Berita Majma:

Sekjen Majma Jahani AB Tegaskan Dukung Suriah Hadapi Pemberontak

  • News Code : 750568
  • Source : ABNA
Brief

“Rakyat Iran tidak akan pernah melupakan dukungan pemerintah dan bangsa Suriah kepada kami pada masa agresi militer rezim Saddam. Pada zaman tersebut seluruh negara-negara Barat dan Arab bersatu melawan revolusi Islam tetapi “Hafidz Asad” dan rakyat Suriah membela Iran.”

Menurut Kantor Berita ABNA, rombongan warga Suriah yang terdiri dari para syaikh dan pemimpin kabilah-kabilah Suriah dari wilayah “Hims”, “Hasakah” dan “Rif Dimasyq” bertemu dengan sekretaris jenderal Majma Jahani Ahlul Bait As.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada selasa (26/4) di Tehran, di sela-sela sambutannya menemui para pemimpin kabilah-kabilah Suriah, Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait As menceritakan perihal kehadiran dirinya di Suriah selama bertahun-tahun sebelum dan sesudah revolusi Islam. Ia mengatakan, “kami bukan hanya berteman dengan masyarakat Suriah melainkan bersaudara”.

Hujjatul Islam wal Muslimin Akhtari melanjutkan, “Rakyat Iran tidak akan pernah melupakan dukungan pemerintah dan bangsa Suriah kepada kami pada masa agresi militer rezim Saddam. Pada zaman tersebut seluruh negara-negara Barat dan Arab bersatu melawan revolusi Islam tetapi “Hafidz Asad” dan rakyat Suriah membela Iran.”

Dia kemudian menyinggung kondisi faktual negara tersebut dan berkata, “Sekarang pun seluruh negara-negara Barat dan Arab berdiri melawan pemerintahan Suriah dan mereka ingin melenyapkannya lantaran selalu bersama poros muqawamah(perlawanan Islam).”

Akhtari lebih lanjut menekankan, “Sebagaimana pada masa lalu Hafidz Asad berdiri di belakang kami, sekarang pun Iran dengan petunjuk pemimpin besar revolusi dan dengan bantuan para pemudanya yang penuh semangat bangkit membantu pemerintah dan bangsa Suriah.”

Mantan duta besar Iran di Damaskus tersebut menyebut alasan dukungan Iran kepada negara Suriah sebagai bentuk bantuan terhadap garis terdepan perlawanan Islam, beliau menjelaskan, “ bantuan-bantuan ini akan terus berlanjut hingga wilayah teritorial Suriah dan tempat-tempat suci telah bersih dari polusi kaum takfiri.”

Dengan mengingatkan kembali pengalaman pada tahun-tahun awal revolusi Islam dalam menghadapi teroris, Ia mengatakan, “Di Iran pun sebelumnya terdapat banyak kelompok-kelompok teroris yang menghadang rakyat dengan senjata dan Imam Khomeini ra memerintahkan untuk melawan mereka; dan pemerintah dengan bantuan rakyat mampu menaklukkan kelompok-kelompok tersebut.”

Akhtari menegaskan, “Oleh sebab itu, rakyat Suriah pun harus bersatu dengan pemerintahnya dalam berhadapan dengan kelompok-kelompok teroris.”

Dia melanjutkan, “Pemerintah Suriah dan Basyar Asad, meskipun telah meraih kemenangan-kemenangan penting dalam perang dengan kelompok teroris, tanpa bantuan dan kerjasama rakyat Suriah tidak akan mampu mengatasi tindakan-tindakan subversif dan terorisme kelompok-kelompok takfiri. Serangan-serangan seperti peledakan bom serta aksi-aksi bom bunuh diri hanya bisa berkurang dengan bantuan masyarakat itu sendiri.”

Akhtari dengan menekankan pentingnya kerja sama antara kabilah-kabilah Suriah dengan pemerintah dalam semua ranah, menyinggung pula pentingnya peran kalangan cendikia. Ia berkata, “Peran dan posisi anda semua sebagai para syaikh dan pemimpin kabilah-kabilah masyarakat Suriah sangatlah signifikan. Anda semua harus memberitahu atau memberikan pencerahan kepada masyarakat sehingga hasil informasi dan pencerahan tersebut adalah penumpasan kekuatan pasukan takfiri.”

Sekretaris jenderal Majma Jahani Ahlul Bait As di akhir pertemuan, sembari mengharapkan kunjungan tersebut bermanfaat bagi para pemimpin kabilah-kabilah Suriah, ia berkata, “Masa depan adalah milik anda dan rakyat anda dan kita berharap tidak lama lagi menyaksikan kedamaian dan stabilitas di Suriah.”

Di awal pertemuan ini, sepuluh orang dari pimpinan kabilah-kabilah Suriah dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih atas bantuan tanpa pamrih dari Rahbar, pemerintah dan rakyat Iran kepada rakyat dan pemerintah Suriah dan menegaskan bahwa jika bantuan-bantuan itu tidak ada, maka pasukan takfiri dengan bantuan negara-negara Barat dan Arab telah mengambil alih negara.

Dengan mengisyaratkan sebagian kejahatan-kejahatan kelompok teroris, mereka mengatakan, “Anasir-anasir Takfiri telah menghancurkan infrastruktur-infrastruktur negara dan telah membantai ribuan orang. Rezim Zionis serta poros Arab-Barat membantu mereka untuk menggulingkan pemerintahan Basyar Asad sehingga dapat melemahkan garis muqawamah(perlawanan).”

Para pemimpin kabilah-kabilah Suriah juga menekankan pentingnya aktivitas Iran dalam bidang “energi” dan “perdagangan” dan mengatakan, “Kami berharap Iran memasuki pasar-pasar Suriah dengan seluruh kemampuan sehingga kesempatan investasi bagi sebagian negara-negara Arab dan selain Arab yang bermusuhan dengan rakyat kami tidak tersedia.”

Mereka menambahkan, “Lantaran hancurnya pelbagai infrastruktur dan pembangkit tenaga listrik, perusahaan-perusahaan produksi kami tidak punya listrik dan tidak aktif.”

Pimpinan kabilah-kabilah Hims, Hasakah dan Rif Dimasyq dengan mengenang perjuangan pemimpin besar revolusi Islam Imam Khomeini ra. menekankan, “Kabilah-kabilah Suriah akan mendukung sepenuhnya pemerintah Suriah dan Basyar Asad serta berterima kasih dan tidak akan melupakan bantuan-bantuan republik Islam Iran kepada rakyat mereka.”

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Hasan Musawi Tabrizi perwakilan Majma Jahani Ahlul Bait As di Lebanon dan Suriah.

Patut di sebutkan bahwa para syaikh dan pimpinan kabilah-kabilah negara Suriah berkunjung ke Iran untuk bertemu dengan para tokoh, mengunjungi pusat-pusat kebudayaan dan sosial, mengenal capaian-capaian keberhasilan republik islam Iran serta prakondisi kerjasama dalam bidang industri dan perdagangan.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram