Indonesia:

Indonesia-Filipina Kerja Sama Perangi Terorisme

  • News Code : 847481
  • Source : Berita Satu
Brief

Indonesia bersama Filipina melakukan pertemuan untuk membahas masalah pemberantasan terorisme.

Menurut Kantor Berita ABNA, Indonesia bersama Filipina melakukan pertemuan untuk membahas masalah pemberantasan terorisme. Pertemuan bertajuk 1st Meeting of Joint Working Group on Combat International Terrorism ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Anti-Terrorism Council (ATC Badan Anti Teror Negara Filipina) pada Mei 2014 lalu.

“Sejak MoU itu ditandangani memang belum ada implementasi. Nah sekarang apalagi dengan adanya kejadian di Marawi dan kejadian-kejadian lain di Filipina Selatan, kita mengambil inisiatif untuk melaksanakan pertemuan kerja sama yang pertama, tentunya dengan isu-isu masalah yang ada di Filipina,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius saat membuka acara tersebut di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (10/8).

Kapala BNPT sudah berbicara langsung dengan pimpinan delegasi Filipina agar Indonesia dan Filipna lebih banyak sharing pengalaman dan juga informasi dalam masalah menangani masalah terorisme. “Tentumya informasi dan pengalaman mengenai apa yang sudah pernah kita kerjakan yang mungkin saja berguna buat Filipina,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Dikatakan, dalam pertemuan tersebut banyak sekali hal-hal yang oleh delegasi Filipina disimak dengan baik mengenai bagaimana Indonesia bisa mengemas dan mengatasi kemajemukan yang ada. Kemajemukan dalam artian di Indonesia ini dari sekian banyak agama, suku, ras dan juga budaya yang dimata Filipina tidak mudah untuk disatukan,

“Dan ternyata kita bisa menyatukan kemajemukan itu semua dan pihak Filipina sangat mengapresiasinya. Oleh sabab itu ada banyak langkah-langkah strategis yang bisa kita laksanakan minimal kita bisa mereduksi radikalisme dan juga hal-hal yang tidak baik di Filipina,” kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Ketua Delegasi Filipina, Roy B Ecraela, menyambut baik gagasan yang dilakukan BNPT dengan megadakan pertemuan perdana tersebut. “Saya berterima kasih dengan adanya pertemuan ini. Karena permasalah yang kami hadapi ini sangat serius sehingga kami ingin tahu dan mendapatkan masukan dari Indonesia mengenai pemberantasan terorisme,” ujar Roy B. Ecraela

Roy mengatakan, pihaknya akan tetap mengadakan pertemuan lanjutan dengan Indonesia di Filipina. “Dan kami juga berharap agar pertemuan seperti ini tidak dilakukan setiap tahun, tetapi bisa dilakukan enam bulan sekali,” ujarnya
Direktur Regional dan Multilateral pada kedeputian III bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto, mengatakan, dengan adanya pertemuan ini permasalah foregn terrorist fighter bisa menemukan titik temu.

Selain dari BNPT, dalam pertemuan tersebut delegasi Indonesia juga dihadiri Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia Pasifik Kemkopolhukam Pribadi Sutiono, perwakilan dari Mabes TNI, Densus 88/Anti Teror Polri, PPATK, Imigrasi dan KBRI Indonesia di Filipina. Sementara delegasi Filipina yang hadir diantaranya Florentino P Manalastas, Jr (Head legal ATC), Emilio T. Fernandez (Direktur Eksekutif Asia Pacifik Kementerian Luar Negeri Filipina), dan juga beberapa pejabat kedutaan besar Filipina di indonesia.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram