Indonesia:

Risalah Perdamaian dari NU dan Indonesia untuk Dunia

Risalah Perdamaian dari NU dan Indonesia untuk Dunia

NU akan terus mendakwahkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah, dakwah yang merangkul bukan yang memukul, dakwah yang menyejukkan bukan yang menakutkan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menyelenggarakan Multaqa Al-Duat Al-Alami: Risalat al-Salam min Indunisia ila al-Alam (Pertemuan Dai Internasional Risalah Perdamaian dari Indonesia kepada Dunia) di Gedung PBNU Jakarta, Senin (22/1).
Pertemuan ini ingin memberikan pesan damai ke seluruh penjuru dunia dari Indonesia. Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki ratusan suku, bahasa dan adat istiadat juga enam agama yang diakui oleh Negara.
Nyatanya persatuan dan perdamaian masih bisa terjaga dengan baik. Walaupun Islam mayoritas di negeri ini, tapi tetap menjaga dan menghormati pemeluk agama dan penganut kepercaaan yang lain. 
“Islam damai seperti inilah yang ingin kita sebarkan ke seluruh pelosok dunia,” ujar salah seorang pengurus LD PBNU, Ahmad Ali MD.
Nahdlatul Ulama (NU) yang terus meneguhkan pesan Islam Nusantara adalah mengambil nilai-nilai ajaran agama yang terdiri dari tawasuth (moderasi), tawazun, tasamuh wal i'tidal, dan amal ma'ruf nahi munkar
NU akan terus mendakwahkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah, dakwah yang merangkul bukan yang memukul, dakwah yang menyejukkan bukan yang menakutkan. 
Pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan dan meneguhkan hakikat Islam Moderat (al-Islam al-wasathi), sebagaimana model Islam Nusantara yang dibangun oleh NU, serta menjalin kerjasama di antara ulama-ulama Ahlussunnah wal Jamaah (sunni) dari berbagai negara, untuk terciptanya perdamaian di seluruh dunia.
Pertemuan ini dihadiri oleh para masyayikh dari berbagai negara dan para dai dari tanah air. Di antara para ulama internasional dari berbagai negara ini, Syekh Bilal Hallaq dari Amerika, Syekh Ibrahim al-Syafii dari Australia, Syekh Muhamad Utsman dari Palestina, dan Syekh Thariq Ghanam dari Libanon.
Dari PBNU dihadiri oleh KH Manan Abdul Ghani, KH Maman Imanulhaq dan KH Moch. Bukhori Muslim.
Pertemuan ini menghasilkan empat rekomendasi Risalah Perdamaian dari Indonesia untuk Dunia.
1. Memperkuat pentingnya tolong-menolong dan memperteguh hubungan antara ulama madzhab Ahlussunnah wal Jamaah di dunia.
2. Memperkuat penyebaran dakwah Islam moderat ke penjuru dunia.
3. Bersatu padu dalam kontra ekstremisme dan terorisme di semua tempat.
4. Mendukung kemerdekaan Palestina dan mengembalikan Baitul Maqdis kepadanya serta menentang penjajahan di setiap negara.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Quds cartoon 2018
We are All Zakzaky