Khatib Jumat Tehran:

Iran akan Tingkatkan Jangkauan Rudal-rudalnya

 Iran akan Tingkatkan Jangkauan Rudal-rudalnya

Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, di dunia saat ini terdapat banyak kubu arogan dan musuh, oleh karena itu tidak bisa tanpa senjata.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, di dunia saat ini terdapat banyak kubu arogan dan musuh, oleh karena itu tidak bisa tanpa senjata. Ayatullah Sayid Ahmad Khatami mengungkapkan hal itu dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Jumat (8/12/2017).

Ia menambahkan, Iran akan meningkatkan jangkauan rudal-rudalnya sejauh mungkin yang ia mampu hingga membuat para pejabat AS tidak bisa tidur. Ayatullah Khatami menegaskan, Iran harus bersenjata dan kuat untuk melawan musuh-musuhnya.

"Kekuatan Republik Islam Iran berbeda dengan kekuatan musuh, sebab, kekuatan mereka untuk agresi, namun kekuatan Republik Islam untuk pencegahan," ujarnya. Khatib Shalat Jumat Tehran menuturkan, Iran akan melanjutkan aktivitasnya di sektor teknologi rudal dan jika suatu hari "Si Gila" bernama rezim Zionis melakukan kebodohan, maka Tel Aviv dan Haifa akan diratakan dengan tanah.

Ayatullah Khatami juga mengecam keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. "Langkah Trump ini telah menyulut protes tidak hanya dari dunia Islam, namun juga dari para sekutu AS sendiri," tuturnya.Khatib Shalat Jumat Tehran menjelaskan bahwa reaksi masyarakat dunia terhadap keputusan terbaru Presiden AS sangat luas.

"Mengecam keputusan tersebut tidaklah cukup. Mereka harus menarik duta-duta besarnya dan menutup kedutaan besar rezim Zionis di seluruh dunia," tegasnya. Ayatullah Khatami menegaskan, langkah terbaru Presiden AS menunjukkan bahwa satu-satunya solusi Palestina adalah Intifada.

Pada Rabu malam, Presiden AS mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu Zionis. Keputusan ini diambil meski muncul berbagai penentangan luas regional dan internasional. Langkah sepihak tersebut juga dikecam oleh negara-negara Muslim, Arab dan Eropa.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky