Ayatullah Makarim Shirazi:

Musuh Islam Berusaha Menghapus Pesan Politik Dibalik Tradisi Ziarah

Musuh Islam Berusaha Menghapus Pesan Politik Dibalik Tradisi Ziarah

Ditengah gencarnya fitnah dan syubhat Wahabi, umat Islam harus terus tersadarkan bahwa menziarahi makam orang-orang mulia dari agama ini adalah upaya untuk menjaga nyala dan semangat beragama di era ini.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi dalam sambutannya pada acara peringatan wiladah Sayidah Maksumah sa di Haram Sayidah Maksumah sa di kota Qom Ahad (15/7) mengatakan, "10 awal bulan Dzulqaidah dimulai dengan wiladah Sayidah Maksumah sa dan diakhiri dengan wiladah Imam Ridha as, karena itu 10 hari ini dalam keyakinan kita adalah 10 hari yang penuh berkah. Kita berharap dengan kedatangan 10 hari yang berkah ini, kesulitan-kesulitan yang dihadapi negara ini demikian pula yang dialami negara lain bisa teratasi."

Ulama marja taklid tersebut kemudian melanjutkan, "Salah satu fadhilah dan manfaat dari bertawassul melalui Ahlulbait adalah mampu menjauhkan manusia dari perbuatan-perbuatan dosa. Mayoritas orang-orang selain Syiah berkeyakinan akal tidak bisa dijadikan hujjah, namun kita yang berada dibawah bayang-bayang kemuliaan Ahlulbait as berkeyakinan manusia dengan kecerdasan akalnya mampu mencapai hakikat, sebab dari Ahlulbait as kita diajarkan bahwa Islam selaras dengan akal sehat." 

Lebih lanjut Ayatullah Makarim Shirazi mengatakan, "Mereka menganggap berislam yang benar adalah meniadakan kerja akal sementara Aimmah as dengan merujuk pada Alquran justru menegaskan penggunaan akal. Bahkan Aimmah as menyebutkan tidak beragama orang yang tidak berakal."

Pada bagian lain penyampaiannya, penulis kitab Tafsir Al-Amtsal tersebut menyinggung mengenai tujuan hakiki dibalik tradisi berziarah di makam-makam Ahlulbait as yang dimiliki umat Islam Syiah. Ia berkata, "Kadang kita hanya menganggap dengan berziarah ke makam-makam suci Ahlulbait as yang didapatkan hanya pahala, namun sebenarnya ada pesan politik dibalik tradisi ziarah yang dijalankan. Pesan politik inilah yang ditakuti dan dikhawatirkan musuh-musuh Islam, yang karena itu mereka berupaya dengan banyak cara untuk menjauhkan umat Islam Syiah dengan tradisi ziarah ini."

"Lihat saja misalnya, betapa khawatirnya musuh-musuh Islam ketika tiba musim haji atau pada hari Arbain, disaat jutaan umat Islam menziarahi makam-makam suci Ahlulbait as. Itulah mengapa pemakaman Baqi merasa perlu dihancurkan dan makam-makam suci Ahlulbait as di Irak dan Suriah menjadi target buat juga dihancurkan." Ungkapnya. 

"Kita tegaskan, jika tradisi ziarah ini tidak ada, maka akan banyak muncul masalah yang akan dihadapi umat Islam. Efek dari ziarah adalah terjaganya ingatan kepada Ahlulbait as yang berefek besar pada terjaganya syiar suci mazhab Ahlulbait as." Tambahnya. 

Ayatullah Makarim Shirazi kemudian menyinggung keberadaan Wahabi yang disebutnya menjadi problem terbesar umat Islam. "Wahabi yang sengaja diciptakan musuh Islam, membuat umat Islam menjadi terhalangi dari mengenal ajaran Islam yang sebenarnya. Lewat fitnah dan syubhat yang mereka gencar lemparkan, membuat beberapa ajaran Islam menjadi terabaikan dan tidak dikenali. Wahabi menjauhkan umat dari ziarah misalnya, dengan tuduhan ziarah mengandung kesyirikan. Maka kita jawab, coba lihat tawaf yang dilakukan jamaah haji yang mengelilingi Kakbah, apa itu bukan syirik?. Jika mengelilingi Kakbah yang pada dasarnya hanyalah tumpukan batu yang tertata bukan syirik karena niatnya bukan menyembah Kakbah  tersebut, maka kita katakan, menziarahi kuburan juga bukan syirik, karena kita tidak pernah berniat menziarahi makam-makam Ahlulbait as dengan maksud untuk menyembah."

Ayatullah Makarim Shirazi mengatakan Ahlulbait as sudah sepantasnya mendapatkan pemuliaan dan penghormatan dari kaum muslimin sepanjang masa, sebab melalui perantaraan Ahlulbait as Islam tersebar keseluruh dunia dan menjadi jalan terselematkannnya umat manusia dari kesesatan dan kebodohan. "Tradisi ziarah dimiliki oleh semua bangsa-bangsa dan kaum. Karena itu tidak ada kekhawatiran dan rasa was-was untuk terus merawat tradisi ini dikalangan Syiah bahkan umat Islam secara umum. Ditengah gencarnya fitnah dan syubhat Wahabi, umat Islam harus terus tersadarkan bahwa menziarahi makam orang-orang mulia dari agama ini adalah upaya untuk menjaga nyala dan semangat beragama di era ini."

"Kita berharap, kesulitan-kesulitan yang dihadapi negara-negara Islam yang semakin berat belakangan ini, bisa segera terlewati dengan berdoa dihari-hari yang penuh berkah ini." Tutupnya. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky