Berita Majma:

Pernyataan Majma Jahani Ahlul Bait As Terkait Pencabutan Kewarganegaraan Ayatullah Isa Qasem

  • News Code : 763759
  • Source : ABNA
Brief

Majma Jahani Ahlul Bait As meminta kepada para tokoh, pejabat negara, orang-orang berpengaruh di berbagai negara dan juga lembaga-lembaga internasional dan hak-hak azasi manusia dengan menggunakan seluruh kemampuan dan fasilitasnya, mencegah berlanjutnya tindakan-tindakan irrasional para penguasa negara Bahrain.

Menurut Kantor Berita ABNA, melanjutkan tindakan-tindakan aneh serta tidak manusiawinya, rezim Bahrain mencabut kewarganegaraan Ayatullah Isa Qasem! Menyusul tindakan tak pantas ini, Majma Jahani Ahlul Bait As mengeluarkan surat penyataan penting.

Teks surat pernyataan selengkapnya sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِن يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِين


“Aku akan palingkan dari tanda-tanda-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda-Ku mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya(Surah al A’raf/146)”.

Saat-saat sekarang ini kaum muslimin sedunia sedang duduk di belakang meja perjamuan penuh berkah bulan ramadhan, mereka melewatkan malam serta hari-harinya dalam ibadah dan penghambaan; bulan keindahan yang di dalamnya bahkan orang-orang non muslim pun turut mengungkapkan kebersamaan dan solidaritas dengan para penganut agama paripurna serta ikut menyiapkan kondisi yang kondusif bagi mereka untuk berpuasa dan beribadah.

Namun di saat-saat sekarang ini pula, rezim berkuasa di Bahrain yang seakan tidak pernah mencium aroma Islam dan Al Quran serta ajaran Nabi Saw, bukannya bersikap lembut kepada rakyatnya dan menyiapkan kondisi yang kondusif bagi mereka untuk berpuasa dan melakukan amal ibadah, dengan arogan melanjutkan berbagai bentuk kezaliman dan kejahatannya serta semakin menekan kaum mukminin dengan berbagai tekanan aneh.

Setelah melarang dan membubarkan organisasi Islam Bahrain al Wifaq beserta dua kelompok lainnya dan setelah pemanggilan tanpa alasan para ulama, rezim keluarga Khalifah mengubah situasi serta kondisi di pusat-pusat keagamaan serta mesjid-mesjid menjadi menakutkan dan mencemaskan; dan setelah mereka mengambil keputusan untuk menjarah dana-dana syariat masyarakat(hasil pembayaran kewajiban syar’i seperti zakat, humus dll), hari ini dengan tindakan lainnya telah menunjukkan kegilaan yang memuncak.

Tim pemerintahan kekeluargaan Bahrain, hari ini dengan arogan merasa berhak untuk mencabut kewarganegaraan salah seorang tokoh bangsa Bahrain. Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasem yang melalui keputusan aneh serta menggelikan dari menteri keluarga Khalifah sekarang ini tidak lagi memiliki hak kewarganegaraan, adalah seorang ulama yang zuhud, di cintai, mengakar, bersih dan baik, berakhlak serta cendekia di mana umurnya yang penuh berkah itu Ia habiskan di jalan pengabdian ilmu, agama, budaya dan sosial.

Namun pemerintahan keluarga Khalifah dengan begitu lancang melancarkan berbagai tuduhan kepada tokoh menonjol ini seperti “Tidak menjalankan kewajiban sebagai warga negara”, “Mengusik dan mengacaukan kehidupan damai masyarakat”, “Memperdalam politik kesukuan”, “Menentang undang-undang dasar serta lembaga-lembaga pemerintah”, “Membuat perpecahan”, dan mencabut kewarganegaraannya.

Sementara Ayatullah Isa Qasem bukan hanya tidak menyulut api perpecahan dan perbedaan etnis, melainkan dalam beberapa tahun terakhir sangat berperan menjaga aksi ujuk rasa masyarakat agar tetap berlangsung damai serta tidak meluasnya api perpecahan kelompok.

Begitupula, rezim pemerintah Bahrain dengan biadab mencap serta menamai pewakilan syar’i Ayatullah Isa Qasem dari beberapa marja besar taklid dalam perkara-perkara hasbiyah, pengumpulan dan pengelolaan humus dan zakat serta pengabdian beliau di bidang keilmuan dan kebudayaan – di mana sepanjang sejarah telah menjadi bagian dari posisi dan tugas ulama sebagai agen asing. Mendirikan lembaga-lembaga agama yang mengikut kepada marjaiyyah politik dan religius luar negeri” serta “Upaya mewujudkan pemerintahan ulama” dan hal itu di sebutnya sebagai gerakan-gerakan untuk memecah masyarakat dan di jadikan sebagai acuan untuk mencabut hak kewarganegaraan beliau.

Terlepas dari aturan-aturan religius dan keislaman di mana rezim ini tidak terikat serta tidak menyakininya; dan terlepas dari hak-hak natural yang di tekankan dengan “Prinsip Tanah”; poin 15 deklarasi internasional hak-hak azasi manusia menjelaskan secara gamblang bahwa tak seorang pun dapat di cegah dari hak kewarganegaraannya secara sewenang-wenang.
Sekarang pertanyaan penting ini bagi seluruh warga dunia mengemuka bahwa bagaimana bisa sebuah keluarga yang tidak berhubungan dengan Bahrain tetapi dengan kekuatan dan dominasi serta bantuan kaum kafir berkuasa atas nasib rakyat negara ini, merasa berhak untuk mencabut kewarganegaraan penduduk asli negara ini, menjauhkan anak-anak negeri ini dari hak-hak mereka, memimpin mayoritas rakyat yang terzalimi secara zalim dan tanpa keridhoan mereka?

Majma Jahani Ahlul Bait As sebagai sebuah lembaga internasional yang beranggotakan ratusan cendekiawan, ulama, tokoh dan pemikir muslim, dalam ranah ini menekankan poin-poin berikut:

1. Mengecam keras berbagai bentuk tekanan keagamaan(mazhab), sosial serta politik terhadap masyarakat Bahrain, ulama negara ini, mesjid-mesjid serta kegiatan-kegiatan religius mereka.

2. Setiap pemerintahan – termasuk pemerintah Bahrain – berkewajiban melindungi hak-hak warga negaranya dan mereka tidak berhak memisahkan warganya dari tanah leluhur mereka. Kewarganegaraan dan keterkaitan seseorang dengan negerinya adalah hak natural dan legalnya. Pemerintah bukanlah pemilik manusia sehingga dapat menahan hak ini darinya; melainkan mereka adalah pelayan bagi warga negaranya.

4. Tindakan terakhir rezim Bahrain – baik itu peliburan lembaga-lembaga masyarakat sipil, tekanan kepada ulama, perusakan mesjid-mesjid, penahanan lama tokoh-tokoh nasional serta pencabutan kewarganegaraan tokoh-tokoh terhormat – bukan hanya tidak menguntungkan pemerintah Bahrain; melainkan urusan-urusan ini keluar dari kontrol orang-orang yang telah di kenal dan akan menggiring negara ini kejurang perang saudara serta krisis-krisis yang tidak dapat di atasi.

5. Walaupun jelas bahwa Hamed bin Isa Ali Khalifah tidak punya ikhtiar dan hanya menjalankan perintah-perintah tuan-tuannya(Amerika dan Keluarga Su’ud), namun setelah mengumumkan keputusan ilegal serta bertentangan syariat tentang pencabutan kewarganegaraan Ayatullah Isa Qasem, segala kejadian buruk yang semoga saja tidak terjadi kepada beliau, secara langsung berada dalam tanggung jawab penguasa negara ini beserta agen-agen bayarannya.

6. Majma Jahani Ahlul Bait As meminta kepada para tokoh, pejabat negara, orang-orang berpengaruh di berbagai negara dan juga lembaga-lembaga internasional dan hak-hak azasi manusia dengan menggunakan seluruh kemampuan dan fasilitasnya, mencegah berlanjutnya tindakan-tindakan irrasional para penguasa negara Bahrain.


Majma Jahani Ahlul Bait As

31 Khurdad 1395 S. / 14 Ramadhan 1437 H.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram