Khatib Jumat Tehran:

Era Arogansi dan Bully AS Berakhir

Era Arogansi dan Bully AS Berakhir

Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani seraya mengisyaratkan aksi anti Iran Amerika menekankan, petinggi Washington termasuk Presiden Donald Trump harus menyadari bahwa era arogansi dan bully telah berakhir serta Amerika semakin terkucil dan dibenci.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani seraya mengisyaratkan aksi anti Iran Amerika menekankan, petinggi Washington termasuk Presiden Donald Trump harus menyadari bahwa era arogansi dan bully telah berakhir serta Amerika semakin terkucil dan dibenci.

Ayatullah Movahedi Kermani di khutbah shalat Jumatnya pekan ini seraya menjelaskan bahwa dewasa ini hanya sejumlah rezim di kawasan yang mendukung kebijakan AS menambahkan, Eropa yang termasuk sekutu utama AS kini bukan saja menolak mengekor kebijakan Gedung Putih, bahkan dengan membentuk mekanisme tersendiri mulai melawan langkah Washington. 

Ayatullah Movahedi Kermani seraya menekankan bahwa nasib para pemimpin AS, Israel dan Arab Saudi adalah kehancuran, menjelaskan, terkuaknya kejahatan Arab Saudi di kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus Riyadh telah menunjukkan wajah sejati Al Saud.

Khatib shalat Jumat Tehran juga mengisyaratkan berlanjutnya brutalitas Saudi di Yaman dan mengungkapkan, pembantaian dan blokade jutaan rakyat Yaman dilakukan oleh Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat. 

Ayatullah Movahedi Kermani di khutbah Jumatnya juga menyinggung serangan militer Nigeria terhadap peserta acara Arbain Imam Husein yang mengakibatkan sejumlah orang gugur dan terluka. "Kedua pihak harus mencapai kesepahaman melalui jalur damai," ujar Ayatullah Movahedi Kermani.

Khatib Jumat Tehran menjelaskan bahwa partisipasi jutaan peziarah dari berbagai penjuru dunia di acara pawai Arbain Huseini di Irak membawa pesan penting mengatakan, perlawanan terhadap kezaliman dan kekafiran merupakan pesan penting peserta acara pawai Arbain kepada dunia.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky