Pasca Peristiwa Terorisme Nice;

Surat Terbuka Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As Kepada Francois Hollande dan Pejabat-Pejabat Eropa

  • News Code : 767224
  • Source : ABNA
Brief

Dengan melayankan surat terbuka kepada Francois Hollande Presiden Prancis serta para pejabat pemerintah negara-negara Eropa, Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As menjelaskan beberapa poin penting terkait dengan terorisme takfiri dan internasional.

Menurut Kantor Berita ABNA, dengan melayankan surat terbuka kepada Francois Hollande Presiden Prancis serta para pejabat pemerintah negara-negara Eropa, Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As menjelaskan beberapa poin penting terkait dengan terorisme takfiri dan internasional.

Hujjatul Islam Wal Muslimin Akhtari dalam surat ini mengisyaratkan perintah-perintah Al Quran, Nabi Saw dan Imam Ali As tentang penghormatan terhadap jiwa para non muslim dan menulis, “Memiliki nama berbahasa arab dan penampilan Islami tidak lantas bermakna bahwa para pelaku kejahatan ini telah mengamalkan dan melakukan perintah-perintah Islam. Sejarah panjang kehidupan damai para penganut agama-agama di negeri-negeri Islam adalah petanda paling jelas dalam perkara ini.

Di akhir surat terbuka ini beliau meminta Presiden Prancis dan para pejabat tinggi pemerintah negara-negara Eropa agar dengan mengesampingkan pendekatan-pendekatan standar ganda serta permainan politik, menjalankan tanggung jawab historisnya dalam menghadapi terorisme takfiri minimalnya demi menjaga dan melindungi jiwa anak-anak dan warga negara mereka yang tidak berdosa dan menambahkan, “Ulama Islam sejati dan para politisi atau negarawan serta lembaga-lembaga dari kelompok negara-negara Islam yang benar-benar ingin berjuang melawan terorisme adalah teman dan mitra terbaik anda dalam perlawanan ini”.

Teks Surat Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As Sebagai Berikut:

Yang Mulia Francois Hollande, Presiden Prancis!

Yang Mulia Para Presiden, Perdana Menteri Serta Para Pejabat Tinggi Pemerintahan Negara-Negara Eropa!

Peristiwa pahit malam lalu di kota Nice Prancis yang berakhir dengan terbunuhnya belasan orang tak berdosa serta puluhan lainnya yang luka-luka, telah mendorong saya untuk menulis surat ini kepada anda. Olehnya itu, sebelumnya saya merasa perlu atas nama ratusan anggota Majma Jahani Ahlul Bait As yang bekerja sama dengan lembaga internasional ini di seluruh penjuru dunia, menyatakan kecaman atas serangan terorisme ini.

Begitupula, dengan ucapan duka kepada anda saya turut berbelasungkawa kepada para keluarga korban kejahatan ini sembari memohon kepada Tuhan ketenangan bagi ruh para korban.

Peristiwa-peristiwa pahit semacam ini telah bertahun-tahun mengganggu kawasan kami serta negara-negara Islam dan kini telah sampai di negara-negara anda; kemarin di Paris dan Brussel serta Orlando, hari ini di Nice, dan besok hanya Tuhan yang tahu di mana peristiwa ini akan terjadi? Apakah seperti yang di ancamkan kelompok teroris takfiri kota-kota Roma, London, Berlin dan Wina akan segera menyaksikan pula tumpahan darah di jalan-jalan oleh kelompok teroris ISIS dan al Qaidah? Dan apakah dengan kondisi seperti ini, dunia masa-depan yang baik bisa di harapkan?
Apa penyebab kejadian-kejadian ini? Di manakah sesungguhnya akar dan asal-muasal kelompok-kelompok teroris yang bahkan terhadap anak-anak kecil yang tidak bersalah pun mereka tidak kasihani? Apakah mereka muslim? Pemikiran apa yang menjadi pijakan tindakan-tindakan mereka? Dan dari manakah mereka memperoleh bantuan finansial dan persenjataan?

Bapak Francois Hollande dan para pemimpin negara-negara Eropa!

Meskipun saya mengetahui dengan baik bahwa anda telah mengetahui jawaban-jawaban pertanyaan tersebut secara baik, namun demi nurani umum dunia yang saat ini sedang terusik dan cemas, dalam surat ini saya ingin mengingatkan lima poin:

1. Anda dan seluruh warga barat, ketahuilah bahwa tindakan-tindakan semacam ini tidak pernah di dukung oleh agama Islam. Memiliki nama berbahasa arab serta penampilan Islami tidak lantas bermakna bahwa para pelaku tindakan-tindakan ini telah menjalankan perintah-perintah Islam. Sejarah panjang kehidupan damai para penganut agama-agama di negeri-negeri Islam adalah petanda paling jelas dalam perkara ini. Begitu pula kecaman dan kutukan dari ulama-ulama Islam – dari berbagai golongan Sunni dan Syiah – merupakan petunjuk jelas di mana umat Islam hendak menyatakan bahwa kelo
mpok-kelompok teroris takfiri bukanlah dari kalangan mereka. Al Quran secara gamblang telah menjelaskan kebijakan umum Islam dalam kaitannya dengan perlindungan jiwa dan penjagaan hak-hak kemanusiaan kalangan non muslim seperti ini, “لا ینهاکم الله عن الذین لم یقاتلوکم فی الدین و لم یخرجوکم من دیارکم أن تبروهم و تقسطوا إلیهم إن الله یحب المقسطین ; Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil(surah al Mumtahanah/8)”. Perbuatan ini di lakukan Rasulullah Muhammad Saw di awal-awal kepemimpinannya dan dengan mengeluarkan “Piagam Madinah” beliau memenuhi perlindungan hak-hak, jiwa dan harta kalangan non muslim. Dan Imam Ali As, pemimipin seluruh mazhab-mazhab Islam, dalam titah bersejarahnya mengajarkan kepada seluruh kaum muslim sepanjang sejarah agar menghormati seluruh masyarakat dengan berbagai latar agama dan keyakinan, beliau menulis, “انهم صنفان اما اخ لک فی الدین او نظیرک فی الخلق; Masyarakat itu ada dua macam entah mereka itu adalah saudaramu dalam agama atau mereka itu sama dengan dirimu sebagai manusia”.

2. Dengan memperhatikan apa yang telah lalu, apa alasannya sehingga peristiwa-peristiwa ini selalu di hubungkan dengan “Agama Islam” dan “Masyarakat muslim”? mengapa bapak Hollande setelah peristiwa ini terjadi, kembali menyebut hal itu sebagai terorisme Islam? Sebagaimana sejak pertama kali kelompok teroris ISIS memulai aktivitasnya, kalian para politisi negara-negara barat dan juga media-media kuat kalian menyebut kelompok para penjahat ini sebagai “Pemerintahan Islam(Daulah Islamiyah)”! sementara lebih dari satu miliar muslim di seluruh dunia, menyebut orang-orang ini sebagai penjahat-penjahat yang tidak pernah menghirup aroma Islam dan ajaran kemanusiaan.

3. Aksi-aksi teroris yang terjadi di negara-negara anda merupakan sebuah refleksi dari apa yang dengannya kami hidup di kawasan dan dengan apinya bangsa-bangsa kami terbakar. Seandainya waktu itu, ketika kelompok-kelompok teroris ini menghancurkan kota-kota di Pakistan, Afganistan, Irak serta Suriah dan negara-negara Eropa bukannya mendukung mereka di forum-forum internasional tetapi memikirkan tentang cara menumpas mereka, maka hari ini anda tidak akan menyaksikan kekerasan-kekerasan ini sampai di rumah-rumah kalian.

4. Bagi kami sungguh menakjubkan ketika Prancis saat ini tengah menjadi sasaran serangan kelompok-kelompok terorisme takfiri, para politikus negara ini malah mendukung “kelompok-kelompok teroris munafiqin”! Prancis pada serangan teroris Paris dan Nice memberikan korban sekitar 300 orang namun masih mengizinkan dirinya memberi dukungan kepada para penjahat teroris yang telah membunuh sebanyak 17.000 warga Iran yang tak berdosa! Dan lebih buruk lagi, lima hari yang lalu Prancis mengizinkan Turki al Faisal salah seorang wajah penting pihak keamanan keluarga Su’ud yang membentuk kelompok-kelompok teroris takfiri seperti Thaliban, al Qaidah, Daesh(ISIS), Boko Haram serta Jabhah al Nushrah, untuk berpidato di ibu kota Prancis dalam rangka mendukung terorisme! Renungkanlah sebentar, apakah peristiwa-peristiwa pahit serangan teroris terhadap warga negara-negara barat yang tak berdosa bukan hasil alami dari tindakan-tindakan semacam ini?

5. Para penjahat takfiri yang telah tercemari pemikiran-pemikiran tidak manusiawi “Wahabiyah” dan “Salafiyah”, tidak pernah membedakan kecil dan besar, wanita dan laki-laki, hitam dan putih, orang Eropa dan orang Asia serta muslim dan non muslim. Teroris takfiri tidak punya agama tertentu; melainkan berupaya membantai seluruh orang-orang yang tidak berpikir sama seperti mereka. Mengingat bahaya ini telah mendunia, satu-satunya cara untuk terbebas dari keburukan mala petaka ini ialah semua negara-negara di dunia memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelidiki dan mencari akar-akarnya. Yang pertama kali mesti di lakukan dalam tindakan ini ialah menutup seluruh jalan dan kanal-kanal bantuan finansial dan persenjataan kepada kelompok-kelo
mpok teroris serta menutup perbatasan-perbatasan yang memungkinkan pasukan-pasukan darat mereka bergabung. Anda dan sistem-sistem keamanan anda mengetahui dengan baik di mana ribuan anggota teroris al Qaidah, ISIS dan Jabha al Nushrah itu mengambil uang; dari negara-negara mana saja mereka memasok persenjataan militer dan teknologi komunikasi; dan fatwa-fatwa ulama serta mufti manakah yang menjadi rujukan mereka dalam melegalkan(secara syariat) kejahatan-kejahatan mereka.

Presiden Prancis dan para pejabat tinggi negara-negara Eropa!

Sudah saatnya demi menjaga serta melindungi jiwa anak-anak dan warga negara kalian yang tak berdosa, dengan mengesampingkan pendekatan-pendekatan standar ganda dan permainan politik, melakukan tanggung jawab historisnya dalam menghadapi terorisme takfiri. Ulama Islam sejati dan para negarawan serta lembaga-lembaga dari kelompok negara-negara Islam yang betul-betul ingin berjuang melawan terorisme adalah teman dan mitra terbaik anda dalam perlawanan ini”.

والسلام علی من اتبع الهدی
Muhammad Hasan Akhtari
Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As
25 Tir 1395 S / 15 Juli 2016


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram