Berita Majma:

Majma Rilis Pernyataan Sikap Kecam Saudi atas Eksekusi Mati Syaikh Nimr

Majma Rilis Pernyataan Sikap Kecam Saudi atas Eksekusi Mati Syaikh Nimr

Rezim Al Saud, tidak memiliki bukti kekerasan atau gerakan bersenjata yang dilakukan oleh Syaikh Nimr. Karenanya tidak adil menjatuhkan hukuman mati atas tokoh yang memperjuangkan tegaknya keadilan di negerinya sendiri.

Menurut Kantor Berita ABNA, menyusul eksekusi mati tokoh reformis Arab Saudi, Syaikh Nimr Baqir al Nimr pada sabtu (2/1) oleh rezim Arab Saudi, Majma Jahani Ahlul Bait As turut meliris pernyataan tertulis yang berisi kecaman dan protes terhadap kebijakan anti demokrasi dan anti keadilan rezim repressif Arab Saudi. Dalam pernyataan tersebut, Majma menilai eksekusi mati Syaikh Nimr adalah upaya rezim Arab Saudi untuk memberangus hak-hak politik dan sosial rakyat Saudi yang menuntut terjadinya reformasi politik dan perubahan di negara petro dollar tersebut.

Berikut teks lengkap pernyataan sikap Majma Jahani Ahlul Bait As berkenaan dengan peristiwa dieksekusinya Ayatullah Syaikh Nimr Baqir al Nimr oleh rezim Arab Saudi:

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dengan menyebut nama Allah

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Qs. Al-Baqarah: 154)

Al Saud rezim otoriter, melanjutkan kebijakan represif dan diktator, dengan mengeksekusi mati sang pemberani, Asy Syahid Ayatullah Syaikh Nimr Baqir al-Nimr melalui tindakan ilegal di pengadilan yang telah direkayasa.

Sang martir, Syaikh Al-Nimr, menyuarakan tuntutannya dengan cara damai dan sah, tidak pernah menghasut rakyat untuk menggulingkan kekuasaan dengan cara-cara kekerasan apalagi dengan penggunaan senjata. Melalui orasi-orasi yang mencerahkan, ia mengkritik kebijakan diskriminasi rezim Arab Saudi terhadap wilayah Timur Arab Saudi yang didominasi komunitas  muslim Syiah di kawasan al Ahsa dan al Qatif selama sekitar satu abad lamanya.

Syaikh Nimr melakukan penolakan keras terhadap kesewenang-wenangan dan pelecehan terhadap hak dan martabat warga negara, khususnya pengikut Ahlul Bait As, yang oleh rezim Saudi dianggap warga kelas dua, dan tidak memiliki hak politik di negeri tersebut.

Syaikh Nimr menuntut persamaan hak bagi semua warga negara dan menekankan pada kebutuhan untuk pemilu yang bebas. Dia juga menyoroti perlunya rekonstruksi pemakaman Imam Suci di Baqi Madinah dan pemberlakuan sikap yang sama kepada komunitas muslim Syiah sebagai sama-sama umat Islam.

Dia juga meminta reformasi metode pengajaran dan buku pelajaran di Arab Saudi yang menurutnya memuat materi-materi takfirisme.

Rezim Al Saud, tidak memiliki bukti kekerasan atau gerakan bersenjata yang dilakukan oleh Syaikh Nimr. Karenanya tidak adil menjatuhkan hukuman mati atas tokoh yang memperjuangkan tegaknya keadilan di negerinya sendiri.

Kebijakan otoriter Arab Saudi tersebut bertentangan dengan semua konvensi internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.  Kebijakan tersebut tidak lain hanyalah upaya pembalasan atas kekalahan memalukan di bidang politik, militer, dan ekonomi untuk menutupi kejahatannya dalam pembantaian di Yaman dan pemboman infrastruktur, rumah sakit, sekolah dan rumah-rumah orang-orang di Yaman, dan untuk menyembunyikan kejahatannya telah memberikan dukungan baik material maupun moril kepada kelompok teroris yang menebar teror kemanusiaan di Suriah, Irak dan negara-negara Islam lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Majma Jahani Ahlul Bait As menyatakan mengutuk tindakan  tidak adil, tidak Islami dan tidak manusiawi yang dilakukan kerajaan Arab Saudi. Majma juga mengajak organisasi-organisasi internasional, lembaga-lembaga pro demokrasi dan penegakan HAM, diseluruh dunia khususnya dari kalangan cendekiawan muslim untuk turut mengutuk kejahatan kemanusiaan tersebut dan bereaksi atas hal tersebut.

Semua pemerintah di seluruh dunia, bahkan rezim non-Islam dan sekuler, menunjukkan rasa hormat secara khusus untuk para sarjana, intelektual dan agamawan; tapi tindak pidana ini membuktikan bahwa bahwa Saudi tidak menghormati ulama Muslim dan bahkan masyarakat umum di Dunia Muslim.

Tidak diragukan lagi, pelaksanaan eksekusi mati Syaikh Nimr adalah kejahatan yang akan memiliki konsekuensi yang luas. Pihak yang mencari kebebasan dan keadilan tidak akan tinggal diam terhadap kekejaman rezim haus darah dari Al Saud dan akan memberikan balasan yang setimpal kepada rezim tersebut. .

Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (Qs. Asy Syu'araa': 227)

Majma Jahani Ahlul Biat

2 Januari 2016


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
haj 2018
We are All Zakzaky