Amerika Serikat:

Pertemuan Sia-sia Merkel dan Trump

  • News Code : 818656
  • Source : Parstoday
Brief

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman, Angela Merkel Jumat (17/3) bertemu di Gedung Putih, Washington. Pertemuan ini akhirnya gagal mereduksi friksi kedua pihak di bidang ekonomi, keamanan, politik dan sosial ketika keduanya bersikeras atas sikap sebelumnya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman, Angela Merkel Jumat (17/3) bertemu di Gedung Putih, Washington. Pertemuan ini akhirnya gagal mereduksi friksi kedua pihak di bidang ekonomi, keamanan, politik dan sosial ketika keduanya bersikeras atas sikap sebelumnya.

Jerman memiliki friksi dengan pemerintah Amerika saat ini terkait beragam isu mulai dari perdagangan hingga bujet pertahanan, pakta maritim dan udara hingga isu imigran.

Setelah Trump berkuasa pada 20 Januari 2017 dan stateman kontroversialnya terkait isu Eropa khususnya masa depan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), pendekatan negatif Trump terhadap Uni Eropa, kondisi pakta perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Amerika serta sikap keras Trump di kasus imigran membuata hubungan bersahabat kedua pihak semakin tak stabil. Khususnya Jerman sebagai kekuatan ekonomi terbesar Eropa dan anggota terpenting Uni Eropa sangat khawatir atas pendekatan pemerintah baru Amerika terkait perdagangan dan ekonomi serta kritikan Trump terkait NATO dan Uni Eropa.

Di sisi lain, mengingat bahwa Angela Merkel tercatat sebagai inisiator dan pendukung kebijakan pintu terbuka terkait mekanisme menyikapi imigran, mengalami kebingungan menghadapi strategi Trump di kasus ini. Sikap Trump sepenuhnya kontradiksi dengan kebijakan Merkel di kasus imigran. Oleh karena itu, salah satu isu yang disengketakan kedua pemimpin adalah kasus imigran dan pengungsi. 

Trump menilai imigrasi sebuah konsesi bukan hak, oleh karena itu menurut pandangan presiden baru Amerika ini, keamanan warga menjadi prioritas. Sebaliknya Merkel menolak pandangan ini dan mengkritik pembatasan kunjungan enam warga Islam ke Amerika yang diberlakukan Trump. Mengingat kasus ini, sebelumnya telah diharapkan bahwa pertemuan pemimpin Jerman dan Amerika bukan pertemuan yang mudah dan bersahabat.

Meski demikian Merkel sebelum pertemuan ini menyatakan menginginkan transaksi adil dan win-win dengan Amerika. Salah satu kekhawatiran penting Jerman terkait kebijakan perdagangan dan ekonomi Trump adalah upaya presiden baru Amerika memberlakukan pembatasan perdagangan dan menambah bea cukai bagi barang dan komoditi impor. Mengingat Jerman menempati posisi teratas eksportir barang ke Amerika di antara negara-negara Eropa, kebijakan Trump ini menjadi kabar buruk bagi petinggi Berlin.

Bahkan sebelum pertemuan Trump dan Merkel, Menteri Perekonomian Jerman Brigitte Zypries menyatakan bahwa Jerman berpeluang mengadukan Amerika ke WTO karena gagasan Trump menerapkan pajak perbatasan bagi barang-barang impor. Jerman khawatir atas pajak 35 persen mobil impor Jerman yang diproduksi di Mexco dan diekspor ke pasar Amerika, padahal menurut WTO pajak kendaraan impor tidak boleh lebih dari 2,5 persen.

Menjawab kekhawatiran Merkel di kasus ini, Trump menjelaskan dirinya bukan sosok yang yakin atas keterkucilan perdagangan, namun yakin bahwa kebijakan perdagangan harus adil. Di pidatonya, Trump secara anonim selain mendukung perdagangan bebas juga menjelaskan bahwa isu ini merugikan Amerika Serikat 

Terkait masa depan NATO, Merkel memberikan janji penamabhan bujet pertahanan Jerman sebsar dua persen dari produk domestik bruto (PDB) hingga tahun 2024. Ia juga menekankan penambahan delapan persen bujet militer Jerman di tahun 2016 di banding sebelumnya. 

Meski demikian Trump masih tetap menekankan prinsipnya terkait pentingya partisipasi lebih sekutu Eropa NATO dalam menjamin bujet organisasi ini. Agenda pentin lain pertemuan ini adalah masa depan hubungan dengan Rusia. Mengingat kekhawatiran Eropa terkait potensi pulihnya hubungan AS dan Rusia, Merkel kembali menekankan bahwa meski hubungan dengan Rusia harus pulih, namun hal ini tergantung pada implementasi pakta Minsk dan solusi krisis Ukraina. Dengan demikian Merkel kembali menekankan kesatuan sikap Eropa terkait Moskow dan menentang segala bentuk aksi rekonsiliasi oleh Washington. 


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram