Rusia:

Menlu Rusia Ancam Diplomat AS Angkat Kaki dari Rusia

  • News Code : 842728
  • Source : ABNA
Brief

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pernyataannya menyebutkan tindakan sepihak Amerika Serikat (AS) menyita gedung-gedung konsulat Rusia di Newyork dan Maryland adalah bentuk pencurian di siang bolong.

Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pernyataannya menyebutkan tindakan sepihak Amerika Serikat (AS) menyita gedung-gedung konsulat Rusia di Newyork dan Maryland adalah bentuk pencurian di siang bolong. 

Pernyataan tersebut dikeluarkannya pada senin (17/7) menanggapi kebijakan pemerintah AS melarang kantor konsulat Rusia melakukan aktivitas di dua kota di AS terseut. 

Barack Obama saat menjadi Presiden pada bulan Desember 2016 mengeluarkan perintah menutup kantor konsulat Rusia di AS dengan tudingan ikut campurnya Rusia dalam urusan internal AS khususnya dalam masalah pemilihan presiden. Obama menuduh kantor konsulat Rusia di AS telah mejadi pusat intelijen Kremlin. Selain itu juga ada perintah 35 diplomat Rusia agar meninggalkan AS. 

Rusia menanggapi tudingan tersebut dengan menyebut spionase AS juga banyak di Moskow termasuk dari pejabat-pejabat diplomatik AS di Rusia. Karenanya Rusia juga mengeluarkan ancaman akan melakukan hal yang sama yang dilakukan AS, yaitu mengeluarkan perintah kepada diplomat-diplomat AS untuk angkat kaki dari Rusia.

Ketegangan hubungan kedua negara adikuasa tersebut meningkat pasca pertemuan kedua menteri luar negeri Rusia dan AS. 

Menlu Rusia Lavrov menanggapi pertemuan tersebut dengan mengatakan, "Moskow dan Washington tidak menemui kesepakatan, karena pihak AS tidak dapat dipercaya." 

“Situasi ini sangat memuakkan. Bagaimana mungkin Amerika Serikat sebagai negara yang mengaku mematuhi hukum internasional melakukan hal ini,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, merujuk pada penutupan dua konsulat serta pengusiran 35 diplomatnya di rezim Presiden Barack Obama.

Disebutkan, Rusia siap mengusir sekitar 30 diplomat AS dan merebut properti negara itu sebagai pembalasan atas sanksi Washington.

Jika ancaman Rusia benar-benar dilaksanakan, hal ini akan memperburuk hubungan kedua negara yang tengah menghangat setelah pertemuan perdana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan koleganya Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, beberapa pekan lalu.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram