Ametrika Serikat:


Kebijakan Imigrasi Trump Dikecam Keras Ribuan Warga AS

  • News Code : 808062
  • Source : ABNA/Parstoday
Brief

Pada Jumat lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang pemberian visa untuk warga dari tujuh negara Muslim yaitu, Iran, Irak, Suriah, Libya, Yaman dan Sudan.

Menurut Kantor Berita ABNA, usai aturan baru mengenai pelarangan pemberian visa untuk warga dari 7 negara muslim, yaitu Iran, Irak, Suriah, Libya, Yaman dan Sudan ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jum'at (27/1) lalu, dua imigran Irak ditangkap kepolisian Amerika Serikat di bandara udara di New York. 

Aturan pelarang imigran muslim masuk ke AS tersebut mendapat penentangan dan protes keras dari ribuan warga AS. Ribuan warga AS yang menentang kebijakan Trump yang dinilai rasis tersebut melakukan aksi unjuk rasa serentak disejumlah bandara udara di negara tersebut. Demonstran membentangkan spanduk yang bertulis, "Selamat datang bagi para imigran" dan "Bukan pelarangan, bukan pula dinding pembatas", serta spanduk yang bertulsikan, "Kami semua muslim". 

Disebutkan media setempat, sesuai aturan baru mengenai keimigrasian yang secara resmi berlaku sejak ditandatangani Presiden Trump, dua imigran Irak yang mendarat di bandara New York langsung digiring pihak kepolisian AS. 

Pemerintah AS berdalih pelarangan imigran dari ketujuh negara tersebut untuk memasuki AS adalah untuk menjaga keamanan dan kemungkinan masuknya teroris ke AS. Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai rasis oleh banyak pihak.  Seperti dilansir IRNA, Ahad (29/1/2017), para tokoh, organisasi dan lembaga-lembaga internasional menyebut kebijakan Trump sebagai rasis dan tidak manusiawi.

Beberapa lembaga pembela HAM Amerika termasuk Pusat Hukum Imigrasi Nasional dan Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), mengajukan gugatan hukum terhadap kebijakan imigrasi Trump dan Menteri Keamanan Domestik AS, John Kelly. Sementara itu, ribuan akademisi terkemuka Amerika menyatakan kekhawatiran terhadap perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Jumat lalu. Mereka menandatangani sebuah pernyataan, yang menyebut perintah Trump sebagai sebuah pukulan keras terhadap reputasi baik universitas-universitas Amerika.

Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah statemen mengatakan, AS mengabaikan tanggung jawabnya pada masa-masa sulit ketika jumlah pencari suaka di seluruh dunia bertambah dan pengungsi yang lari dari perang membutuhkan bantuan yang lebih besar. Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), mengkritik keputusan Trump dan menyerukan perlakuan sama terhadap pengungsi terlepas dari agama, kebangsaan atau ras mereka.

دست‌نوشته یک معترض آمریکایی: من جانم را مدیون پزشک ایرانی‌الاصلم هستم

 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram