Iran:

8 Teroris yang Terlibat dalam Aksi Teror di Tehran Dijatuhi Vonis Mati

8 Teroris yang Terlibat dalam Aksi Teror di Tehran Dijatuhi Vonis Mati

8 Teroris yang Terlibat dalam Aksi Teror di Tehran Dijatuhi Vonis Mati

Menurut Kantor Berita ABNA, vonis mati dijatuhkan pengadilan tinggi Iran kepada 8 anggota ISIS yang dinyatakan terbukti terlibat dalam aksi teror menyerang gedung Parlemen Iran dan kompleks makam Imam Khomeini pada 7 Juni 2017, tahun lalu. 

Aksi penyerangan terhadap gedung parlemen Iran dan kompleks makam Imam Khomeini dilakukan sejumlah pelaku dengan menggunakan senjata api dan granat tangan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. 

Berikut ke 8 pelaku yang berhasil dibekuk hidup-hidup dan setelah melewati beberapa kali persidangan ditetapkan vonis hukuman mati. 

Sulaiman Muzhaffar bin Rahman dengan nama samaran Abu Anshar Amin Husaini. Ia warga Iran yang keluar dari Iran sejak tahun 2015 dan bergabung dengan ISIS. Pada tahun 2017, kembali ke Iran dengan paspor dan identitas palsu dengan nama Amin Husaini dan menetap di Kermansyah. Ia tidak terlibat langsung dalam aksi penyerangan gedung parlemen Iran dan kompleks makam Imam Khomeini karena ia bertugas untuk mengincar target lain. Saat ditangkap ditemukan sejumlah barang bukti berupa senjata api, sabuk peledak, 6 butir peluru, semprotan air mata, beberapa ponsel dan barang bukti lainnya. Ia disebutkan sebelumnya bergabung dengan Alqaidah. Keluar dari Iran secara ilegal, ikut dalam perang di Mosul dan bergabung dengan ISIS, kembali masuk ke Iran dengan pasport dan identitas palsu. 

Ismail Shufi bin Majid dengan nama samara Ahsan. Ia saudara dari Faridun Shufi yang tewas tertembak aparat keamanan saat menjalankan aksi terornya di Tehran. Ia bertugas sebagai spionase dan mengumpulkan informasi. Ia juga bertugas untuk mencari tempat penginapan di Tehran bagi tim dan menyediakan berbagai fasilitas. 

Rahman Behruz bin Karim dengan nama samaran Jakfar. Ia bertugas menyediakan pasport dan kartu identitas palsu bagi tim. Ia juga bertugas menyediakan kendaraan dan penginapan selama di Kermansyah termasuk memindahkan tim ke Tehran. 

Sirus Azizi bin Abdul Khalik dengan nama samaran Behruz. Ia berbaiat pada kelompok ISIS dan bertugas merekrut dan menjaring anggota. Ia mengenal aqidah Salafi pada tahun 2012 dan tahun selanjutnya ia menyatakan baiat pada khalifah al-Bagdadi. 

Ayub Ismaili bin Husain. Dengan kendaraan miliknya ia mengantar tim dari perbatasan memasuki Iran, menyediakan 12 granat, menyediakan 80 kg fosfat untuk pembuatan bahan peledak diantara peran dan tugas yang dia jalankan. 

Khusru Ramazani Mir Ahmad bin Kaka Ahmad dengan nama samaran Muhsin. Ia adalah anggota Alqaidah dari Kurdistan. Melalui ajakan Sulaeman Muzhaffar ia bergabung dengan ISIS. 

Usman Behruz bin Karim dengan nama samaran Fardin. Ia saudara Rahman Behruz dan bergabung dengan ISIS atas ajakan saudaranya. 

Ke 8 orang ini ditangkap tidak lama setelah aksi penyerangan yang gagal pada 7 Juni 2017. Berdasarkan hasil persidangan tanggal 13 Mei 2018 ditetapkan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Disebutkan aksi penyerangan gedung Parlemen Iran dan kompleks makam Imam Khomeini menelan korban jiwa 18 orang dan 40 orang luka-luka.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky