Indonesia:

Sambut Peringatan Kemerdekaan, Mahasiswa Indonesia di Iran Gelar Diskusi Kebangsaan

Sambut Peringatan Kemerdekaan, Mahasiswa Indonesia di Iran Gelar Diskusi Kebangsaan

Dalam sambutannya, Octaviano mengatakan diskusi kebangsaan sangat penting digelar utamanya oleh warga Indonesia di luar negeri untuk memupuk semangat persatuan.

Menurut Kantor Berita ABNA, bertempat di Aula Universitas Imam Khomeini di kota Qom Republik Islam, sejumlah mahasiswa Indonesia di Iran yang bergabung dalam Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan dengan tema "Membumikan Persatuan Indonesia Demi Mewujudkan Keadilan Sosial" pada Jumat (10/8) bekerjasama dengan KBRI Tehran. Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa dan WNI tersebut dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran Octaviano Alimuddin.

Dalam sambutannya, Octaviano mengatakan diskusi kebangsaan sangat penting digelar utamanya oleh warga Indonesia di luar negeri untuk memupuk semangat persatuan. Menurutnya, Indonesia sampai saat ini masih menghadapi permasalahan-permasalahan besar utamanya dalam masalah ektrimisme, konflik sara, kesenjangan ekonomi, ketidakmerataan tingkat pendidikan, kekurangan alustista dan ketidakmerataan pembangunan. 

Menurutnya ancaman terbesar bagi persatuan nasional adalah merebaknya paham intoleran dan ekstrimisme. "Bahaya intoleransi dan ekstrimisme jauh lebih besar daripada terorisme, karena ekstrimisme adalah ladang subur berkembangnya benih-benih aksi kekerasan atau terorisme." Ungkapnya. 

Pada bagian lain penyampaiannya Dubes RI menghimbau WNI di Qom, terutama yang sudah terdaftar sebagai pemilih dapat memberikan hak suaranya dalam pemilu serentak bulan April 2019 yang akan datang. Ia menyebut partisipasi WNI di Iran dalam pemilu-pemilu sebelumnya selalu 100 % dan ia meminta agar keterlibatan tersebut tetap dipertahankan. 

Diskusi di hadiri oleh empat pembicara, Muhammad Ma’ruf (kandidat Ph.D Universitas Internasional al-Mustafa Tehran), Abdul Latif (Mahasiswa Doktoral jurusan Teologi Universitas Internasional al-Mustafa Qom), Ismail Amin (Mahasiswa Pasca Sarjana jurusan Tafsir Alquran Universitas Internasional al-Mustafa Qom) dan Romzah Hidayatullah (Mahasiswa Sathe 4 jurusan Studi Islam Universitas Internasional al-Mustafa Qom). 

Kota Qom adalah kota pendidikan terbesar di Iran, sekitar 156 km barat daya Tehran, ibukota Iran. Sampai saat ini 300 WNI tercatat menetap di Iran dan kantong WNI terbesar di Iran berada di kota Qom, yaitu 250 orang.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky