Ayatullah Sayid Ali Khamanei:

Agresi Delapan Tahun ke Iran untuk Rusak Revolusi Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, kekuatan-kekuatan internasional memaksakan perang selama delapan tahun terhadap rakyat Republik Islam Iran dengan tujuan menghancurkan Revolusi Islam, namun, keagungan, pengorbanan, iman, kebijaksanaan, keberanian, ma'rifat dan wawasan para pemuda menyebabkan perang ini berakhir menguntungkan rakyat Iran, dan Revolusi Islam lebih kuat dari sebelumnya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, kekuatan-kekuatan internasional memaksakan perang selama delapan tahun terhadap rakyat Republik Islam Iran dengan tujuan menghancurkan Revolusi Islam, namun, keagungan, pengorbanan, iman, kebijaksanaan, keberanian, ma'rifat dan wawasan para pemuda menyebabkan perang ini berakhir menguntungkan rakyat Iran, dan Revolusi Islam lebih kuat dari sebelumnya.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan ribuan siswa dan mahasiswa peserta Kafilah Raheyan-e Noor pada hari Sabtu (10/3/2018).

Rahbar menilai Periode Pertahanan Suci (perang pertahanan melawan agresi militer rezim Ba'ath Irak selama delapan tahun) sebagai "potongan bercahaya" dari sejarah Iran dan Revolusi Islam.

"Martabat, kekuatan, independensi, kebebasan dan keselamatan Republik Islam dan rakyat negara ini berkat delapan tahun Pertahanan Suci," imbuhnya.

Ayatullah Khamenei menegaskan, Periode Pertahanan Suci adalah sebuah "investasi" yang harus selalu dihidupkan dan dihormati untuk kemajuan Iran dan pertumbuhan nasional negara ini serta untuk kesiapan masyarakat dan para pemuda Iran di berbagai medan, di mana upaya ini bertentangan dengan musuh yang selalu berusaha agar periode tersebut terlupakan.

Rahbar menegaskan bahwa kemenangan Revolusi Islam telah mengguncang "singgasana" kekuatan-kekuatan Barat dan Timur.

"Menyusul meluasnya budaya Revolusi Islam di kawasan terutama di antara bangsa-bangsa Muslim sejak tahun-tahun awal dari revolusi ini, kekuatan-kekuatan hegemonik sangat khawatir. Mereka berusaha untuk menghancurkan Revolusi Islam dengan cara apapun, oleh karena itu mereka mendorong Saddam yang memiliki kepribadian egois dan kejam untuk memulai perang dan menyerang Iran," jelasnya.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung dukungan finansial dan senjata serta informasi Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terutama Inggris, Perancis dan Jerman serta Uni Soviet kepada rezim Ba'ath Saddam.

"Di pertengahan perang, Perancis memberikan pesawat-pesawat dan helikopternya yang tercanggih kepada Saddam, sementara Jerman secara terbuka memberikan bahan kimia kepada rezim ini, di mana pasca 30 tahun dari perang tersebut, banyak korban yang masih menderita dampaknya dan banyak lainnya gugur syahid terkena bahan kimia itu," tuturnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menuturkan, menghadapi dukungan global kepada rezim Ba'ath Saddam itu, Iran hanya memiliki rakyat yang beriman dan pemimpin yang kuat seperti Imam Khomeini, namun hasilnya, semua upaya kekuatan setan dunia bagaikan panah yang membentur batu, dan rakyat Iran mencapai kemenangan dalam delapan tahun Pertahanan Suci melawan semua kekuatan arogansi dunia. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky