Klaim Dusta Presiden Sudan:

Penduduk Sudan Tidak Ada Satupun yang Syiah

Penduduk Sudan Tidak Ada Satupun yang Syiah

“Kami di Sudan tidak mengenal Syiah, dan semua rakyat Sudan adalah penganut Ahlus Sunnah.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Sudan dalam pertemuan negara-negara Afrika di ibu kota Ethopia  mengatakan, “Dengan adanya hubungan diplomatik yang baik antara Sudan dan Iran selama ini sangat disayangkan dimanfaatkan oleh Iran untuk menyebarkan dan mendakwahkan ajaran Syiah pada penduduk Sudan, hal ini lah yang membuat kami harus menghentikan hubungan baik ini.”

Umar Hasan al Basyir menambahkan, “Kami di Sudan tidak mengenal Syiah, dan semua rakyat Sudan adalah penganut Ahlus Sunnah.”

“Kami telah merasa cukup dengan apa yang kami punyai, dan kami menolak memasukkan paham-paham baru di Sudan, karena itu kami secara tegas menutup kantor pusat kebudayaan Iran di Sudan.” tambahnya.

Mengenai bergabungnya Sudan dalam koalisi yang dibentuk Arab Saudi untuk menyerang Yaman, Presiden Sudan menjelaskan, “Bergabungnya tentara Sudan untuk menggempur Yaman tidaklah bermaksud bahwa Sudan itu anti Iran, melainkan untuk membantu pemerintah berdaulat Yaman agar kembali mendapatkan keamanannya dan bisa membersihkan Yaman dari anasir-anasir yang berpotensi mengancam keamanan Arab Saudi.”

Disebutkan, militer Sudan bergabung dalam koalisi perang yang dibentuk oleh Arab Saudi, dan ratusan tentara Sudan sampai saat ini masih berada di wilayah Yaman bersama dengan tentara negara koalisi lainnya. Sejumlah dari tentara Sudan telah tewas menyusul kegagalan pasukan koalisi untuk menaklukkan Yaman.

Klaim Umar Hasan Ahmad al Basyir tersebut dibantah oleh pihak Iran. Keberadaan kantor pusat kebudayaan Iran di Sudan sebagai bagian dari bentuk kerjasama kebudayaan antar kedua negara tersebut telah terjalin cukup lama dan tidak pernah mendapat penentangan dan persoalan dari masyarakat setempat. Termasuk kegiatan-kegiatan kebudayaan tersebut, dibuka dan dihadiri sendiri oleh pejabat-pejabat tinggi Sudan.

Kebijakan Sudan yang cenderung anti Iran dan anti Syiah disinyalir karena keberhasilan dakwah Wahabi di Sudan bahkan sampai memberi pengaruh pada kebijakan-kebijakan pemerintah Sudan. Bulan Agustus tahun 2014 pemerintah Sudan secara resmi menutup kantor pusat kebudayaan Iran di Sudan dan menetapkan larangan beraktivitas.

Kunjungan Umar al Basyir ke Arab Saudi pada bulan Oktober tahun 2015, yang menyepakati kerjasama politik dan ekonomi yang lebih meluas dengan Arab Saudi menurut sumber yang terpercaya, juga sekaligus Sudan mendapatkan kuncuran dana dalam jumlah yang sangat besar menyusul kebijakan-kebijakannya yang anti Iran dari Arab Saudi. Bahkan pada bulan Januari tahun 2016 menyusul ketegangan hubungan Tehran dan Riyadh, Sudan juga memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Pernyataan Presiden Sudan yang menyebut penduduk Sudan tidak ada yang bermazhab Syiah juga menimbukan kontroversial sebab dari data penduduk Sudan sendiri, terdapat 587 ribu penduduk Sudan yang bermazhab Syiah sementara dari Pew Research Center New York yang mendata aktivitas keagamaan dan kebudayaan penduduk dunia menyebutkan penduduk Sudan yang bermazhab Syiah dari data tahun 2009 berjumlah sebanyak 300.000 orang.

 

 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
haj 2018
We are All Zakzaky