Afghanistan:

Bom Bunuh Diri Sasar Sekolah Syiah di Kabul, 60 Siswa Syahid

Bom Bunuh Diri Sasar Sekolah Syiah di Kabul, 60 Siswa Syahid

Serangan teror yang menargetkan sekolah bukan kali pertama. Sebelumnya juga terjadi aksi bom bunuh diri di salah satu sekolah agama di kawasan barat Kabul yang juga merupakan wilayah mayoritas berpenduduk muslim Syiah. Disebutkan 57 siswa meregang nyawa dari aksi keji tersebut dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut Kantor Berita ABNA, belum usai duka dan keperihan warga Syiah Afghanistan atas aksi bom bunuh diri di dalam masjid beberapa pekan sebelumnya, kembali kelompok teroris berulah dengan melakukan penyerangan di pusat pendidikan swasta di sebuah lingkungan Syiah pada Rabu (15/8). 

Kepolisian Afghanistan menyebutkan pelakunya hanya satu orang dan melakukan aksinya dengan meledakkan bahan peledak yang telah dipasang di tubuhnya. Peristiwa terjadi di kawasan pemukiman Syiah di daerah Dasht Barcha di Kabul.

Juru bicara Kepolisian Kabul, Hasymat Ustankazi dalam jumpa persnya mengatakan, serangan tersebut terjadi pada pukul 16.10 sore hari pada Rabu (15/8) di sebuah lembaga pendidikan swasta "Mahdi Mau'ud" di daerah Dasht Barcha. Dan melalui laporan terakhir Kementerian Kesehatan Afghanistan Jumat (17/8) menyebutkan korban jiwa 60 orang siswa sekolah dan melukai 67 orang lainnya. Para korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 

Disebutkan, Dasht Barcha adalah wilayah pemukiman warga Syiah di Kabul dan Mahdi Mau'ud adalah salah satu lembaga pendidikan unggulan di kota Kabul. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa siswa dari sekolah tersebut meraih prestasi terbaik dalam berbagai  lomba tingkat nasional maupun internasional.

Taliban: Ini Bukan Perbuatan Kami

Kelompok Taliban mengaku tidak bertanggungjawab atas serangan mematikan tersebut dan mengklaim pelaku peledakan bom bukan anggota Taliban. Taliban merilis pesan yang menyebutkan, Taliban berlepas diri dari aksi terori yang biadab tersebut. 

Serangan teror yang menargetkan sekolah bukan kali pertama. Sebelumnya juga terjadi aksi bom bunuh diri di salah satu sekolah agama di kawasan barat Kabul yang juga merupakan wilayah mayoritas berpenduduk muslim Syiah. Disebutkan 57 siswa meregang nyawa dari aksi keji tersebut dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka. 

Meski belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas aksi terorisme tersebut, namun anggota Dewan Ulama Syiah Jawad Ghawari menyalahkan ISIS di Irak dan Suriah, yang telah melakukan serangan serupa di masa lalu, melakukan bom di masjid, sekolah dan pusat-pusat budaya.

Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengutuk serangan teroris yang telah menganiaya dan melukai orang yang tidak bersalah dan anak-anak sekolah. Ia memerintahkan untuk segera dilakukan penyelidikan atas insiden pengeboman itu.

"Dengan menargetkan pusat-pusat pendidikan dan budaya, teroris telah jelas menunjukkan bahwa mereka menentang semua prinsip-prinsip Islam bagi laki-laki dan perempuan untuk belajar dan belajar," kata Ghani dalam pernyataannya.

Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore mengecam serangan itu. Ia mengatakan, serangan itu sangat menyedihkan. Anak-anak terus menjadi orang yang paling terpukul dalam kekerasan yang sering terjadi di seluruh Afghanistan. "Anak-anak tidak boleh menjadi sasaran kekerasan," tegasnya.

Foto-foto mengenaskan dari sejumlah siswa yang menjadi korban bisa dlihat di sini


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
haj 2018
We are All Zakzaky