Inggris:

Remaja Muslim Iran jadi Pengajar Termuda di Universitas di Inggris

  • News Code : 842605
  • Source : Kumparan
Brief

Remaja Muslim Iran jadi Pengajar Termuda di Universitas di Inggris

Menurut Kantor Berita ABNA, Manusia kalkulator, begitulah julukan remaja ini. Remaja muslim berusia 14 tahun itu bernama lengkap Yasha Ayari Asley. Ia merupakan remaja keturunan Iran yang dibesarkan di Leicester, Inggris. Dilansir Muslim Council of HK, kini Yasha Asley merupakan seorang mahasiswa sekaligus tenaga pengajar di Leicester University. Asley menjadi tutor bagi mahasiswa-mahasiswa lain di universitas tersebut. Dengan status yang disandangnya itu, dapat dikatakan Asley merupakan mahasiswa sekaligus pengajar termuda di universitas tersebut.
Sebelum menjadikan Asley sebagai staf pengajar di Leicester University, pihak universitas harus meminta izin khusus terlebih dulu dari dewan kota Leicester untuk mempekerjakan remaja kelahiran tahun 2000 itu. Pasalnya Asley masih terlalu muda untuk menjadi seorang pekerja. Sejak usia 13 tahun Asley sudah diwawancarai dan ditawari oleh pihak universitas untuk menjadi pengajar di sana.
Kini, setiap minggunya Asley mengajar sejumlah mahasiswa dewasa yang membutuhkan bantuan untuk memecahkan masalah-masalah selama mengikuti perkuliahan. Asley sendiri mengatakan senang bisa membantu orang lain.
Remaja muslim keturunan Persia itu juga mengucapkan: “Tidak ada lagi seragam sekolah untukku, terima kasih banyak.”Kejeniusan Asley telah tampak sejak ia belia, terutama sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Saat masih berusia 8 tahun, Asley telah berhasil meraih skor 100 persen dan 98 persen untuk tes matematika A Level di dua dari enam paper tes yang ia kerjakan. A Level atau Advanced Level adalah semacam ujian masuk universitas negeri di Inggris yang diakui di seluruh dunia.
Dengan capaiannya itu, Asley menjadi anak termuda pertama yang berhasil nilai A untuk tes matematika A Level. Pada usia 9 dan 10 tahun, ia melewati lebih banyak lagi tes A Level di bidang matematika dan statistika.
Kehebatan Asley itu tampaknya dipengaruhi pula oleh kecintaannya yang besar terhadap matematika. Sang ayah, Moussa Asley (53), yang membesarkan Asley seorang diri di rumah, merasa bangga atas prestasi sang anak. “Saya begitu bangga melihatnya tumbuh dan berkembang dalam mengerjakan sesuatu yang ia cintai,” ujarnya.
Menanggapi pekerjaan sang anak, sang ayah mengatakan: “Ia (Yahsa Asley) begitu baik dalam memahami masalah dan menjelaskan mereka (mahasiswa-mahasiswa lain) dengan cara yang jelas, ia sangat cocok untuk pekerjaan itu.”
Kini, Yasha Asley sedang menjalani tingkat akhir kuliah di kampusnya. Ia berencana untuk mengambil program Phd setelah lulus nanti.

 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram