Ayatullah Sayid Ali Khamanei:

Parlemen Harus Independen !

Parlemen Harus Independen !

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menekankan, parlemen Republik Islam yang telah matang dan berakal harus independen dalam menyusun undang-undang terkait isu-isu seperti perang kontra terorisme dan pencucian uang.

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menekankan, parlemen Republik Islam yang telah matang dan berakal harus independen dalam menyusun undang-undang terkait isu-isu seperti perang kontra terorisme dan pencucian uang.

Ayatullah Khamenei Rabu (20/6) pagi saat bertemu dengan ketua, anggota dan staf parlemen Iran menjelaskan metode yang benar dalam menyikapi sejumlah konvensi dan perjanjian internasional. Rahbar menjelaskan bahwa perjanjian ini pada awalnya dikaji di kalangan pemikir (think tank) kekuatan besar untuk menjamin kepentingan dan kemaslahatan mereka, kemudian dikemas dalam bentuk aturan internasional dengan melibatkan negara-negara yang mengekor mereka, di mana jika sebuah negara independen seperti Iran menolaknya, maka akan diserang. Lalu, jika 150 negara setuju, lantas bagaimana anda menolaknya?

Rahbar dalam pidatonya menyinggung kekejian kekuatan arogan internasional, dengan mengatakan, menyaksikan kejahatan pemisahan ribuan anak-anak dari ibu mereka di Amerika membuat manusia tidak tega, namun Amerika yang keji memisahkan anak-anak itu dari orang tuanya. 

Di bagin lain pidatonya, Rahbar menyebut serangan berdarah sejumlah negara yang memiliki senjata modern untuk merebut  sebuah pelabuhan dari tangan tertindas Yaman sebagai contoh lain dari kejahatan kubu arogan dunia. "Musuh kemanusiaan ini juga memusuhi Republik Islam karena resistensi dan tuntutan keadilan bangsa Iran, namun bangsa ini berkat rahmat Allah Swt akan menang menghadapi AS dan musuh lainnya," tegas Rahbar.

Rahbar mengingatkan, menurut al-Quran, tidak ada perjanjian para penjahat seperti ini yang dapat dipercaya dan realitas ini disadari dengan baik oleh bangsa Iran.

Menyinggung gaya hidup Barat yang bertentangan dengan nilai sejati institusi keluarga, yang menimbulkan beragam masalah yang sulit disembuhkan, Rahbar mengingatkan, dalam pembentukan undang-undang untuk menyelesaikan kendala keluarga warga Iran tidak harus memperhatikan pandangan Barat terhadap perempuan, anak, ayah dan ibu.

Di akhir pidatonya Rahbar menekankan, musuh bangsa Iran dalam arti sebenarnya adalah perampok dan arogan serta wajar jika pemerintah, bangsa dan petinggi Iran tidak akan tunduk pada pemerasan dan intimidasi.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky