Yaman:

Kelanjutan Kejahatan Saudi terhadap Anak-anak Yaman

Kelanjutan Kejahatan Saudi terhadap Anak-anak Yaman

Berdasarkan laporan terbaru Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedikitnya 1.250 anak Yaman tewas akibat agresi militer pimpinan Arab Saudi ke negara itu, bahkan kejahatan ini berlanjut hingga sekarang.

Menurut Kantor Berita ABNA, berdasarkan laporan terbaru Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedikitnya 1.250 anak Yaman tewas akibat agresi militer pimpinan Arab Saudi ke negara itu, bahkan kejahatan ini berlanjut hingga sekarang.

Serangan militer koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman dimulai sejak tangal 26 Maret 2015. Berdasarkan dokumen internasional termasuk empat Konvensi Jenewa 1949, warga sipil dan militer harus dipisahkan dan warga sipil tidak boleh menjadi target serangan militer. Operasi militer harus ditujukan untuk target-target militer dan bukan sipil.

 

Namun faktanya, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi tidak mematuhi peraturan dan hukum internasional. Mereka alih-alih memisahkan antara target sipil dan militer, namun secara sengaja justru menarget warga sipil dan infrastruktur Yaman. Kejahatan perang ini dilakukan dengan tujuan menekan Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah untuk menyerah dan menghentikan perlawanan mereka terhadap pasukan agresor.

Anak-anak Yaman merupakan warga sipil terpenting yang harus dilindungi, namun mereka menjadi target serangan pasukan koalisi Arab Saudi. Wakil dan anggota Komita Hak Anak PBB Clarence Nelson mengatakan dari setiap lima warga sipil Yaman yang tewas, terdapat satu remaja di bawah 18 tahun, di mana jumlah ini adalah besar.

 

Dana Anak-anak PBB (UNICEF) dalam laporan terbaru menyebutkan bahwa lebih dari 5.000 anak Yaman tewas atau cacat akibat serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke negara itu. Membunuh dan melukai penduduk Yaman bukan satu-satunya kejahatan Arab Saudi dan sekutunya, namun blokade penuh terhadap negara itu dan pencegahan datangnya bantuan kemanusiaan untuk penduduk Yaman akan berdampak lebih buruk dan menyebabkan angka kematian bertambah, terutama bagi anak-anak.

 

Blokade tersebut telah menyebabkan warga Yaman terutama anak-anak kelaparan dan tewas. Banyak warga Yaman yang terpaksa memasak dan memakan dedaunan untuk bisa bertahan hidup. Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB untuk Yaman Lise Grande mengatakan setiap 10 menit sedikitnya satu anak Yaman tewas akibat dampak perang. Dia memperingatkan bahwa jika kondisi di Yaman hingga akhir tahun tidak berubah maka 10 juta anak Yaman akan menghadapi kondisi pra-kelaparan.

 

Arab Saudi dan sekutunya secara sengaja membiarkan anak-anak Yaman mati kelaparan dengan cara memblokade penuh negara ini dan melarang masuknya bantuan kemanusiaan dari luar. Berdasarkan Pasal 48 Protokol Tambahan Pertama untuk Empat Konvensi Jenewa tahun 1949, membiarkan warga sipil kelaparan dan merusak sarana vital untuk kehidupan mereka serta menghancurkan lingkungan hidup adalah dilarang.

 

Poin penting yang harus diperhatikan adalah meskipun Arab Saudi melanjutkan kejahatan kemanusiaan terhadap anak-anak Yaman, namun masyarakat dunia dan komunitas internasional tidak mengambil langkah nyata untuk menghentikan kejahatan itu. Mereka hanya mengungkapkan kekhawatiran dan menyampaikan laporan tanpa mengambil tindakan apapun.

 

Sebenarnya, pada tahun 2016 Sekretaris Jenderal PBB di masa itu Ban Ki-moon telah memasukkan nama koalisi pimpinan Arab Saudi ke dalam daftar hitam pelanggar hak anak-anak, namun tidak lama setelah itu, nama koalisi tersebut dihapus dari daftar hitam menyusul tekanan Amerika Serikat dan sekutunya.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Arba'een
Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky