Jubir Kemlu Iran:

Tuduhan Palsu Tidak akan Selesaikan Persoalan Bahrain

Tuduhan Palsu Tidak akan Selesaikan Persoalan Bahrain

Juru bicara kementerian luar negeri Republik Islam Iran membantah klaim-klaim palsu dan tudingan berulang kementrian dalam negeri Bahrain terhadap Republik Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Juru bicara kementerian luar negeri Republik Islam Iran membantah klaim-klaim palsu dan tudingan berulang kementrian dalam negeri Bahrain terhadap Republik Islam.

"Skenario berulang dan tuduhan tidak berdasar kepada pihak lain, tidak akan menyelesaikan persoalan pemerintah Bahrain dengan warganya," kata Bahram Ghasemi dalam pernyataannya pada hari Minggu (4/3/2018).

 

Lagi-lagi, ia harus menasihati para pejabat Bahrain untuk menyiapkan landasan dan kondisi yang tepat guna menjalin interaksi dan dialog dengan rakyatnya ketimbang meningkatkan kebijakan keamanan dan tangan besinya.

 

Kemendagri Bahrain pada hari Sabtu mengklaim bahwa pihak berwenang negaranya telah menangkap 116 orang yang ingin melancarkan aksi terorisme di Bahrain. Para pejabat Manama mengklaim bahwa beberapa dari mereka pernah menjalani pelatihan oleh Iran, Hizbullah Lebanon dan kelompok Muqawama di Irak.

 

Ali al-Aswad, mantan anggota parlemen Bahrain dan anggota Komunitas Islam Nasional negara ini, al-Wefaq, mengatakan, tujuan dari tudingan tersebut adalah untuk menarik bantuan finansial dari negara-negara Arab guna menumpas kebangkitan damai rakyat Bahrain.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain serta memenjarakan mereka'.

 

Selama tujuh tahun terakhir, rezim Al Khalifa telah menangkap lebih dari 11.000 warga Bahrain dengan tudingan palsu. Banyak dari mereka dihukum penjara dalam jangka waktu yang lama dan dicabut kewarganegaraannya.

 

Sumber-sumber di lembaga HAM menyebutkan bahwa Bahrin sebagai negara terkecil di Asia Barat memiliki tahanan politik terbanyak.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky