Hizbulllah:

Pembebasan Palestina Butuhkan Persatuan Islam

Pembebasan Palestina Butuhkan Persatuan Islam

Ketua dewan syariah Hizbullah menilai pembebasan Palestina tidak mungkin terwujud jika dunia Islam masih berselisih dan tercerai-berai.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ketua dewan syariah Hizbullah menilai pembebasan Palestina tidak mungkin terwujud jika dunia Islam masih berselisih dan tercerai-berai.

Sheikh Muhammad Yazbek dalam sebuah acara yang berlangsung di Baalbek hari Minggu (21/1) menegaskan urgensi persatuan dan solidaritas umat Islam melebihi sebelumnya setelah Presiden AS, Donald Trump menyampaikan keputusan mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis Israel.

"Tidak logis mengembalikan Palestina ke pangkuan Muslim jika umat Islam masih tercerai-berai," ujar Sheikh Yazbek.

"Muslimin harus berada bersama gerakan perlawanan bangsa Palestina. Selama tanah Palestina belum bebas, maka hati umat Islam tidak akan tenteram," tegasnya.

Presiden AS, Donald Trump pada enam Desember 2017 secara resmi mengumumkan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, dan memutuskan akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky