Iran:

Dinamika Revolusi Islam Menurut Rahbar

Dinamika Revolusi Islam Menurut Rahbar

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Kamis (8/2) pagi dan bertepatan dengan peringatan baiat bersejarah para komandan angkatan udara Iran pada 19 Bahman 1357 Hs kepada Imam Khomeini, saat bertemu dengan sejumlah komandan dan staf angkatan udara serta pangkalan anti udara militer Iran menilai Revolusi Islam sebagai realita yang hidup.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Kamis (8/2) pagi dan bertepatan dengan peringatan baiat bersejarah para komandan angkatan udara Iran pada 19 Bahman 1357 Hs kepada Imam Khomeini, saat bertemu dengan sejumlah komandan dan staf angkatan udara serta pangkalan anti udara militer Iran menilai Revolusi Islam sebagai realita yang hidup.

Seraya menekankan bahwa ketangguhan dan kokohnya revolusi saat ini lebih dari hari-hari pertama revolusi, Rahbar mengingatkan, revolusioner dewasa ini lebih sadar dari para revolusioner hari-hari pertama revolusi dan dengan demikian revolusi terus maju dan sempurna.

Revolusi Islam Iran meraih kemenangan pada 39 tahun lalu, tepatnya 22 Bahman 1357 Hs atau Februari 1979. Meski menghadapi beragam tekanan dan permusuhan serta kedengkian para imperialis global, revolusi ini tidak pernah mundur dari prinsip dan cita-citanya serta melanjutkan jalannya dengan penuh semangat dan stabil.

Resistensi bangsa Iran melawan kekuatan hegemoni dunia telah menguak kapasitas pemerintah Republik Islam Iran di tingkat regional dan internasional, khususnya dalam membela hak-hak bangsa tertindas. Dukungan terhadap hak bangsa Palestina, Afghanistan, Yaman dan Muslim tertindas Rohingya muncul dari prinsip dan cita-cita revolusi ini yang tidak pernah pudar sepanjang masa atau terlupakan.

Menurut ungkapan Rahbar, resistensi terhadap kezaliman dan kerusakan di tingkat internasional serta membongkar skandal tersebut termasuk kebijakan mendasar pemerintah Republik Islam.

Amerika selama bertahun-tahun di balik topeng kebohongannya mencitrakan dirinya sebagai pembela HAM atau dengan menebar kepalsuan dan sandiwara bohong, menuding Iran mengirim rudal ke Yaman dengan harapan mampu menutupi kejahatannya. AS dengan seluruh klaim HAMnya mendukung rezim Zionis Israel yang menzalimi bangsa Palestina selama 70 tahun. Selain terlibat di pembantaian rakyat Yaman dan Afghanistan, setiap hari sejumlah besar warga tak berdosa dibombardir oleh sekutu Washington atau dengan senjata bikinan Amerika.

Tak diragukan lagi selama kezaliman ini berlangsung, revolusi dan pemerintah Republik Islam tidak akan tinggal diam serta bangkit melawan kezaliman. Amerika dewasa ini mengawasi realita tersebut bahwa para pembela revolusi dan pemerintah Islam dengan gagah berani dan bahkan di luar Iran seperti di Irak dan Suriah melawan anasir teroris dukungan AS, Israel dan Arab Saudi. Mereka membela nilai-nilai agama dengan nyawanya.

Oleh karena itu, Amerika dengan segenap usahanya untuk menghapus muqawama, namun seperti yang diisyaratkan Rahbar, “Terkait isu muqawama di kawasan Asia Barat, Kami berdiri teguh dan kami telah katakan bahwa kami tidak akan mengijinkan, dewasa ini telah terbukti bagi dunia bahwa Amerika ingin tapi tidak mampu dan kami ingin serta kami mampu.”

Tak diragukan lagi bahwa “Kita Bisa” termasuk nilai-nilai Revolusi Islam yang telah terbukti memberikan dampak nyata serta merusak dualisme Amerika terkait isu demokrasi dan HAM serta menjadi peluang membongkar skandal Washington.

Revolusi Islam dengan menghidupkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, berubah menjadi realita yang hidup yang tetap berlangsung dan memiliki dampak signifikan. Partisipasi besar bangsa Iran di hari besar seperti pawai akbar 22 Bahman juga menjadi indikasi berlanjutnya spirit revolusi bangsa ini serta menunjukkan keabadian nilai-nilai dan prestasi Revolusi Islam. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Quds cartoon 2018
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky