Wakil Ketua MPR RI:

GP Ansor Ikut Merebut Kemerdekaan NKRI

GP Ansor Ikut Merebut Kemerdekaan NKRI

Ansor serta keluarga besar Nahdlatul Ulama telah membuktikan menjalankan Islam dan Indonesia dengan benar, maka di NU lah Hubbul wathan minal iman menjadi fatwa di Nahdlatul Ulama.

Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Basarah mengungkapkan peran serta Gerakan Pemuda (GP) Ansor terhadap keberadaan Republik Indonesia. 
Menurutnya, GP Ansor merupakan salah satu organisasi kepemudaan Islam yang ikut merebut kemerdekaan, mempertahankan, dan mengisi Republik Indonesia. GP Ansor bersama para kiai berjuang menumpas Agresi Militer Belanda I dan II serta pemberontak yang lainnya. 
"Dan hari ini, Ansor mempertegas jati dirinya sebagai otaknya bangsa dan sekaligus ototnya bangsa untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila," jelasnya saat menghadiri acara Tasyakkur Hari Lahir (Harlah) ke-84 GP Ansor. 
Oleh karenanya, pria kelahiran Jakarta, 49 tahun yang lalu itu berpesan kepada kader-kader GP Ansor agar tetap berada digarda terdepan dalam menjaga NKRI. GP Ansor harus selalu siap menghadapi kelompok-kelompok yang berusaha untuk mengganti dasar negara pancasila dengan bentuk negara lainnya. 
Menurutnya, bagi GP Ansor, Islam dan nasionalisme telah selesai. Hal itu didasarkan pada interaksi antara Soekarno dan KH Abdul Wahab Hasbullah tentang kedudukan nasionalisme dalam Islam.
"Suatu saat Bung karno pernah bertanya kepada KH Wahab Hasbullah 'Mbah Wahab, apakah nasionalisme itu ajaran Islam?' Lalu kata mbah Wahab menjawab  'Nasionalisme ditambah bismillah itulah ajaran Islam'," ungkapnya. 
Ia mengatakan, orang Islam yang menjalankan ajaran agamanya dengan benar, orang itu disebut nasionalis. "Ansor serta keluarga besar Nahdlatul Ulama telah membuktikan menjalankan Islam dan Indonesia dengan benar, maka di NU lah Hubbul wathan minal iman menjadi fatwa di Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky