Menyambut Asyura, Apa yang Sebaiknya Saya Lakukan?

Menyambut Asyura, Apa yang Sebaiknya Saya Lakukan?

Di dalam bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 10, yang dikenal dengan hari Asyura' telah terjadi pembantaian atas keluarga suci Rasulullah Saw yaitu Imam Husein As dan keluarga serta para sahabatnya yang setia.

Besok kita sudah memasuki tanggal satu Muharram 1440 H. Di dalam bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 10, yang dikenal dengan hari Asyura' telah terjadi pembantaian atas keluarga suci Rasulullah Saw yaitu Imam Husein As dan keluarga serta para sahabatnya yang setia. 

Saya pikir, minimal selama sepuluh hari dalam setahun dan mulai besok (mulai satu Muharram hingga sepuluh Muharram) saya harus: 

Pertama, meningkatkan rasa cinta saya kepada Rasulullah Saw dan keluarga suci beliau. Menurut saya cinta yang baik adalah setelah mengenal mereka dengan baik, dan cinta yang sejati dan sebenarnya adalah dengan cara mentauladani mereka. Sedangkan cinta yang kosong adalah cinta tanpa mengenal mereka dan cinta palsu adalah mencintai mereka tetapi tidak mentauladani mereka. Dan jika cinta saya itu palsu, maka cinta palsu saya itu sama saja dengan menyakiti mereka, cuma tidak secara langsung. Jika dengan cara itu saya telah menyakiti mereka, maka sebenarnya saya menyakiti dan mencelakakan diri saya sendiri, di dunia dan juga di akhirat, karena mereka itu adalah para pembawa dan pemberi hidayah Ilahi yang merupakan imtidad Rasulullah Saw. 

Kedua, saya harus bisa mengurangi banyak tertawa dan sebisa mungkin akan saya hindari menonton dan mendengar celetoh para pelawak, baik di TV maupun di media lainnya, karena hal itu hanya akan membuat hati saya semakin keras. Jika hati saya ini semakin keras, maka saya akan semakin berat untuk melaksanakan ibadah, apalagi salat tahajjud. Saya juga berusaha untuk meninggalkan nonton film dan hal-hal yang lain bukan saja tidak ada manfaatnya bahkan akan merusak hati dan akhlak saya. 

Ketiga, saya harus menjadikan –minimal- 10 hari ini sebagai hari sedih dan duka atas musibah dan syahadah Imam Husein, keluarga dan sahabat setia beliau. Dan saya harus memberikan pemahaman kepada kaum muslimin yang lain yang belum mengerti (walaupun lewat WAG) bahwa musuh-musuh keluarga suci Nabi Saw, yaitu Yazid, Mu'awiyah dan kelompok serta pengikutnya, menjadikan hari Asyura' itu sebagai hari gembira, karena mereka berhasil membantai keluarga suci Rasul Saw. Bahkan mereka menjadikan hari itu sebagai lebaran anak yatim. Jika sekiranya kaum muslimin itu paham, pasti mereka pun akan merasa duka dan sedih atas musibah terbesar di sepanjang sejaran umat manusia itu, dan tidak mungkin mereka ikut merayakannya dengan berbagai macam acara, termasuk melakukan walimah dan pernikahan pada hari itu (jika mereka sudah paham dan sadar). 

Keempat, saya pikir mencintai dan mentauladani orang-orang baik dan jujur itu adalah bagian dari fitrah manusia tanpa kecuali. Apabila hal itu bersifat fitrah, maka tidak ada seorangpun yang tidak mencintai orang-orang yang baik dan jujur. Karena itu, mencintai dan mentauladani Rasulullah Saw dan kelurga suci beliau adalah fitrah manusia, karena mereka adalah puncak dan pelopor orang-orang baik dan jujur. Dengan itu, minimal pada 10 hari ini, saya harus mengenal mereka dengan lebih baik dan berusaha memperkenalkan mereka kepada kaum muslimin yang belum mengenal mereka dengan baik. Semoga saya dan semua orang-orang yang telah mengenalnya dengan baik, menjadi orang-orang yang jujur dan hidup kekal abadi di dalam surga bersama orang-orang yang suci dan jujur (Rasulullah Saw dan keluarga suci beliau). 

Kelima, saya pikir, sekiranya saya ini politikus ulung atau dosen politik terkenal, saya tidak akan mampu memberikan pemahaman dengan baik tentang info atau berita politik lewat media sosial kepada para membernya, dan saya yakin bahwa mereka yang membaca info politik saya tidak akan menjadi murid saya yang cerdas dalam berpolitik. Karena itu, mulai besok saya akan menghindari memposting berita atau info yag berbau politik karena hal itu hanya akan menambah beban pikiran mereka saja, di samping itu juga; memahami dengan baik berita politik itu tidaklah wajib dan tidak menambah iman, dan menolaknya juga tidak merusak iman dan akhlak. Lain halnya dengan berita musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Yaman,  atau info yang semacamnya. Karena itu, mulai besok, saya tidak akan memposting hal-hal yang berbau politik lagi di media sosial. Saya pikir, jika mereka betul- betul bertakwa kepada Allah Swt, maka Allah Swt akan memberikan info dan pelajaran politik kepada mereka dengan jalan lain, bukan dengan jalan postingan saya ini, apalagi saya bukan politikus ulung dan bukan juga dosen politik yang terkenal. Saya hanya tahu poitik dari hasil membaca alakadarnya dan hasil diskusi dengan kawan-kawan. 

Harapan saya, semoga saya akan memperoleh tambahan pahala dari Allah Swt dan menambah gembira Rasulullah Saw dan keluarga suci beliau, khususnya Imam Husein As, jika ada ikhwan/akhwat yang mau membaca tulisan sederhana ini dan mau mengamalkannya. Dan semoga pula rahmat, ampunan dan hidayah Allah Swt selalu menyertai saya, keluarga saya dan semua ikhwan- akhwat yang mengenal dan mencntai saya. Amin 

29 Dzulhijjah 1439 H

[Marzuki Amin]


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky