Indonesia:

Gempa 7,4 SR Landa Donggala Sulawesi Tengah, 384 Korban Jiwa

Gempa 7,4 SR Landa Donggala Sulawesi Tengah, 384 Korban Jiwa

Gempa 7,4 SR Landa Donggala Sulawesi Tengah, 384 Korban Jiwa

Menurut Kantor Berita ABNA, gempa bermagnitudo 7.4 (sebelumnya 7.7) yang melanda Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore, membuat bangunan infrastruktur rusak parah. Berdasarkan informasi dari Kepala Biro Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun resmi twitternya, @Sutopo_PN, gempa masuk dalam kategori keras hingga sangat keras, sehingga biasanya menyebabkan bangunan roboh.

Gempa besar tersebut disusul dengan terjadinya tsunami. Gelombang tsunami itu membuat permukiman di sekitar pantai hancur dan terbawa gelombang tsunami. Jembatan Ponulele, yang menjadi ikon kota Palu pun turut hancur karena tsunami tersebut. Akibat gempa dan tsunami, kerusakan cukup parah terjadi. Bangunan hancur dan rata tanah. Beberapa korban meninggal ditemukan akibat gempa dan diterjang tsunami. Pihak pemerintah terus melakukan aksi evakuasi. 

Sutopo menambahkan, tim reaksi cepat BNPB telah bergerak ke Palu dan Donggala melalui Balikpapan kemudian menggunakan helikopter water bombing ke Palu untuk melakukan kaji cepat. Selain itu, sejumlah personel TNI telah diberangkatkan ke Palu. Para anggota TNI tersebut berasal dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) yang diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang.

“Dari Halim dan di Malang total sekitar 250 personil TNI Yonkes (Batalyon Kesehatan) dari Kostrad dan dari Marinir,”papar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Novyan Samyoga melalui sambungan telepon dengan Kompas.com, Sabtu (29/9/2018). Samyoga menuturkan, sampai saat ini telah diterbangkan 5 pesawat menuju Palu, Sulawesi Tengah.

Selain itu, akan diangkut juga sukarelawan serta wartawan. “Total sudah ada 3 pesawat Hercules kemudian satu pesawat boeing 737 dan satu pesawat CN 295,” tutur Samyoga. Samyoga mengatakan, tiga pesawat Hercules tersebut digunakan untuk mengangkut batalyon kesehatan TNI dan beberapa bantuan logistik untuk para korban gempa di Palu, Sulawesi Tenggara. Lalu, kata Samyoga, untuk pesawat Boeing 737 digunakan untuk memberangkatkan sejumlah pejabat seperti Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan lainnya. 

BNPB Sebut Korban Tewas 384 Orang

Disebutkan, jumlah korban meninggal dunia sekitar 384 orang. Selain ratusan korban meninggal, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), tercatat 29 orang hilang dan 540 luka berat. Data tersebut merupakan pemutakhiran dari data yang sebelumnya dirilis BNPB pada pukul 10.00 WIB, yaitu 48 orang meninggal dunia dan 356 orang luka-luka. Baik korban meninggal maupun luka berat disebabkan terdampak gempa dan tsunami.

"Korban disebabkan gempa dan tsunami," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/9). Saat ini, baru separuh dari jumlah korban meninggal yang berhasil diidentifikasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Polri masih terus berupaya mengidentifikasi seluruh korban. Menurut Sutopo, jumlah korban tersebut masih akan bertambah. Sebab, hingga saat ini  proses evakuasi masih terus dilakukan.

Namun, belum seluruh daerah terjangkau petugas. "Jumlah masih akan terus bertambah karena proses evakuasi terus dilakukan. Belum semua daerah terjangkau petugas," ujar Sutopo. "Alat berat diperlukan, personel Tim SAR perlu ditambah," kata dia. Hingga saat ini BNPB belum bisa menyampaikan jumlah korban terdampak gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala. Sebab, hingga saat ini listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga menghambat komunikasi.

 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky