Magnet “Islam Moderat” Indonesia di Iran

  • News Code : 850125
  • Source : Parstoday
Brief

“Kami [ikut] bangga, Indonesia menjadi simbol Islam moderat di dunia, dan negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia,” tutur wakil menteri Luar negeri Iran urusan Asia Pasifik, Ebrahim Rahimpour Minggu malam (20/8/2017).

Pada acara resepsi diplomatik memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang berlangsung di Milad Tower, Tehran, nama Indonesia kembali disebut dengan lantang. Pengakuan tersebut bukan hanya dari besarnya populasi saja, tapi karakter bangsanya yang moderat menjadi perhatian negara-negara dunia, termasuk Iran.

“Kita senang, Indonesia dengan kebijakan pemerintahannya tidak mengizinkan pihak-pihak tertentu menyebarkan ekstremisme di tengah masyarakat Muslim. Indonesia secara bijak dengan program yang baik berhasil menjaga dan mempertahankan Islam moderatnya, yang sepenuhnya seirama dengan pandangan Iran dalam pemberantasan terorisme,” ujar Rahimpour.

Suara senada juga ditegaskan para pejabat tinggi Iran lainnya. Tahun lalu, Ketua parlemen Iran, Ali Larijani dalam pertemuan dengan ketua MPR Republik Indonesia Zulkifli Hasan hari Senin (5/12/2016) menyebut Indonesia sebagai negara paling berpengaruh di dunia Islam. Kedua negara besar Muslim ini memiliki potensi besar yang terus digali dan dikembangkan melalui peningkatan kerja sama di berbagai bidang.

Indonesia memiliki populasi penganut mazhab Sunni terbesar di dunia, sedangkan Iran adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut mazhab Syiah. Di bidang politik, kedua negara memiliki pandangan yang dekat dan selama ini menjalin hubungan erat. Di arena internasional, Indonesia dan Iran saling mendukung kandidat masing-masing di PBB dan organisasi internasional lainnya.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih atas dukungan Republik Islam Iran dalam pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020,” tutur Dubes Indonesia untuk Iran, Oktavino Alimudin Minggu malam.

Pada acara sambutan upacara bendera peringatan HUT kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Kamis (17/8/2017), Dubes Octavino menegaskan, “KBRI Tehran sebagai perwakilan negara Republik Indonesia akan semakin aktif dalam mendorong kerja sama di berbagai bidang dengan Negara Islam Iran, terutama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya,”.

"Selama beberapa tahun terakhir, 10 menteri Indonesia sudah berkunjung ke Iran," ujar Oktavino Minggu malam.

Dalam sambutan resepsi diplomatik KBRI yang berlangsung di Milad Tower, Dubes Indonesia untuk Iran juga menyinggung hubungan baik kedua negara di bidang ekonomi dan pariwisata. Menurutnya, sejumlah negosiasi sudah dilakukan di sektor minyak dan gas, dan pembukaan rute penerbangan langsung. Pemerintah Jakarta juga semakin aktif meningkatkan kerja sama di bidang pemuda dan olahraga dengan Tehran.

Di bidang teknologi, digelar konferensi teknologi nano di Indonesia pada bulan Agustus 2017 ini yang mendorong peningkatan hubungan kedua negara di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Langkah untuk mempererat hubungan kebudayaan antara kedua negara terus dipacu oleh pemerintah Iran dan Indonesia yang dilakukan melalui berbagai kegiatan.

Even kebudayaan terbaru KBRI Tehran mempersembahkan pameran lukisan bertema "Budaya Perdamaian" karya Jeihan Sukmatoro, yang dibuka secara resmi oleh Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia Minggu malam (20/8/2017) dan dihadiri para pejabat tinggi Iran dan diplomat dari berbagai negara sahabat.

Dalam pidato sambutannya pada acara tersebut, Deputi menlu Iran urusan Asia-Pasifik, Ebrahim Rahimpour menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra terpercaya Iran di Asia, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Selama beberapa tahun terakhir banyak terobosan penting dilakukan kedua negara untuk meningkatkan hubungannya. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, tapi Jakarta dan Tehran sangat antusias untuk meningkatkan hubungan kerja sama demi kepentingan nasionalnya masing-masing.

Walaupun volume perdagangan Indonesia dan Iran tahun ini masih di kisaran empat ratusan juta dolar, tapi kedua pihak optimis untuk meningkatkannya beberapa kali lipat. Dalam kunjungannya ke Iran tahun lalu, Presiden Joko Widodo menyinggung pertemuannya dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei.

"Tadi bertemu Ayatullah, beliau katakan sebenarnya potensi kerja samanya USD 20 miliar, semoga kesempatan itu bisa kita manfaatkan," ujar Jokowi saat acara ramah tamah bersama WNI yang berdomisili di Iran di Hotel Espinas Palace, Teheran, Rabu (14/12/2016).

Hingga kini, optimisme ini terus mengalir deras. Sebagaimana digelorakan Dubes Indonesia di Tehran Minggu malam. Dengan senyum merekah di balik balutan pakaian daerah Teluk Belanga, Octavino menampilkan kekayaan khazanah budaya nusantara, dan keramahan khas Indonesia. Spirit budaya perdamaian lukisan Jeihan Sukmantoro, dan gelora kemerdekaan RI ke-72 meniupkan spiritnya. Sebagai magnet, kopiah dan sarung tenun melengkapinya. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Arba'een
Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky