Presiden Iran:

Bergantung Kekuatan Asing, bukan Solusi bagi Krisis Dunia Islam

Bergantung Kekuatan Asing, bukan Solusi bagi Krisis Dunia Islam

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani di Konferensi ke-13 Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (PUIC) mengatakan, solusi bagi kendala dan krisis dunia islam bukan bergantung pada kekuatan asing.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani di Konferensi ke-13 Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (PUIC) mengatakan, solusi bagi kendala dan krisis dunia islam bukan bergantung pada kekuatan asing.

Rouhani Selasa (16/1) di konferensi yang bakal berlangsung selama dua hari di Tehran dan diikuti 41 negara Islam mengatakan, Iran seraya menghormati integritas dan kedaulatan politik seluruh negara, menilai solusi untuk menyelesaikan akar kesulitan dan krisis umat Islam adalah merealisasikan solidaritas dan kerja sama seluruh negara Islam.

Presiden Iran seraya mengisyaratkan bahwa sejumlah negara berada di bawah dikte AS dan Israel aktif menebar perpecahan di tengah umat Islam menjelaskan, faktor terpenting yang menyebabkan rusaknya stabilitas dan keamanan Timur Tengah adalah berlanjutnya pendudukan dan dukungan penuh pemerintah Washington terhadap Tel Aviv serta terampasnya hak dasar bangsa Palestina mendirikan negara independen dengan ibukota al-Quds.

Rouhani juga mengisyaratkan penghancuran gerakan radikal Daesh dan peran konstruktif Iran dalam memerangi fenomena buruk ini. "Salah satu manfaat utama kekalahan gerakan radikal Daesh adalah pulihnya isu Palestina ke posisi utamanya sebagai salah satu prioritas pertama agenda politik umat Islam," papar Rouhani.

Presiden Iran juga optimis bahwa umat Islam dan pemerintah Islam tidak akan pernah melupakan isu al-Quds sebagai kiblat pertama umat Muslim, dan seraya menekankan penyatuan tujuan dan menghindari perpecahan, mereka akan meningkatkan upayanya untuk memulangkan seluruh bangsa Palestina ke tanah air mereka dan pembentukan negara independen Palestina dengan ibukota al-Quds.

Seraya menjelaskan bahwa Iran di hubungan dengan negara-negara Islam mengedepankan kecintaan Islam, Rouhani menekankan, "Iran tidak menganggap negara-negara Islam sebagai rival dan meski memiliki friksi dengan negara Islam lainnya, Tehran tetap bersedia bekerjasa sama dan berdialog dengan asas saling menghormati." 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Arba'een
Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky