Sekjen Hizbullah:

Kami Tidak Takut AS atau Israel

  • News Code : 812331
  • Source : Parstoday
Brief

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrullah, memperingatkan Tel Aviv untuk tidak memulai perang baru terhadap Lebanon, dan menuntut penutupan reaktor nuklir Dimona, yang menurutnya akan dalam jangkauan gerakan muqawama itu jika serangan Israel terjadi.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrullah, memperingatkan Tel Aviv untuk tidak memulai perang baru terhadap Lebanon, dan menuntut penutupan reaktor nuklir Dimona, yang menurutnya akan dalam jangkauan gerakan muqawama itu jika serangan Israel terjadi.

Hal itu dikemukakannya selama pidato pada acara peringatan para syuhada dari Hizbullah dan militer nasional Lebanon. 

Menyinggung pelantikan Presiden AS Donald Trump pada bulan Januari, sebagai pendukung setia Tel Aviv, Nasrullah mengatakan bahwa pemimpin baru Gedung Putih mungkin akan mengizinkan atau mendorong Israel memulai perang baru terhadap Lebanon. Namun, menurutnya, kebijakan Timur Tengah Trump masih belum jelas mengingat kesulitan dan perubahan dalam kabinetnya.

Ditekankannya bahwa Hizbullah tidak takut musuh mengingat basis kekuatannya terletak pada dukungan rakyat Lebanon serta sikap tegas Presiden Lebanon Michel Aoun.

"Saya menyerukan kepada Israel tidak hanya untuk mengevakuasi tangki amonia dari Haifa, tetapi juga untuk menututp fasilitas nuklir Dimona," tegas Nasrullah sebagaimana dikutip situs televisi al-Manar.

Dia memperingatkan bahwa Israel akan "terkejut dengan apa yang kami sembunyikan akan mengubah jalur perang." Di bagian lain dalam pidatonya, Nasrullah memuji rakyat Yaman yang tegar di hadapan agresi Saudi, dan mengatakan Yaman berhasil menghalau Riyadh dan sekutu-sekutunya mencapai tujuan perang mereka.

Saudi dan sekutu mereka beranggapan mereka dapat mengakhiri kampanye militer "hanya dalam seminggu," tapi mereka "keliru," tambahnya.

Sekjen Hizbullah dukungan Amerika Serikat dan Israel terhadap agresi Arab ke Yaman, dan mengatakan Washington dan Tel Aviv terlibat dalam kejahatan Riyadh ini.

Riyadh, bersama dengan sejumlah sekutunya, melancarkan agresi melawan Yaman sejak Maret tahun 2015 dengan tujuan untuk mengembalikan kekuasaan ekspemerintah Yaman, yang merupakan sekutu dekat Riyadh. Namun, kampanye tersebut mendapat perlawanan hebat dari militer Yaman, termasuk para pejuang Houthi Ansarullah.

Sejauh ini, sekitar 11.400 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam agresi Arab Saudi. Sayyid Hassan Nasrullah lebih lanjut mengatakan Arab Saudi menciptakan kelompok teror Takfiri Daesh, dan bahwa rezim Al Saud bertanggung jawab untuk ratusan ribu kematian di kawasan, di tempat para teroris ekstremis beraktivitas, termasuk Irak, Suriah dan Semenanjung Sinai Mesir.


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram