IHSAN

  • News Code : 812042
  • Source : ABNA
Brief

Nabi bersabda, ihsan itu ialah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya. Dan jika engkau tak melihat-Nya, niscaya Dia melihatmu. (HR. Bukhari-Muslim)

Makna filosofis dari melihat adalah menyatunya antara subjek yang melihat dan objek yang dilihat. Itu mungkin sebabnya sehingga ihsan ditempatkan pada hirarki yang paling tinggi setelah iman dan Islam. Karena hanya dengan iman dan Islam-lah seseorang bisa melihat-Nya dengan jelas di semua hal dan di semua keadaan. Bukankah Dia sendiri yang telah berfirman: “Kursi-Nya meliputi seluruh langit dan bumi.” (2:255) Atau: “Kemana saja engkau menghadap maka di sanalah Wajah-Nya.” (2:115)

Nah, ketika ihsan juga bermakna kebaikan, berarti kebaikan yang dimaksud bukan hanya perbuatan lahiriahnya, tapi juga termasuk perbuatan batin yang mendasari perbuatan lahiriah tersebut. Yaitu, bahwa yang dilihat mata lahir adalah makhluk, tapi yang dilihat mata batin adalah Khaliq. Sehingga yang dilihat mata lahir ialah benda-benda yang banyak, terpisah-pisah dan mandiri. Tapi yang dilihat mata batin ialah satu kesatuan; satu kesatuan di antara sesama benda-benda itu, dan satu kesatuan antara benda-benda itu dan Khaliqnya. Namanya tauhid penciptaan.

Dalam Alquran, ihsan umumnya digunakan dalam pengertian bakti kepada orang tua, dan disusulkan setelah larangan mempersekutukan Allah (2:83, 4:36, 17:23, 46:15). Dan tentu cakupan serta nilai kebaikan kepada orang tua harus lebih besar ketimbang kepada manusia yang lain.

Sementara dalam kehidupan masyarakat, perintah ihsan diletakkan menyusul perintah menegakkan keadilan. Artinya, nanti disebut ihsan manakala perbuatan baik itu didahului oleh tegaknya keadilan. Perbuatan baik tanpa keadilan hanyalah topeng belaka untuk mengecoh anggota masyarakat.

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَآىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kalian dapat mengambil pelajaran." (QS. 16:90)

*Muhammad Rusli Malik
(Penulis Tafsir Al-Barru)


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram
ILMU

ILMU

IKHLAS

IKHLAS

SYUKUR

SYUKUR

IHSAN

IHSAN