Khatib Jumat Tehran:

Iran harus Pilih Mitra yang Bisa Dipercaya

Iran harus Pilih Mitra yang Bisa Dipercaya

Khatib shalat Jumat Tehran, mengatakan bangsa besar Iran sudah empat dekade bangkit melawan tindakan agresif sistem hegemoni, termasuk Amerika Serikat.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, mengatakan bangsa besar Iran sudah empat dekade bangkit melawan tindakan agresif sistem hegemoni, termasuk Amerika Serikat.

Hujjatul Islam Sayid Mohammad-Hassan Aboutorabi Fard dalam khutbahnya, menanggapi upaya Presiden AS Donald Trump untuk merusak kesepakatan nuklir dengan Iran (JCPOA). "Presiden AS tampaknya tidak memiliki pengalaman politik yang dibutuhkan dan juga belum berkonsultasi dengan tim yang tepat," tambahnya.

Kesepakatan nuklir Iran dan kelompok 5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina, plus Jerman) diimplementasikan sejak Januari 2016, namun pemerintah AS selalu melanggar komitmennya.

"Sistem hegemoni selama empat dekade lalu menggunakan berbagai cara, termasuk perang yang dipaksakan, sanksi dan tekanan politik dengan tujuan menghancurkan Republik Islam Iran, tapi mereka gagal," ujar khatib shalat Jumat Tehran.

Hujjatul Islam Aboutorabi Fard menuturkan bahwa sikap bermusuhan dan inkonsistensi AS di berbagai bidang, termasuk dalam JCPOA, telah membuat masyarakat dan pejabat Iran berkesimpulan bahwa Tehran harus memilih mitranya dari negara-negara yang bisa dipercaya.

"Bangsa Iran tidak pernah bergantung dan tidak akan bergantung pada sistem hegemoni," tegasnya.

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keputusannya tentang perpanjangan penangguhan sanksi nuklir Iran atau penarikan AS dari JCPOA pada 12 Mei mendatang.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram