Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As:

Makna Sempurna Kemanusiaan Mengkristal dalam Kehidupan Para Imam A

  • News Code : 772227
  • Source : ABNA
Brief

“Kehidupan Ahlul Bait As adalah kehidupan yang khas dan penuh nilai, mereka merefleksikan kesempurnaan hidup manusia yakni makna sempurna kemanusiaan dan manusia lebih utama dari seluruh malaikat telah mengkristal dalam kehidupan Maksumin As."

Menurut Kantor Berita ABNA, sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As dalam sebuah program televisi “Kuve Mahabbah” yang di siarkan secara live bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Imam Ridha As dari Haram(makam) beliau di kota Masyhad mengungkapkan, “Kehidupan Ahlul Bait As adalah kehidupan yang khas dan penuh nilai, mereka merefleksikan kesempurnaan hidup manusia yakni makna sempurna kemanusiaan dan manusia lebih utama dari seluruh malaikat telah mengkristal dalam kehidupan Maksumin As."

Hujjatul Islam Wal Muslimin Akhtari dalam program yang di tayangkan pada sabtu (13/8) melalui channel 2 Stasiun TV Iran menambahkan, “Pemimpin besar revolusi menguraikan dengan begitu apik dan manis tentang para Imam As dalam sebuah buku yang berjudul “Manusia 250 tahun” dan dengan membaca buku ini, makna kemanusiaan dan keutamaan manusia dalam kehidupan para Imam As akan terpahami”

Beliau melanjutkan, “Periode di mana Imam Ridha As di nobatkan sebagai putra mahkota merupakan periode ‘pengecualian’ dalam kehidupan beliau dan tidak pernah terjadi pada imam-imam lainnya. Beliau berposisi layaknya sebagai raja dan mempunyai kedudukan khusus namun kondisi ini tidak mengubah kehidupan beliau”.

Akhtari menambahkan, “Salah satu di antara tujuan-tujuan Makmun dalam penobatan Imam Ridha As sebagai putra mahkota adalah membawa beliau ke dalam lingkaran kekuasaan dan kedudukan sebagai penguasa hingga masyarakat berpikir bahwa para Imam As pun tidak berbeda dengan para penguasa lainnya, namun mereka melihat bahwa posisi dan status sebagai putra mahkota tidak menimbulkan perubahan pada diri Imam Ridha As”.
Beliau dengan mengisyaratkan hadits “Silsilah al dzahab” mengatakan, “Imam dalam suatu perjalanan dari Madinah ke Thus serta melewati berbagai kota dan pedesaan bertemu dengan para ulama dan muhaddits dan di kota Nishabur beliau menyampaikan hadits “Silsilah al dzahab” dalam pertemuan besar yang di hadiri oleh 20 ribu orang ulama dan cendikiawan”.

Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As menambahkan, “Nabi mengenalkan Imam Ridha sebagai ‘Alim keluarga Muhammad Saw. Di Thus beliau turut serta dalam pelbagai forum debat ilmiah dan di forum-forum tersebut keunggulan ilmu beliau nampak sangat menonjol”.

Beliau memaparkan tentang keperibadian tinggi Imam Ridha As dari lisan musuh-musuhnya dan berkata, “Makmun dalam menjawab penolakan dan penentangan orang-orang di sekitarnya terkait dengan penobatan Imam Ridha As sebagai putra mahkota menyatakan, “Saya tidak menemukan orang yang lebih baik dan lebih unggul dari Ali bin Musa al Ridha di antara ciptaan Tuhan”.

Hujjatul Islam Akhtari tentang sikap pemurah Imam Ridha As mengungkapkan, “Apa yang kami katakan tentang kepemurahan Imam Ridha As ibarat setetes air dari samudera keangugan beliau. Lautan manusia ini, semua orang-orang yang memohonkan hajat dan kesulitannya ini, fakir dan kaya, besar dan kecil, semua yang datang menziarahi beliau merupakan dalil terbaik akan kemurahan hati Imam yang rauf ini. Para pecinta beliau tidak hanya datang pada masa hidupnya melainkan setelah kematian beliau pun, berdatangan untuk berziarah di tempat suci ini”.
Berkenaan dengan gaya hidup Imam Ridha As, dengan membacakan sebuah riwayat dari pengikut para penentangnya, beliau mengatakan, “Ibrahim bin Abbas Shuli seorang yang bekerja untuk Bani Abbas serta dekat dengan Makmun, Mu’tazim dan Mutawakkil Abbasi berkata; Aku tidak pernah melihat dan mendengarkan pribadi yang lebih baik dari Ali bin Musa al Ridha As”.

Ibrahim bin Abbas menukilkan akhlak menakjubkan beliau seperti ini, “Aku tidak pernah melihat Abu al Hasan al Ridha As dalam berbicara bersikap kasar atau tidak lembut kepada seseorang; aku tidak pernah melihatnya memotong pembicaraan orang sebelum menyelesaikannya; Ia tidak pernah menolak permintaan seseorang yang mampu Ia lakukan; Ia tidak pernah menjolorkan kaki di depan orang yang duduk bersamanya; Ia tidak pernah bersandar mendahului orang-orang yang duduk bersamanya; aku tidak pernah melihatnya berkata buruk kepada para pelayan dan budak-budaknya; aku tidak pernah melihatnya meludah; aku tidak pernah melihatnya tertawa terbahak-bahak melainkan tertawa dengan senyuman ... hingga Ia berkata: Barang siapa yang mengatakan pernah melihat yang serupa dengannya dalam keutamaan, janganlah engkau percaya”.

Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As di akhir pembicaraan mengatakan, “Semua itu merupakan kepemurahan dan kebesaran Imam Ridha As di mana para musuhnya pun menyanjungnya seperti ini dan sudah selayaknya setiap sikap dan tindakan Imam Ridha As menjadi sebuah pelajaran dan kita amalkan.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram