidak hanya dikhususkan pada bangsa Iran tapi juga dimiliki bangsa-bangsa yang lain.

Keempat, Jika ada alasan yang mendukung bahwa sejak pertama Bangsa Iran adalah bangsa Syiah tapi kenyataanya bangsa Iran sebelumnya bukanlah pemeluk Syiah dan mereka menganut paham Ahlu Sunah dimana kebanyakan pembesar Ahlu Sunah berasal dari Iran. Dapat dilihat penulis kitab-kitab agamis Ahlu Sunah adalah orang-orang Iran, ini adalah salah satu poin yang disampaikan Ayatullah Muthahari dalam menjawab  sanggahan bahwa orang Iran awalnya bukan orang Syiah.

Kelima, pimpinan dan ilmuwan Syiah sampai abad 10 kebanyakan bukan orang Iran dan tinggal di luar Iran. Syaikh Mufid, Sayid Murtadha, Muhaqiq Hili, Syahid Awal Wa Tsani, dan ulama lain diundang datang ke Iran oleh pemerintah Syafawi begitu juga Muhaqiq Kurki yang menjadi pemerluas pendirian Hauzah-hauzah Ilmiah di Iran dan Irak, mereka semua bukanlah orang-orang Iran. Pernyataan bahwa budaya, tempat, waktu, budaya dan adat istiadat memiliki pengaruh memang benar, tapi tidak bisa dengan alasan ini dikatakan bangsa Iran sebagai pendiri Madzhab Syiah. Nyatanya Fikih Syiah banyak ditemukan pada waktu, tempat, serta sejarah yang berbeda-beda. Memang hal itu bisa berdampak tapi tidak bisa menjadi penggagas utama.

Sebagian ajaran Filsafat sebelum Islam juga berpindah ke zaman sesudah Islam, sebagaian dari budaya dan cerita-serita juga ikut berpindah. Pada kenyataannya Orang Iran memang berusaha menjaga warisan budaya yang mereka miliki tapi budaya itu tidak diyakini sebagai salah satu budaya Syiah, tapi itu lebih berhubungan dengan budaya bangsa kami yang tidak ada kaitannya dengan madzhab Syiah. Seperti bahasa Persia dan Hari Raya Nuruz (tahun baru Iran). Dimana bangsa Iran tidak pernah melupakan bahasa asli mereka. Karena antara Islam dan Iran tidak pernah ada pertentangan. Tapi ketika ada pertentangan Orang Iran berupaya menyesuaikan diri dan mengutamakan ajaran islam.

1.3 Bangsa Iran sampai abad kesepuluh adalah orang Sunni setelah itu orang Syafawi memiliki kecenderungan pada ajaran Syiah karena raja Islami Syafawi ketika pergi ke Tabriz membunuh banyak penganut madzhab Sunni.

Bantahan atas jawaban ini.

Pertama, Raja Ismail waktu itu adalah seorang pemuda berumur 14 tahun dan tidak bisa dikatakan bahwa dia tanpa bantuan Orang-Orang Syiah bisa mencapai kedudukan kekuasaannya. Karena tidak masuk akal jika yang mendukungnya adalah orang-orang Sunni dan bergerak bertentangan dengan madzhab yang ia yakini. Kenyataanya di Iran pada waktu itu ada banyak penganut madzhab Syiah dimana Kerajaan Syafawi dengan bantuan mereka bisa mencapai puncak kekuasaan. Dan berdiri dihadapan pemerintahan Utsmani yang merupakan raja dari sebuah Imperatur yang menyatakan diri sebagai orang Sunni dan akhirnya mencapai puncak kekuasaan.

Kedua, didalam sejarah tidak terbukti bahwa pemerintahan Syafawi memaksa dengan pedang untuk memperluas ajaran agamanya walaupun dalam kelompok-kelompok kecil ada yang melakukan penyiksaan pada penganut madzhab Ahlu Sunah sebagaimana banyak juga orang Syiah yang mendapat siksaan dari Orang-orang Ustmani, kedua pemerintahan ini tidak bisa dibenarkan dan itu bukanlah budaya Islam.

2. Jawaban yang Benar dan Logis

Pertama, harus kita terima bahwa masuknya sebuah madzhab pada suatu kaum tidak terjadi secara langsung tapi berangsur-angsur seiring perkembangan jaman. Kita harus memahami sejarah.

Dapat dikatakan bahwa jaman pertama kali Syiah tersebar luas di Iran adalah ketika ajaran ini diajarkan di Iran dan akhirnya  Iran memiliki warga bermadzhab Syiah, sekitar 10 abad proses itu berlangsung.

Hal-hal yang terjadi selama 10 Abad Islam di Iran menjadi penyebab Ajaran Syiah berkembang di Iran. Secara ringkas dapat dikelompokkan sebagai berikut:

2.1 Pertama Salman Farsi salah satu sahabat Nabi yang setia merupakan seorang muslim Syiah yang berbangsa Iran. Di yaman juga terdapat orang-orang Iran yang simpatik pada Ahlul Bait as. Yaman mengenal Islam dan mengimani Islam berkat dakwah Imam Ali as pada saat Nabi Muhammad saw masih hidup. Pecinta Ahlul Bait Yaman mengenal Ahlul Bait as sejak saat itu. Dimana waktu itu Teluk Persia sampai Yaman berada dibawah pemerintahan Iran.

2.2 Pada saat Khalifah kedua berkuasa dia meyakini pembedaan antara Arab dan Ajam, ini menjadikan Orang-orang Iran kembali bersemangat dengan cita-cita kemerdekaan mereka. Setelah terbunuhnya khalifah kedua oleh salah satu warga Iran, anaknya membunuh beberapa warga Iran yang berada di Madinah tapi ketika Imam Ali as menduduki kekuasaan beliau menyatakan bahwa antara Arab dan nonarab tidak ada perbedaan. Arab tidak memiliki keistimewaan karena mereka adalah bangsa Arab. Ini menjadikan Orang-orang Iran menaruh simpati pada Imam Ali as begitu juga tindakan Imam Ali Zainal Abidin yang membeli banyak budak non Arab dan memerdekakannya, hal itu juga menjadi penyebab makin merebaknya kecintaan pada Ahlul Bait as.

2.4 Sepanjang sejarah sebagaian murid Imam Jakfar  Shadiq as dan Imam-imam yang lain  as

Download FILES


6th conference
8th Conference of Imamia Medics Intrnational
کنگره جریان‏های تکفیری