Perintah Allah Ta'ala Untuk Mencintai Empat Sahabat Radhiyallahu'anhum

  • News Code : 810127
  • Source : FB M. Bhagas
Brief

"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai empat orang dari sahabatku. (Allah) mengabarkanku bahwa Dia mencintai mereka dan memerintahkanku untuk mencintai mereka."

Jika disebut "empat sahabat", biasanya yang terlintas di benak kita adalah Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman, dan Imam 'Ali as. Entah apa yang menjadikan nama mereka sepaket. Mungkin karena mereka sebagai pemimpin politik pertama secara berurutan pasca wafatnya Nabi Saw.

Ah, tetap saja bagiku diantara mereka hanya Imam 'Ali as yang terpilih secara dalil, bukan sekedar dipilih oleh ijtihad manusia. Selain itu, dalil mengenai Imam 'Ali tidak sebatas sebagai pemimpin politik, tapi juga kepemimpinan agama.

Terlepas dari pro kontra tentang itu, kami menemukan sebuah hadits yang memerintahkan untuk mencintai empat sahabat. Dalam kitab Musnad Ahmad, jilid 16, halaman 484, riwayat no. 22864 berikut:

حدثنا ابن نمير عن شريك ثنا أبو ربيعة عن بن بريدة عن أبيه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ان الله عز و جل يحب من أصحابي أربعة أخبرني انه يحبهم وأمرني ان أحبهم، قالوا: من هم يا رسول الله، قال: ان عليا منهم وأبو ذر الغفاري وسلمان الفارسي والمقداد بن الأسود الكندي

Dengan sanad sampai kepada Ibn Buraidah dari ayahnya: Rasulullah Saw bersabda:

"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai empat orang dari sahabatku. (Allah) mengabarkanku bahwa Dia mencintai mereka dan memerintahkanku untuk mencintai mereka."

Ditanyakan kepada Baginda Saw: "Siapa mereka wahai Rasulullah?"

Rasulullah Saw menjawab: "Ali diantara mereka, Abu Dzar Al-Ghiffari, Salman Al-Farisi dan Miqdad bin Aswad Al-Kindi."

Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Musnad, tahqiq: Hamzah Ahmad Zain, cet. 1, jilid 16 (Kairo: Dar Al-Hadits, 1416 H/1995 M), hlm. 484.

______________

Status

Muhaqqiq kitab berkomentar pada footnote (catatan kaki) riwayat no. 22864: "Sanadnya hasan".

Sedangkan menurut kami, hadits itu berstatus shahih. Mengapa? Karena Ibn Ma'in menilai Abu Rabi'ah tsiqah. Sedangkan jarh Abu Hatim terhadap Abu Rabi'ah tidak layak diterima karena dikenal berlebihan mencacatkan perawi. Oleh karena itu, jarh dari Abu Hatim jika ia menyendiri, maka tidak dijadikan hujjah.
______________

Catatan penting

Nah, jadi siapa empat sahabat yang harus kita cintai? Jawab: Empat nama yang disebut dalam hadits shahih tersebut.

Oh iya, anggaplah kita menerima pendapat bahwa hadits itu berstatus hasan, toh tetap saja bisa dijadikan hujjah. Mengapa? karena hadits hasan memang bisa dijadikan hujjah menurut ilmu hadits
______________

Referensi:

Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Musnad, tahqiq: Hamzah Ahmad Zain, cet. 1, jilid 16 (Kairo: Dar Al-Hadits, 1416 H/1995 M), hlm. 484.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram
IKHLAS

IKHLAS

SYUKUR

SYUKUR

IHSAN

IHSAN