Iran:

Bahas Masalah Suriah, Presiden Iran Telepon Putin

Bahas Masalah Suriah, Presiden Iran Telepon Putin

Presiden Republik Islam Iran menekankan bahwa Tehran menentang kehadiran pasukan asing di Suriah tanpa izin dari pemerintah dan rakyat negara itu.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran menekankan bahwa Tehran menentang kehadiran pasukan asing di Suriah tanpa izin dari pemerintah dan rakyat negara itu.Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (6/2/2018).

Dia menambahkan bahwa berlanjutnya konflik di Suriah Utara tidak akan menguntungkan siapa pun, dan berharap agar semua negara di kawasan menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Suriah.

Mengacu pada pentingnya kerjasama Iran, Rusia dan Turki dalam memerangi terorisme serta mengembalikan ketenangan dan stabilitas di Suriah, Rouhani menandaskan, kerjasama ini diperlukan untuk memperkuat kemenangan akhir rakyat Suriah dalam menumpas teroris, dan merawatnya.

Presiden Iran lebih lanjut menuturkan, hubungan Tehran-Moskow terus berkembang dan kedua pihak perlu mempercepat implementasi kesepakatan-kesepakatan bilateral.

Berkenaan dengan langkah destruktif beberapa negara terhadap kesepakatan nuklir Iran, Rouhani menyatakan Iran akan tetap berkomitmen terhadap kesepakatan ini selama pihak lain mematuhinya.

"Di sini, tindakan destruktif beberapa negara terhadap kesepakatan nuklir perlu dihentikan," tegasnya.

Presiden Iran juga menyoroti situasi tragis yang dihadapi rakyat Yaman dan berlanjutnya pengeboman negara tersebut. Dia menilai tuduhan Arab Saudi dan Amerika Serikat soal pengiriman rudal ke Yaman oleh Iran benar-benar propagandis dan tidak berdasar.

Menurutnya, tuduhan tersebut sepenuhnya tidak berdasar, ini hanyalah bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk merusak kesepakatan nuklir.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menyebut kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1, sangat penting dan menekankan, Rusia percaya bahwa setiap upaya untuk merusak kesepakatan ini sangat berbahaya bagi Timur Tengah

Moskow, lanjutnya, sudah menyampaikan posisi ini kepada rekan-rekannya secara gamblang.

Berbicara tentang masalah Suriah, Putin menilai kesuksesan pertemuan Sochi sebagai prestasi bersama Iran, Rusia dan Turki.

Dia menyuarakan kekhawatiran atas upaya beberapa negara trans-nasional untuk mempersenjatai teroris dan memecah wilayah Suriah. Menurutnya, kehadiran pasukan militer di wilayah sebuah negara harus memiliki izin dari pemerintah setempat atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB, jika tidak, ini akan menjadi sebuah intervensi nyata dalam urusan sebuah negara merdeka.

Presiden Rusia juga mengkhawatirkan kondisi orang-orang Yaman, dan menekankan perlunya upaya semua negara untuk memperkuat solusi damai dan mengembalikan perdamaian dan keamanan di Yaman.

Di bagian akhir, Putin mengatakan, pembicaraan untuk menyusun kesepakatan sementara terkait zona perdagangan bebas antara Iran dan Uni Ekonomi Eurasia sudah selesai dilakukan.

"Penandatanganan dokumen ini akan membawa kerjasama antara kedua pihak ke sebuah babak baru," tandasnya.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky