Arab Saudi:

Meski Menolak Berkerudung, PM Inggris tetap Disambut Hangat di Saudi

Meski menolak berkerudung, Arab Saudi tetap sambut hangat kedatangan PM Inggris.

Menurut Kantor Berita ABNA, Perdana Menteri Inggris Theresa May menolak mengenakan kerudung dalam kunjungan pertamanya ke Arab Saudi untuk bertemu para petinggi negara tersebut. May tiba di Riyadh pada Selasa (4/4/2017) untuk melakoni tur tiga hari di Timur Tengah. Keputusannya untuk tidak menggunakan kerudung dipandang cukup berisiko menimbulkan kemarahan dari tuan rumah.

Theresa May ini bukanlah pejabat negara pertama yang menolak aturan pemakaian kerudung di Arab Saudi. Jauh sebelumnya, mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel pernah melakukannya.

May sendiri beralasan, kedatangannya ke Arab Saudi ingin menjadi panutan bagi kaum wanita di tanah Saudi yang masih terkekang dalam kehidupan sehari-harinya."Saya berharap orang-orang akan melihat saya sebagai seorang wanita pemimpin, mereka bisa melihat apa yang kalangan wanita bisa raih dan bagaimana wanita bisa berada di posisi penting," kata May.

Keputusan May untuk tak berkerudung merupakan sikap politik yang ditujukan bagi seluruh wanita di Timur Tengah bahwa kaum wanita bisa merasa bebas dalam berpakaian. Arab Saudi tampak tidak menjadikan penolakan May tersebut sebagai masalah, penyambutan dan penerimaan sebagaimana tamu-tamu negara lainnya tetap dilakukan Arab Saudi atas PM Inggris tersebut beserta para staffnya. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

conference-abu-talib
haj 2018
We are All Zakzaky