Presiden Iran:

Keputusan Trump Seperti Menyiram Api dengan Bensin

Keputusan Trump Seperti Menyiram Api dengan Bensin

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, keputusan terbaru Donald Trump, Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke al-Quds al-Sharif merupakan keputusan keliru dan seperti bahan bakar (bensin) yang dituangkan ke dalam api di kawasan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran mengatakan, keputusan terbaru Donald Trump, Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke al-Quds al-Sharif merupakan keputusan keliru dan seperti bahan bakar (bensin) yang dituangkan ke dalam api di kawasan.

Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Inggris di Tehran, ibukota Iran, Minggu (10/12/2017).

"Republik Islam Iran mengejar penciptaan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan, diakhirinya perang dan pertumpahan darah dan pencerabutan akar terorisme di kawasan. Dialog Tehran dan London bisa mendorong kerjasama untuk meningkatkan stabilitas di kawasan," kata Rouhani.

Ia menambahkan, Iran dengan peran konstruktifnya telah menyelamatkan dua negara regional dari kehancuran dan terorisme, dan tidak ada pihak manapun yang ragu atas langkah positif Iran di kawasan.

Rouhani lebih lanjut menyinggung pentingnya hubungan persahabatan dan seimbang antara Iran dan Inggris dalam rangka menyediakan dan menjamin kepentingan bersama.

"Hubungan kedua negara –meski pasca perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama)– belum sesuai dengan kapasitas-kapasitas kerjasama dan hubungan ini harus diupayakan untuk mencapai titik yang diinginkan dalam hubungan dan kerjasama bilateral," ujarnya.

Presiden Iran juga menyinggung pentingnya hubungan dan kerjasama perbankan antara Tehran dan London dalam konteks pelaksanaan JCPOA.

"Pelaksanaan dan penjagaan JCPOA adalah penting, dan semua terutama rakyat Republik Islam Iran harus bisa mengambil keuntungan dari perjanjian nuklir ini," pungkasnya.

Sementara itu, Menlu Inggris mengatakan bahwa hari ini –melalui JCPOA– telah muncul berbagai peluang yang baik untuk memperluas hubungan dan kerjasama antara London dan Tehran.

Johnson mengatakan bahwa Inggris bertekad untuk memperluas hubungannya dengan Iran di berbagai sektor.

Ia menjelaskan, Iran telah melakukan langkah-langkah positif di jalur pemberantasan terorisme dan perluasan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Menurut Johnson, Inggris menilai keputusan terbaru Presiden AS untuk memindahkan Kedubesnya ke al-Quds sebagai langkah yang tidak tepat.

Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan bahwa al-Quds adalah ibukota rezim Israel. Ia juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram