Wawancara dengan Ulama Niger:

Agresi atas Yaman dan Bungkam atas Penjajahan Zionis, Membuka Kedok Saudi

Agresi atas Yaman dan Bungkam atas Penjajahan Zionis, Membuka Kedok Saudi

Kami tidak menyukai pertumpahan darah, meski demikian, agresi Saudi atas Yaman sementara mereka bungkam atas penjajahan Zionis atas Palestina membuka mata rakyat Niger untuk mencari tahu hakikat dibalik permusuhan dan kebencian yang ditebar mufti-mufti Saudi terhadap Syiah.

Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Shaleh Ahmad salah seorang ulama Niger yang menjadi Imam Jama’ah Masjid Syahid Karbala di Niamey ibu kota Republik Niger, dalam wawancaranya menyebutkan salah satu agenda dakwahnya adalah menyerukan persatuan umat Islam sebab dalam keyakinannya itulah yang diajarkan Imam Ahlul Bait As kepada para pengikutnya.

Anda berasal dari Niger. Negara yang sangat sulit dibedakan oleh kebanyakan masyarakat Iran dengan Nigeria. Bisakah anda menjelaskan perbedaan negara anda dengan Nigeria?

Iya, kami memiliki sejumlah perbedaan. Meski pada dasarnya dizaman dulu kami adalah satu bangsa. Sampai sekarangpun dengan rakyat Nigeria kami memiliki hubungan yang sangat erat karena kesamaan sejarah. Dengan Syaikh Ibrahim Zakzaky saya memiliki kontak dan hubungan yang dekat. Antara Niger dan Nigeria kami adalah saudara. Sebelumnya saya adalah Ahlus Sunnah dan akhirnya menjadi Syiah yang diawali kedekatan saya dengan Syaikh Ibrahim dan komunitas Syiah Nigeria.

Bisakah anda menceritakan bagaimana anda mengenal maktab Ahlul Bait?

Suatu hari saya sedang menyibukkan diri membaca kitab Sahih Bukhari. Saat itu saya pengikut mazhab Maliki dan salah seorang pengikut tarekat Tijaniyah. Saya membaca sebuah hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas ra, yang dikenal dengan istilah “Tragedi Hari Kamis”. Riwayat tersebut menimbulkan keraguan dan pertanyaan besar dalam hati saya, terlebih lagi berkenaan dengan wasiat yang akan diucapkan oleh Rasulullah Saw. Hal itu kemudian, memancing saya untuk melakukan penelaan dan penelitian lebih serius. Saya temukan pula, dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, salah satu dari sekian wasiat Rasullah Saw justru dilupa oleh perawinya. Saya tekadkan dalam hati untuk kemudian menelitinya. Karena itu, saya melakukan sejumlah safar ilmu ke beberapa negara di Afrika, namun saya tidak menemukan yang saya cari.

Saya akhirnya kembali ke kota Niamey dan saya menemukan yang saya cari di Perpustakaan Islam di Niamey, saat saya membaca kitab Kanz al-‘Umal, saya menemukan poin wasiat Nabi Saw yang terlupakan itu, bahwa barang siapa yang mengimani Nabi Saw maka Nabi Saw mewasiatkan padanya untuk untuk juga meyakini wilayah Ali bin Abi Thalib. Barangsiapa yang mengikuti Ali maka dia adalah juga pengikutku, barangsiapa yang mengikutiku, maka dia telah mengikuti Allah Aza wa Jalla, demikian sabda Nabi Muhammad Saw.

Sayapun kemudian mengikuti wasiat itu, dan saya umumkan secara resmi, baik di televisi maupun di radio bahwa saya tidak lagi mengikuti mazhab Imam Malik dan beralih ke mazhab Imam Ali bin Abi Thalib.

Apakah dengan pernyataan terbuka tersebut, anda menemukan penentangan dan kesulitan?

Iya, saya menemukan penentangan dan kesulitan yang tidak sedikit. Namun Alhamdulillah berkat inayah Allah Swt, mereka yang dulu meninggalkan saya, kini malah mendekat. Karena saya bisa menjelaskan kepada mereka mengenai pilihan saya.

Bisa anda menjelaskan mengenai kondisi komunitas Syiah di Niger?

Tidak ada laporan resmi yang detail mengenai jumlah muslim Syiah di Niger. Yang pasti, dengan adanya agresi Arab Saudi atas rakyat Yaman yang tidak bersalah, membuat tidak sedikit muslim Niger beralih mazhab ke Syiah. Karena mereka mengetahui pasti, yang dibantai oleh jet-jet tempur Arab Saudi di Yaman adalah pengikut madrasah Ahlul Bait As. Jika sekedar memperkirakan, saya bisa mengatakan, jumlah Syiah di Niger ada satu juta orang.

Jumlah total umat Islam di Niger ada berapa orang?

Jumlah total penduduk Niger ada 19 juta dengan 99 persen penduduknya beragama Islam.

Apakah komunitas Syiah memiliki pemukiman tersendiri dan masjid yang dikelola sendiri oleh muslim Syiah?

Tidak. Muslim Syiah Niger hidup berpencar disejumlah kota dan desa. Kami tidak memiliki masjid yang secara khusus dikelola oleh muslim Syiah, namun kami memiliki lembaga pendidikan. Saya sendiri menjadikan bagian rumah saya sebagai masjid, dan menamakannya masjid Syahid Karbala.

Bagaimana hubungan anda dengan pengikut mazhab yang lain?

Kami selalu menggencarkan dakwah yang mengajak pada ukhuwah Islamiyah. Wahdah dan kebersamaan seperti pendekatan antar mazhab Islam adalah tujuan dari dakwah kami.

Di Nigeria, umat Islam direpotkan dengan keberadaan kelompok militan Boko Haram, apakah di Niger juga kelompok-kelompok takfiri dan ekstrim seperti itu eksis?

Iya di Niger juga mereka ada. Mereka adalah kelompok rekayasa Barat untuk memecah belah umat Islam khususnya di Timur Tengah dan Afrika. Jika di Timur Tengah mereka membentuk ISIS, maka di Afrika mereka membentuk Boko Haram.

Seperti yang anda ketahui, bahwa Syiah berkembang pesat di Nigeria karena pengaruh kemenangan Revolusi Islam di Iran, apakah keberadaan komunitas Syiah di Niger juga seperti itu?

Iya. Kebanyakan umat Islam tidak mengenal apa itu mazhab Ahlul Bait As. Sampai kemudian terjadi revolusi Islam di Iran yang dicetuskan oleh Imam Khomeini, ulama dari mazhab Ahlul Bait. Sejak itu orang bertanya-tanya, siapakah Imam Khomeini itu, apa aqidahnya, apa mazhabnya, mengapa revolusi di Iran dinamakan revolusi Islam dan seterusnya. Karena itulah sejumlah Sunni mengenal Syiah dan akhirnya tertarik. Begitupun dalam beberapa tahun terakhir. Kegigihan Hizbullah dalam menghadapi rezim Zionis membukakan mata, mengenai siapa yang berada di pihak yang selalu membela kepentingan umat Islam, demikian pula dengan agresi Arab Saudi atas Yaman, membuka kedok Arab Saudi, sehingga tidak sedikit kemudian mencari tahu akar dibalik agresi dan permusuhan itu.

Kami tidak menyukai pertumpahan darah, meski demikian, agresi Saudi atas Yaman sementara mereka bungkam atas penjajahan Zionis atas Palestina membuka mata rakyat Niger untuk mencari tahu hakikat dibalik permusuhan dan kebencian yang ditebar mufti-mufti Saudi terhadap Syiah.

 

 

 

 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
haj 2018
We are All Zakzaky