Ayatullah Sayid Ali Khamanei:

Kebijakan Jahat AS Soal Palestina tak akan Terwujud

Kebijakan Jahat AS Soal Palestina tak akan Terwujud

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (16/7) dalam pertemuan dengan pejabat petugas haji Iran mengatakan, kebijakan jahat Amerika terkait Palestina sampai kapanpun tidak akan pernah terwujud.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (16/7) dalam pertemuan dengan pejabat petugas haji Iran mengatakan, kebijakan jahat Amerika terkait Palestina sampai kapanpun tidak akan pernah terwujud.

Ayatullah Khamenei menyinggung konsentrasi musuh dalam menyerang Muslimin khususnya di Palestina dan Yaman.

Ia menerangkan, sekarang Amerika menamai kebijakan jahatnya terkait Palestina dengan "Transaksi Abad", tapi mereka harus tahu berkat bantuan Allah Swt, transaksi ini tidak akan pernah terwujud, masalah Palestina sampai kapanpun tidak akan pernah terlupakan dan Al Quds akan tetap menjadi ibukota Palestina.

Rahbar menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap melawan konspirasi ini, dan bangsa-bangsa Muslim dunia akan membela rakyat Palestina.

"Namun sebagian negara Muslim yang sama sekali tidak memiliki keyakinan terhadap Islam, dikarenakan kebodohan dan kerakusan materi mereka, siap mati untuk Amerika, tapi berkat bantuan Allah Swt, umat Islam dan bangsa Palestina akan meraih kemenangan atas musuh dan mereka akan menyaksikan suatu hari akar rezim Zionis di tanah Palestina tercerabut," ujarnya.

Rahbar juga menyinggung soal tragedi yang terjadi di Masjidil Haram dan Mina pada tahun 2015 silam. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai sebuah penindasan besar dan menekankan urgensi menindaklanjuti kasus itu secara kontinu dan serius sehingga hak bisa ditegakkan.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, tuntutan ini tidak boleh terlupakan atas alasan apapun, pasalnya dalam dua tragedi itu keamanan dan keselamatan jemaah haji yang merupakan kewajiban terpenting pemerintah Arab Saudi, tidak diperhatikan dan uang diyat pun tidak pernah dibayar.

Rahbar menegaskan bahwa Ka'bah, Masjidil Haram dan Masjid Nabi adalah milik seluruh umat Islam, bukan milik segelintir orang yang berkuasa di wilayah itu.

"Tidak ada seorangpun yang berhak mencegah tegaknya ajaran-ajaran hakiki terkait haji dan jika sebuah pemerintahan melakukannya, maka sebenarnya mereka telah melakukan "Shaddu an Sabilillah" atau mencegah orang melangkah di jalan Allah Swt," pungkasnya. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Arba'een
Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky