Berita Majma Jahani Ahlul Bait as:

Majma Jahani Ahlul Bait as Serukan Umat Islam Ramaikan Hari Al-Quds

  • News Code : 838062
  • Source : ABNA
Brief

Majma Jahani Ahlul Bait as mengeluarkan pernyataan resminya kepada umat Islam di seluruh dunia berkenaan dengan hari al-Quds internasional dengan mengajak umat Islam dan aktivis-aktivis pembela kemanusiaan untuk berpartisipasi luas dalam hari tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, Majma Jahani Ahlul Bait as mengeluarkan pernyataan resminya kepada umat Islam di seluruh dunia berkenaan dengan hari al-Quds internasional dengan mengajak umat Islam dan aktivis-aktivis pembela kemanusiaan untuk  berpartisipasi luas dalam hari tersebut. 

Dalam pernyataan tertulisnya, Majma Jahani Ahlul Bait menganggap Hari al-Quds sebagai salah satu inisiatif Imam Khomeini yang menjadi simbol persatuan dan kesatuan hati umat Islam serta para pejuang kemerdekaan sedunia.

Teks pernyataan tersebut sebagai berikut:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan dapati manusia yang keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. 

(Qs. Al-Maidah: 82).

Hari al-Quds Sedunia merupakan simbol persatuan, kesatuan  umat Islam dan kebebasan dunia, reaksi kebencian selama-lamanya terhadap kekuatan arogan dunia. Inisiatif intelektual pendiri Republik Islam Iran dan penjaga hidupnya Islam murni Muhammad saw di kurun ini menegaskan penamaan Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai hari al-Quds Sedunia tidak eksklusif untuk umat dan dunia Islam semata-mata. Melainkan untuk semua semua yang menerima kebangkitan setiap agama dan ideologi di seluruh penjuru dunia, di samping menerimanya dalam rangka mempertahankan bangsa Palestina yang tertindas serta al-Quds yang mulia.

Oleh karena itu, solidaritas seluruh umat Islam dalam masalah al-Quds merupakan isu yang paling penting dunia Islam, sementara pihak Barat berusaha menimbulkan kesulitan agar kaum muslimin mengabaikan nasib Palestina dan lebih sibuk mengurusi perpecahan dibandingkan isu paling penting umat hari ini.

Sebelum berkumandangnya seruan global kebangkitan nyata oleh Imam Khomeini kepada umat Islam sedunia pada bulan Ramadhan 1399 H (1979), kisah rezim perampas dapat berakhir, sementara kesadaran dan solidaritas seluruh umat Islam dalam masalah Palestina menjamin kemenangan mereka atas kelompok kekufuran kelak:

ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا

dan Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir terhadap orang beriman

Karena itu, revolusi Islam Iran selalu meruntuhkan perhitungan musuh yang hendak menjajah dan menguasai wilayah geografi umat Islam, di samping mengusik mimpi Bani Israel yang bermaksud menjajah Nil sampai Furat.

Sudah bertahun-tahun lamanya rezim Zionis penghisap darah bersarang di dalam salah satu titik sensitif dunia Islam, yaitu al-Quds, yang dahulu merupakan kiblat seluruh hamba Allah, namun sekarang berubah menjadi puncak kezaliman Zionis hasil peran para penjahat licik. Pembunuhan wanita dan anak-anak yang tidak berdosa dan tidak memiliki perlindungan, penumpahan darah rakyat Palestina yang tidak berdaya adalah beban yang dipikul oleh para penjahat ini sampai hari kiamat.

Hari al-Quds Sedunia yang akan datang untuk tahun ini menyertakan masalah dan musibah baru dari pihak kuasa angkuh global kepada umat Islam. Para penjajah Palestina terus merampas bumi suci dan bersikeras akan melakukan kejahatan terhadap warga muslim dan meruntuhkan masjid al-Aqsa. Sementara itu kelompok terors takfiri juga sibuk membunuh umat Islam di Irak, Suriah, Yaman, Bahrain dan Pakistan. Cakupan serangan bom bunuh diri telah menyebar sampai ke daerah aman seperti Turki dan beberapa bagian di Eropa.

Kita juga mengingat rakyat Yaman dalam bulan Ramadhan yang berada di bawah api kebencian aliansi Arab bersama Israel dan Zionis, sedangkan Yaman itu adalah Arab yang berlepas diri dari Israel dan Zionis, mereka juga meneriakkan slogan Allahu Akbar, kematian untuk Amerika, kematian untuk Israel, laknat atas Yahudi dan kemenangan untuk Islam.

Beberapa saat yang lalu rezim Al Khalifah bertindak melarang partai terbesar Bahrain, Jam'iyyah Islami al-Wefaq. Hari ini dengan segala angkuhnya mereka mencabut pula kewarga negaraan Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasim.

Sedangkan rezim penumpah darah Al Saud menjadi dalang dalam semua konspirasi tersebut di negara-negara Islam. Dengan berbagai alasan mencegah Jemaah Iran menunaikan ibadah haji sekaligus itu bertentangan dengan ajaran Islam dan menghalangi jalan Allah.

Di ambang hari al-Quds yang menyaksikan kebangkitan bangsa-bangsa Islam yang merdeka dengan ilham ajaran revolusi Islam Iran, Majma Jahani Ahlul Bait as menegaskan sebagaimana sebelumnya tentang peran besar revolusi tersebut dan meminta para ulama Islam, individu, organisasi sosial dan hak asasi manusia, serta individu perseorangan Muslim seruan golongan yang ditindas yang bukan hanya memberi perhatian terhadap ribuan pengungsi anak-anak, wanita dan orang tua Palestina semata-mata, bahkan juga kaum muslimin di Yaman, Bahrain, Irak, Suriah, Pakistan dan lain-lain lagi.

Demikian juga seluruh anggota dan anggota asosiasi Majma Ahlul Bait agar seruan Pemimpin Agung Revolusi Islam Ayatullah al-Uzma Imam Khamenei sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dengan mensponsori acara dan parade hari al-Quds sambil mengecam kejahatan musuh terhadap umat Islam.

Tidak diragukan lagi, kemarahan umat Islam dan teriakan mampus Israel akan menyebabkan pembebasan al-Quds dan kemerdekaan golongan tertindas.

Dan orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. 

(Qs. Syuaara: 227)

Majma Jahani Ahlul Bait as

21 Juni 2016


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram