Kesaksian Ummul Mu`minin Aisyah Terkait Kemuliaan Sayyidah Fatimah

  • News Code : 811227
  • Source : alhassanain
Brief

Setiap kali Fatimah as datang menemui ayahnya, Rasulullah saww berdiri menyambutnya kemudian mencium Fatimah dan Menempatkan beliau ditempat duduk Rasulullah saww.

Keutamaan dan keistimewaan Sayidah Fatimah dimata Rasulullah saww tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Tak terkecuali Aisyah RA sebagai saksi hidup, bagaimana Rasulullah saww mencintai, menghormati dan mengagungkan Sayidah Fatimah Zahra as.

Ummul Mukminin Aisyah meriwayatkan,
کلما دخلت فاطمة لابیها، فام من مکانه ثم قبلها و اجلسها فی مکانه
Setiap kali Fatimah as datang menemui ayahnya, Rasulullah saww berdiri menyambutnya kemudian mencium Fatimah dan Menempatkan beliau ditempat duduk Rasulullah saww.
(Sunan Turmudzi, Kitab Manaqib, Bab Ma jaa fi bab Fadhli Fatimah Hadist no.3872 hal.254/ Shahih Bukhari, Kitab Manaqib, Bab ALamat Nubuwwah fil Islam, Hadist 3426, hal.1327/ Sunan Ibn Majah, Kitab Janaiz, Bab Ma jaa Fi Dzkri Maradh Rasulillah Saww, Hadist 1621./ Shahih Muslim, Kitab Fadhail Shahabah, Bab Fadhail Fatimah as, Hadsit 2450, 4486, Hal. 1905/ Fathul Bari Fi Syarh Shahih Bukhari, Kitab Fadhail Shahabah, Hadist 3511 hal.99)

Jika kita menilik riwayat diatas, maka kita akan melihat keagungan sayidah Fatimah Zahra as dimata Allah swt dan Rasululullah saww dengan kesaksian Aisyah RA.

Arti kata “Kullama” dalam bahasa Arab
Didalam kitab-kitab bahasa Arab seperti: Mu’jam Maani al-jaami, Qamus Mujam Washith, Alughah Arabiyah Ma’ashir, Al-Raaidh, Mukhtar Shihah, Al-Ghani dan lainnya menerangkan arti dan makna “Kullama” adalah: Sebuah kalimat Syarat yang menunjukan “Istimrar” Yaitu: Terus-menerus, Keberlanjutan dan segala yang menunjukan keberkesinambungan dalam Perbuatan.

Artinya, Perbuatan itu akan dilakukan kapanpun, dimanapun, bagaimanapun ketika Objek datang kepada Subjek.

Perbuatan Nabi adalah Hujjah
Perbuatan Rasulullah saww, ketika Sayidah Fatimah as datang kepada beliau langsung berdiri menyambut, menciumnya dan menempatkannya ditempat duduk Rasulullah saww bukanlah perbuatan Emosional seorang Ayah kepada putrinya, melainkan bukti dan Hujjah kepada kita, keutamaan dan keagungan sayidah Fatimah Zahra as. Karena segala perbuatan Rasulullah saww, bahkan kepada putrinya adalah Wahyu yang diturunkan.

Allah Swt berkata didalam Surat Al-Najm:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ، إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
Al-Quran menegaskan bahwa segala perkataan dan perbuatan Rasulullah saww adalah wahyu dan Hujjah untuk kita semua. Sehingga kata “Kullama” (Acap kali/Setiap kali) ketika Sayidah Fatimah as datang kepada Rasulullah saww, Dimanapun, kapanpun, bagaimanapun, pasti Rasulullah saww akan melakukan hal yang sama yaitu Berdiri menyambut, Mencium dan Menempatkannya ditempat duduk beliau.

Kita renungkan dan Tafakkuri sejenak. Dahsyat! sungguh dahsyat perbuatan Rasulullah saww terhadap Sayidah Fatimah as! Yang mana hal tersebut dalam keadaan normal seharusnya dilakukan sang putri terhadapa ayahnya, namun ini adalah sebaliknya. Seakan Rasulullah saww, Khatam Anbiya wal Mursalin, Akal pertama, Sayidul Wujud, Nur Muhammadiyah Ilahiyah dan sang pemilik kedekatan “Qauba qausein aw adna” ingin menegaskan kepada kaum muslimin kedudukan Sayidah Fatimah Zahra as.

Ya Fatimah!! Mereka bertanya, dimana letak pusaramu?
Maka kami menjawab, Sesungguhnyaa pusara Sayidah Fatimah as terletak di hati dan jiwa kami.
Salam untukmu duhai Fatimah Zahra as……
Syafaati kami dan kedua orang tua kami di hari kiamat nanti…..

Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram