Presiden Suriah:

Krisis dan Perang Dibuat Agar Negara-negara Regional Tertinggal

Krisis dan Perang Dibuat Agar Negara-negara Regional Tertinggal

Presiden Suriah mengatakan, tujuan dari penciptaaan krisis dan perang di Suriah adalah agar negara-negara di kawasan menjadi negara tertinggal.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Suriah mengatakan, tujuan dari penciptaaan krisis dan perang di Suriah adalah agar negara-negara di kawasan menjadi negara tertinggal.

Bashar al-Assad mengatakan hal itu dalam sebuah konferensi di Damaskus, ibukota Suriah pada Selasa (14/11/2017) malam, yang mengusung tema "perlawanan terhadap koalisi Amerika, Zionis dan reaksioner, dan dukungan kepada Palestina."

"Musuh menginginkan agar negara-negara regional melayani kepentingan lembaga-lembaga keuangan negara-negara besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat," kata Assad seperti dilaporkan IRNA.

Konferensi tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari berbagai partai, tokoh-tokoh nasional Suriah, Lebanon, Palestina, Yaman, Yordania, Mesir, Irak, Aljazair, Bahrain dan Mauritania, dan berlanjut hingga hari ini, Rabu.

Krisis keamanan Suriah meletus pada tahun 2011 menyusul serangan luas kelompok-kelompok teroris dan Takfiri yang didukung oleh Arab Saudi, AS dan sekutunya termasuk Turki. Mereka berusaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad, Presiden Suriah.

Kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan sekutunya itu telah melakukan berbagai kejahatan mengerikan di Suriah yang menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi. Namun perjuangan rakyat dan militer Suriah serta bantuan poros Muqawama berhasil memukul kelompok-kelompok teroris.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Quds cartoon 2018
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky