Kejahatan Saudi dan Kebungkaman PBB

Kejahatan Saudi dan Kebungkaman PBB

Juru bicara Pemerintah Penyelematan Nasional Yaman Abdussalam Jaber dalam sebuah pernyataan terbaru, mengecam kebungkaman PBB dan berbagai lembaga afiliasinya atas kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman.

Dalam beberapa pekan terkahir, kaolisi pasukan agresor pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) melancarkan serangan luas ke pelabuhan al-Hudaydah di Yaman barat untuk menduduki wilayah ini. Serangan itu dilancarkan meskipun ada peringatan internasional tentang memburuknya situasi kemanusiaaan di Yaman. Militer dan komite rakyat Yaman berjuang gigih membendung serangan pasukan agresor dan tidak mengizinkan mereka menduduki pelabuhan al-Hudaydah.

 

Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan sejumlah negara Arab dan dengan dukungan Amerika Serikat memulai agresi militer ke Yaman. Invasi militer ini kian hari mencapai dimensi yang lebih luas. Sejak serangan militer ke Yaman dimulai dan kejahatan perang koalisi pimpinan Arab Saudi meningkat, belasan ribu warga negara itu tewas dan puluhan ribu lainnya terluka.

 

Babak baru kejahatan koalisi pimpinan Arab Saudi menuai gelombang protes dari opini publik, namun sayangnya, masyarakat internasional terutama PBB dan sekretaris jenderal organisasi internasinal ini bersikap pasif dalam merespon berbagai kejahatan pasukan agresor.

 

Mengingat catatan buruk PBB dalam menyelesaikan krisis global, organisasi yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan dunia ini alih-alih melaksanakan tugas dan kewajibannya dan mendukung rakyat tertindas Yaman, namun justru menyertai langkah kejahatan koalisi pimpinan Arab Saudi.

 

Hal tersebut terlihat dalam prakarsa dan rencana PBB yang mendesak Yaman menyerahkan al-Hudaydah kepada pihak ketiga. Selain itu, PBB juga justru membarengi dan menciptakan suasana demi kemajuan kebijakan ekspansionis koalisi agresor pimpinan Arab Saudi di Yaman.

 

Setelah diserang selama tiga tahun, Yaman diblokade dari darat, laut dan udara oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Rakyat Yaman menghadapi krisis kemanusiaan yang parah di tengah-tengah sikap pasif PBB. Kelambanan PBB dalam merespon pembantain rakyat Yaman oleh pasukan koalisi merupakan kondisi berbahaya dan perilaku tersebut bertentangan dengan misi dan tujuan PBB.

 

Kebungkaman PBB atas kejahatan pasukan koalisi telah mengubah lembaga dunia ini menjadi mitra dalam pembunuhan rakyat Yaman. Yang pasti, rakyat Yaman kecewa dan tidak puas atas peran PBB dalam mengatasi krisis di negara ini.

 

Sikap pasif PBB atas kejahatan rezim Al Saud di Yaman akan mendorong pasukan koalisi dan pendukung utamanya yaitu Amerika Serikat melanjutkan kejahatannya. Mereka akan semakin bebas untuk melanggar kedaulatan Yaman dan melanjutkan intervensi mereka di negara ini.

 

Edward Corrigan, salah satu pengacara internasional yang aktif di sektor Hak Asasi Manusia mengatakan, Arab Saudi dengan bebas dan aman serta tidak ada rasa takut terhadap segala bentuk tuntutan dari PBB melakukan kejahatan di Yaman dan melanjutkan pembunuhan terhadap rakyat tak berdosa negara ini terutama anak-anak atas lampu hijau dari pemerintah-pemerintah Barat.

Terlepas dari tujuan yang dikejar koalisi pimpinan Arab Saudi atas agresinya ke Yaman, namun yang pasti perilaku pasukan agresor dan sekutunya menunjukkan kejahatan nyata anti-kemanusiaan.

 

PBB dengan kebijakan dramanya tidak mampu mencegah kelanjutan kejahatan Arab Saudi di Yaman. Organisasi itu telah menunjukkan ketidakmampuannya di hadapan kekuatan finansial Arab Saudi dan kekuatan politik AS.

 

Jika hal itu terus berlanjut, maka dunia akan menyaksikan kejahatan yang lebih luas dimensinya yang dilakukan pasukan koalisi, dan intervensi AS di Yaman. Tragedi kemanusiaan yang semakin parah juga akan melanda negara tersebut.
...............
300


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky