Presiden Rouhani:

Rakyat Iran Bersatu Melawan AS dan Israel

Rakyat Iran Bersatu Melawan AS dan Israel

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, rakyat Iran bersatu dalam melawan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan rezim Zionis Israel. Hal ini ditegaskan Rouhani ketika menyinggung posisi Trump terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) dan rencana presiden AS itu untuk keluar dari kesepakatan internasional ini.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, rakyat Iran bersatu dalam melawan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan rezim Zionis Israel. Hal ini ditegaskan Rouhani ketika menyinggung posisi Trump terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) dan rencana presiden AS itu untuk keluar dari kesepakatan internasional ini.

"Rakyat Republik Islam Iran bukan orang-orang yang menyukai perang dan ketegangan, namun mereka akan membela diri dengan tegas," kata Rouhani dalam pidatonya di hadapan warga Sabzevar di hari pertama kunjungan kerja ke Provinsi Khorasan Razavi, timur laut Iran, Minggu (6/5/2018).

Dia menambahkan, AS tidak akan pernah bisa berbuat apapun dalam menghadapi rakyat Iran, dan jika negara itu keluar dari JCPOA, maka akan segera mengalami penyesalan bersejarah.

Rouhani lebih lanjut menyinggung pernyataan Trump yang menyebut JCPOA sebagai sebuah perjanjian terburuk dalam sejarah AS.

"Dunia, kecuali pemerintah baru AS, rezim Zionis (Israel) dan Arab Saudi, memuji komitmen dan logika Republik Islam Iran tentang JCPOA," ujarnya.

Di bagian lain pidatonya, presiden Iran menyinggung upaya AS dan Barat untuk menyeret isu kemampuan pertahanan rudal negaranya ke meja perundingan.

"Republik Islam Iran tidak akan pernah merundingkan kemampuan pertahanannya dengan siapapun dan negara ini akan memproduksi senjata dan rudal sebanyak mungkin yang diperlukan dan menyimpannya," tegas Rouhani.

Mengenai persoalan di kawasan, Rouhani mengatakan, Iran sedang berunding dengan Turki dan Rusia tentang krisis Suriah dan membicarakan krisis Yaman dengan berbagai negara untuk menciptakan keamanan regional.

Dia menuturkan, Iran kepada dunia mengatakan bahwa pihaknya akan berjuang menumpas terorisme di sudut manapun di kawasan.  

"Republik Islam Iran tidak akan membiarkan musuh di kawasan menciptakan kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) untuk menciptakan perang dan konflik, sebab, Iran menuntut perdamaian dan stabilitas regional," tandasnya.

Presiden Iran menegaskan, segala bentuk keputusan yang akan diambil presiden AS tentang JCPOA pada pekan depan tidak akan mengubah kehidupan rakyat Iran dan mereka akan melawannya.

Sesuai dengan undang-undang Kongres AS, Trump akan mengambil keputusan mengenai kelanjutan penangguhan sanksi nuklir Iran pada tanggal 12 Mei. Sebelumnya, dia juga mengancam akan keluar dari JCPOA.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Quds cartoon 2018
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky